Angkot App. Jika Angkot Ada Aplikasinya


IMG_20131021_212358

Dalam hari-hari saya baik saat masih mahasiswa hingga saat ini sudah bekerja, setiap pulang dan pergi pasti naik angkot .Saya menikmati setiap perjalanan saya di angkot, walaupun kadang macet tak terelakkan. Karena itulah saya menamakan diri sebagai penikmat angkot.

Penikmat angkot. Mungkin ini adalah sebutan yang sedikit janggal dan aneh bagi kebanyakan orang. Istilah penikmat angkot, ini mengacu pada orang-orang yang sudah terbiasa naik angkot atau transportasi umum dalam bepergian.

Sekarang ini, hampir setiap hal sudah dibuat aplikasinya. Mulai dari aplikasi untuk jual beli online, konsultasi kesehatan, kencan, transportasi dan lainnya. Yang paling terkenal akhir-akhir ini terkhusus di bidang transportasi adalah Go-jek. Selain karena memberikan kemudahan dalam transportasi manusia dan juga pengantaran barang, Go-jek juga semakin dikenal karena sempat mendapat penolakan dari supir ojek tradisional.

Jika semua hal sudah dibuat aplikasinya, maka saya berpikir angkot juga seharusnya juga punya. Kalau mau buat aplikasi untuk angkot atau mungkin bisa kita namakan Angkot-app, apa ya fitur-fitur yang bisa disediakan disitu? Dari pengalaman saya sebagai penikmat angkot,ada beberapa fitur yang menurut saya mungkin bisa dikembangkan pada Angkot-app nantinya.

Fitur Maps

Fitur maps bertujuan untuk memberitahu informasi posisi angkot. Misalkan penumpang masih berada di rumah. Dia bisa mengakses Angkot-app untuk mengetahui dimana posisi angkot sedang berada dan dapat menghitung berapa estimasi waktu yang dibutuhkan angkot dari posisi aktualnya hingga sampai di tempat penumpang menunggu. Ini akan membuat penumpang lebih gampang memperkirakan waktu berangkat dari rumah menuju tempat menunggu angkot, sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu angkot.

Fitur Check In dan Check Out

Pada setiap angkot akan dipasang sebuah penangkap sinyal sehingga aplikasi setiap penumpang yang naik yang akan secara otomatis di deteksi oleh penangkap sinyal. Setiap penumpang yang sudah naik ke angkot dan log in, akan segera diketahui oleh aplikasi milik supir angkot dan secara otomatis menentukan di lokasi mana si penumpang naik dan turun nantinya.

Fitur Auto-Ongkos

Setiap penumpang nantinya tidak lagi membayar ongkos dengan uang fisik, namun dengan pemotongan saldo atau bolehlah dinamakan Auto-ongkos. Kelemahan angkot saat ini terkhusus dalam pembayaran ongkos adalah dalam perhitungan jumlah ongkos penumpang. Misalkan, tarif yang ditentukan oleh perusahaan penyedia angkot adalah Rp 5.500/10 Km. Ini berarti setiap 1 Km, penumpang membayar Rp 550. Namun faktanya, seringkali belum sampai 1 Km, ongkos yang diminta oleh supir malah Rp 1.000 atau Rp 2.000 rupiah.

Oleh karena itu dengan sistem saldo masalah ini dapat diatasi. Penumpang akan membayar ongkos sesuai dengan jarak yang ditempuhnya. Perhitungan jarak tempuh akan diketahui lewat fitur maps, karena penangkap sinyal pada angkot akan mendeteksi Angkot-app pada gadget setiap penumpang yang naik dan akan menentukan starting point dari perjalanan si penumpang. Penumpang akan mendapat harga yang tepat sesuai dengan perjalanannya.

Fitur Rating Supir dan Tip

Penumpang dapat mengetahui profil supir yang mengendarai angkot yang sedang dinaikinya. Supir angkot saat ini dikenal karena sering seenaknya membawa kendaraan di jalan raya. Ngebut, memotong dari kiri dan mungkin menerobos lampu merah sering terjadi. Oleh karena itu, penumpang bisa memberikan rating kepada supir dari angkot yang ditumpanginya. Jika supir ugal-ugalan, penumpang dapat memberikan rating rendah pada profil supir tersebut, serta dapat juga menyampaikan keluhan terkait bagaimana supir mengemudi. Ini dapat menjadi bahan evaluasi si perusahaan pemilik Angkot-app nantinya terhadap kinerja supirnya serta kepuasan penumpang.

Penumpang yang merasakan pelayanan yang baik dari supir dapat memberikan rating yang baik. Dan bila sangat puas, penumpang boleh memberikan tip kepada supir angkot, yang akan dipotong dari saldo yang dimiliki oleh penumpang.

Fitur Timeline

Pada Angkot-app, penumpang dapat menjalin pertemanan dengan penumpang lainnya. Setiap penumpang dapat melihat temannya check in di angkot. Penumpang juga dapat membagikan situasi yang dilihatnya di sepanjang jalan atau di dalam angkot. Ini membuat penumpang lainnya dapat mengetahui kondisi di jalan misalkan macet, kecelakaan atau informasi lainnya.

Nah, itulah beberapa fitur yang terlintas dalam benak saya, kalau misalnya ada yang mau mengembangkan Angkot-app nantinya. Mungkin bisa saja kalau ini terealisasi nantinya, akan mendapat penolakan juga dari angkot-angkot tradisional, karena harus lebih disiplin. Tapi tidak ada salahnya dicoba agar setiap penikmat angkot nantinya dapat lebih menikmati perjalanan sehari-hari.

Jalan Kaki Pulang Dari Kantor


Jalan Kaki

Hampir dua bulan udah aku gak ngeblog.

Walaupun tiap hari memantau dashboard dan juga kepikiran beberapa hal untuk dituliskan di blog ini, tapi tetap aja untuk mengambil waktu dan mengumpulkan mood untuk menulis sulit untuk didapatkan, sampai tibalah hari ini.
Awalnya semua biasa-biasa saja. Aku berangkat ke kantor, mengerjakan pekerjaan dan setelah itu pulang. Dan hal yang lebih biasa adalah, walaupun ini sudah tanggal muda tapi dompetku masih kelihatan tua. Uang di dompetku hanya tinggal selembar, tapi bukan selembar biasa. Ini adalah lembaran Soekarno-Hatta #iykwim :D. Yap, uang 100an. tapi itu sebenarnya udah termasuk uang simpanan, karena gaji belum datang, uang simpanan pun akhirnya harus turun membantu jalannya kehidupan.

Biasanya aku berjalan ke simpang dari kantor. Tapi kalau ada orang yang kebetulan bawa kendaraan mau pulang ke depan, kadang aku nebeng. Dan hari ini ternyata ada bang eman, teman satu kantorku, di mau pulang, jadinya aku bisa nebeng. Sesampainya di simpang, aku pun turun karena aku dan bang eman berbeda arah rumah. Jadi aku pun nyebrang untuk menunggu angkot pulang ke rumah. Saat sudah datang angkot yang jurusannya sesuai dengan arah rumahku, aku baru teringat, ternyata uangku hanya 1 lembar uang proklamator.

Kalo aku kasi uang proklamator waktu bayar ongkos, feelingku gak enak. Karena dari pengalamanku sering, yang bayar ongkos pake uang 50 ribu aja pun sering kena semprot sama supir, ini apalagi uang 100 ribu. Ah, niatku untuk naik angkot pun kubatalkan. aku memutuskan untuk menukar uangku terlebih dahulu.
Aku mulai berjalan, memperhatikan setiap pinggiran jalan, dimana kira-kira aku bisa memecahkan uang 100 ini. Pertama lewatlah aku di depan tukang sate. Wah mantap kali harumnya pikirku. Tapi berhubung ini masih belum jelas gajiannya kapan, aku pikir hemat-hemat dululah, beli keperluan yang memang wajib dibeli ajalah, bukannya makan di luar (karena kakakku masak di rumah). Akhirnya kuputuskan, aku mau membeli odol saja, karena memang odolku sudah habis.
Mulai dari pajak setiabudi, aku mencari-cari indomaret atau alfamart. Ternyata sampai simpang dr.mansyur pun ku cari tidak ada. Sebenarnya disitu ada minimarket, tapi iklan di depannya katanya dia jual snack dll impor. Bah, elit kali lah aku, mau gosok gigi pun pake odol impor, apalagi pas lagi tinggi kali nilai tukar rupiah dengan dolar. Bisa-bisa nangis aku pas gosok gigi, soalnya dolar ini yang kugosok-gosok ke gigiku.

Ku teruskan perjalananku sambil memperhatikan kiri dan kanan. Perjalanaku tidak seperti lagu naik-naik ke puncak gunung, karena kiri kanan kulihat banyak, bukan pohon cemara, tapi tukang putu, tukang goreng, tukang jus, tukang susu, tukang sate, tukang pizza, tukang bebek goreng, tukang buah sampai tukang parkir. Wah, tak terasa aku berjalan, ternyata udah sampai di gerbang depan Tasbi, jalan utama masuk ke kantorku (biasanya aku ke kantor dari jalur belakang/backdoor, dari pajak setiabudi).

Ini uang belum juga pecah-pecah. Padahal aku udah jalan cukup jauh. Tapi memang aku lagi gak ada kerjaan, ya udahlah pikirku, coba jalan sedikit lebih jauh lagi manatau ketemu. Jalan ku terus berjalan, akhirnya sampai di jalan Abdul Hakim (tembusan kampung susuk dekat USU), akhirnya ketemu indomaret. Singgahlah aku di Indomaret itu.
Masuk ke indomaret, aku pun berharap akan dapat ucapan “Selamat Sore, silahkan berbelanja” dari penjaga indomaret. Ternyata pas aku masuk, gak ada yang ngucapkan apa-apa. Ah, bohonglah meme yang tadi pagi kubaca, katanya jangan baper kalo pas di indomaret ato alfamart ada yang ngucapkan selamat pagi ato selamat sore. Nah, ini aku masuk malah gak ada ucapan apa-apa. Dapat ucapan nggak, kena baper iya *combo attack*.

Yaudahlah pikirku, aku pun berjalan ke arah tempat odol, untuk mencari odol yang biasa kupakai. Pas nyampe, kulihat ada odolnya langsung kuambil. Aku berkeliling bentar, sebelum ke kasir, melihat-lihat apa yang bisa dimakan. ternyata karena udah jauh jalan, lapar juga perutku. Pas aku lihat, ada potato chip yang belum pernah kumakan. Coba ahhh, pikirku dan aku pun menuju kasir untuk membayar. Pas membayar ternyata total yang kubeli sekitar 40 ribu. Bah, teringat aku, padahal tadi niatku mau hematnya, nah ini malah jadi lebih banyak pengeluaran. Tapi yaudahlah kubayar aja. Setelah membayar aku bergegas keluar. Ternyata pas keluar pun aku tetap aja gak ada sapaan dari yang jaga indomaret ini. Ah sudahlah mungkin aku terlalu baik buat mereka.

Sambil makan chip itu aku pun berjalan menuju ke tempat nunggu angkot, karena uangku sekarang gak uang proklamator lagi, tapi aku udah ditemani sama I Gusti Ngurah Rai, Sultan Mahmud Badaruddin, 2 Pangeran Antasari sama 2 burung Kakatua Raja (ayo tebak berapa jumlah uangku sekarang :D). Setiap angkot yang lewat isinya padat semua, aku pun mulai berjalan saja sambil ngemil, manatau nanti ada angkot yang lewat agak lengang. Ternyata aku jadinya malah keasikan jalan, karena ternyata aku udah sampai di pasar 2 setiabudi. Wah udah makin dekat aja ke rumah pikirku (walaupun masih berjarak sekitar 1 atau 2 KM lebih dari rumahku).
Aku pun mulai berpikir, ini aku masih mau naik angkot ato lanjut jalan kaki aja ke rumah. Karena memang kakiku udah agak berasa pegal ini. Tapi coba ajalah jalan terus, pas udah gak tahan lagi nanti naik angkot aja pikirku lagi. Aku pun lanjut berjalan.

Selama berjalan, orang-orang banyak yang memperhatikanku. Baik yang di angkot, di kendaraan ato yang di toko dan warung di pinggir jalan. Mungkin janggal ya, karena aku pake tas besar (aku bawa laptop) sama pake sepatu pancus tapi jalan kaki. Jelas-jelas sepatu pancus itu bukan kategori sepatu sport, dibilang backpacker juga orang gak bakal percaya, mana ada orang backpacker pake sepatu pancus :D. Tapi yaudahlah pikirku, aku lanjut jalan aja. Biarlah aku seperti berjalan di catwalk, semua mata tertuju padaku :D

Asik juga sih ternyata jalan-jalan sore gini di kota Medan. Walau macet di tengah jalan, tapi di tepi jalan bisa melaju gas terus. Langit yang masih terang dan cerah pun enak untuk di pandang. Aktivitas orang-orang di sore hari pun masih kelihatan penuh gairah, karena memang banyak yang memulai aktivitasnya di sore hari, terkhusus yang berjualan. Melihat hal-hal yang lebih detail lagi, karena memang selama ini aku lihat pas di angkot, tapi pas berjalan aku malah lihat banyak hal yang gak aku perhatikan selama ini. Lumayanlah perjalanan sore ini untuk merefresh kembali otak yang sudah cukup capek berpikir ini.

Beberapa menit kemudian tibalah aku di lampu merah ringroad. Walau sudah agak capek, tapi ini sudah sangat dekat ke rumahku. Aku pun lanjut berjalan terus sampai akhirnya tiba di simpang pemda. Di simpang pemda, langit sudah tidak terlalu cerah, karena jam sudah menunjukkan pukul 18.20. Kulanjutkan berjalan, akhirnya sampailah aku di rumah pukul 18.35. Ternyata aku sudah berjalan sekitar 1 jam.

Wow, gak nyangka ternyata bisa juga aku jalan kaki pulang dari kantor. Memang gak pernah terpikir untuk pulang dengan berjalan kaki, apalagi jarak rumah ke kantor tidak dekat, berjarak sekitar lebih kurang 4 KM. Tapi yeah, i made it. Berjalan menaiki gunung mungkin lebih menarik dan memang aku tadi gak naik gunung dan akhirnya poto di puncak dengan tulisan di kertas. Tapi setidaknya aku melakukan sesuatu yang mungkin dirasakan orang “kurang kerjaan” ato “tah apa-apa” dan ya, aku melakukannya. Memang aku suka hal yang anti mainstream :D

Demikianlah kisahku hari ini. Aku merasa perlu menuliskannya, karena secara pribadi ini menarik bagiku. Berjalan menikmati sore di kota Medan. Semoga kaki ini masih tetap kuat. Soalnya gak tau di hari esok, dompet masih kering atau sudah musim penghujan. Kalo tetap masih belum gajian, kayaknya bakal sering aku jalan kaki pulang dan pergi ngantor ini :D *Impossible, masak kembali ke zaman dahulu aku :D

Selamat malam untuk kita semua.
Selamat beristirahat.

Salam dari Jakup, di kejauhan 4 Km dari kantor di tasbi :’D

Hal Yang Membuat Sukacita


Ooh, sukacitaku
Saat Tuhan jawab doaku
Mungkin masalahku
Hanya masalah kecil bagimu
Tapi itu bagai bencana bagiku
Tak nyaman tidurku dibuatnya
Sebelum ku tidur, ku mulai berdoa
Berharap terjadi hal tak terduga

Ooh, sukacitaku
Ternyata hal yang begitu mustahil bagiku
Dilakukan Tuhan di depan mataku
Betapa tak kusangka pekerjaan Tuhan
Tak terpikirkan logika tapi luar biasa
Dan itu terjadi dalam hidupku

Ooh, sukacitaku
Saat kembali Tuhan tambahkan imanku
Bahwa segalanya mungkin bagi-Nya
Dia hanya sejauh doa
Kita meminta dan Dia memberikannya

———

Bagi yang sedang berdoa untuk sesuatu hal yang rasanya tidak mungkin sama sekali, tetaplah berdoa.
Selama doa itu tidak untuk memuaskan hawa nafsu semata dan dosa, Tuhan pasti akan jawab.

Pray is about time and faith.

Ketika Alam Menghabiskan Waktu di Masa Puasa


Naik-naik, ke dalam angkot..
Panas-panas sekali….

Kiri-kanan kulihat banyak..
Orang jual bukaan puasa…

Yak, itulah sedikit nyanyian yang terlintas di pikiranku, saat perjalanan ke rumah. Di tengah panasnya kota Medan, memang berbagai macam menu bukaan sangat menggugah selera.

Sekarang sedang dalam masa puasa, bagi saudara-saudaraku semuanya.
Seperti biasa, kalau lagi masa puasa begini sore menjelang malam ada begitu banyak yang menjual makanan untuk buka puasa.
Mulai dari cendol, kue basah, cenil, sirup dan lain-lainnya.
Wow, mantap.
Tapi eits, yg berpuasa harus tahan selera sampai waktunya berbuka :)

Memang lebaran masih sekitar 2 minggu lagi.
Tapi tetap saja, suara mercun sana sini sudah mulai ikut menemani si penjual bukaan.
Macam-macam mercun dan petasannya. Mulai dari level rendah (kembang api) sampai level tinggi (mercun yang bisa meledak berkali-kali di langit) sudah menghiasi langit di sekitar rumahku.

Tak ketinggalan keponakanku juga ikut ambil bagian main mercun2 ini. Tapi dia cuma main kembang api aja. 2 hari yg lalu dia semangat kali mengajakku untuk main bersama. Aku sebenarnya menolak untuk main kembang api bersamanya.
Ya iyalah ditolak, dia ngajak main kembang api siang-siang, ya gak nampaklah kembangnya api itu.
Tapi dia terus menerus membujukku, dan akhirnya aku pun tak kuasa menahan bujukannya, dan akhirnya aku ikutan juga main kembang api.
Ya gak apa-apalah itung2 menyenangkan hati ponakan *padahal aku pun senangnya dalam hati. Sampe kuputar2 juganya kembang apinya itu :D

Kembali lagi ke malam ini. Mulai kulihat ke arah kanan, disaat aku berjalan ke dalam gang rumahku. Wah ada kembang api yg cukup lama dan besar ledakannya. Lumayan bisa menikmati, gratisan lagi :D
Dan pikirku dalam hati, biasanya kalo ada 1 orang udah nyalakan mercun pasti yang lain juga ikutan. Dan pasti ada adu kuat-kuatan mercun siapa yang paling kuat.

Kunanti-nanti lah balasan mercun itu. Tidak berapa lama, muncullah kilatan petir kulihat dari kejauhan.
BAH.
Ternyata yang membalas mercun itu adalah si alam.
Ternyata alam raya juga ikut-ikutan main mercun di masa puasa ini, gak mau kalah sama orang-orang.
Sontak gak ada lagi kudengar suara mercun di mana-mana.
Langsung menyerah semua kurasa ya, kalo alam udah turun tangan.:D

Takut tersambar mungkin ya.
Ato mungkin takut udah mau hujan, nanti mercunnya malah tak nyala satupun :D

Mercun terkuat pun akhirnya mengalahkan semua mercun (baca:Petir)

Selamat berpuasa untuk saudaraku semua.
:)

Digidoy – Telor dan Orang Medan


—-Medan—-
Katanya sih banyak yang takut ke Medan, apalagi yang dari luar Sumatera Utara.
Katanya orang Medan itu kasar, keras, dan menyeramkan.
Katanya di Medan itu gak aman.
Nah itu kan katanya.
Tapi tau gak gimana Medan dan orang-orangnya sebenarnya?

Disinilah digidoy hadir untuk mengenalkan Medan.
Gak hanya ke orang diluar Sumatera Utara, tapi juga Internasional. Malah kalo bisa penduduk planet lain juga kalo mau kenal lebih dalam tentang Medan, digidoy siap untuk menceritakannya. Meski harus mengeluarkan uang banyak beli roket ke luar angkasa, digidoy gak segan ngeluarin uang :D lagian digidoy ini juga bakal laris di luar angkasa nanti, soalnya dia kan punya tampang alien, jadi menjuallah di luar angkasa sana :D

—-Digidoy—-
Dengan ide cerita yang khas, digidoy mampu menyajikan hiburan yang tidak membosankan.
Selalu ada hal yang lazim terjadi di kota Medan, yang mungkin dianggap biasa-biasa oleh orang Medan sendiri. Tapi digidoy mengemasnya jadi tak biasa. Disitulah kemudian mengapa digidoy selalu dinanti-nanti. Entah apa lagi yang mau diangkat.

Dan menurutku secara pribadi, humor yang disajikan oleh digidoy ini adalah humor yang cerdas. Karena banyak permainan logika yang dimainkan didalam, dan dari situlah kelucuannya jadi terasa segar dan nikmat.

Di dalam seri komik digidoy sendiri ada 4 orang karakter utama yang akan sering muncul. masing-masing karakter punya ciri dan keunikan masing-masing.
Mereka adalah Digi, Doy, Coki dan Dev.

1.Digi
digiDigi mungkin bukanlah orang asli Medan, karena memang udah kelihatan dia beda kan. Yang lain bentuk manusia, dia sendiri bentuk telor. Mungkin dia itu alien yang merantau ke Medan.
Dia kemana-mana selalu sama si doy. Tak jarang dia jadi korban keisengan si doy, tapi kalo dipantau si digi ini juga sering usil juga sama doy. Si digi juga kayaknya numpang kos sama si doy.

2.Doy
doyDoy ini adalah sahabatnya si digi. Aku pikir, dia ini adalah representasi dari si komikus digidoy ini bang Dody Pratama.
Digambarkan dia sebagai anak kosan yang jomblo dan sering kenak bully.
Tapi dia tetap setia jomblo katanya, karena katanya kota terjomblo di Indonesia itu Medan.
Gak tau apa pekerjaan si doy ini, tapi mungkin sama dengan penciptanya ‘komikus’ juga :)

3.Coki
cokiNah, si kawan inilah representasi orang Medan dan juga batak yang paling jelas digambarkan. Dari gaya omongnya dan hari-harinya juga kelihatan.
Dia kerjanya kadang gak jelas, kadang narik becak, kadang narik angkot, kadang narik selimut alias tidur-tidur aja, tapi dia tetap pantang menyerah. Khas orang batak sekali.
Walau ngomongnya kasar, tapi dia baik kok suka nolongi orang.

4.Dev
devPria yang tegap kekar ini biasa dipanggil bang dev.
Kerjaannya kayaknya sama dengan namanya, mungkin software developer. Soalnya sering bang dev ini promo tentang kegiatan yang berkaitan dengan IT.
Bang dev ini juga suka kali meleseng-lesengi alias manas-manasi doy dkk.
Tapi dia tetap sahabat yang baik kok buat semua.
Apalagi kalo mau traktir bakso.

—-Bertahan Lama—-
Aku pikir digidoy ini bisa bertahan lama.
Mengapa?
Karena mereka punya ciri untuk dipertahankan. Mungkin sudah banyak orang yang mencoba mengenalkan Medan melalui kaos dan sebagainya. Tapi melalui komik? Aku pikir baru mereka.
Dan tentunya akan lebih efektif menceritakan Medan dengan komik kan? lebih banyak yang bisa dibahas.

Dan mungkin memang ada waktu nantinya disaat sudah hampir semua hal dan kebiasaan yang terjadi di Medan habis diulas merek. Tapi aku pikir, dengan modal “Kek Ginilah Medan” mereka, mereka bisa tetap mengangkat topik hangat yang terjadi di seluruh Indonesia atau Dunia, dari kacamata “Kek Mana Medan” memandangnya. Jadi istilahnya “Kek Ginilah Medan Memandang Dunia”.
Aku pikir itu akan bisa membuat digidoy bertahan terus, dengan mengupdate kontennya dengan hal-hal yang sedang berkembang.

—-Mengapa Perlu Membaca Digidoy—-
Nah ini, mengapalah kelen2 perlu dan butuh baca digidoy?
Karena digidoy dan Medan punya banyak cerita untuk dibagi.
Dengan logat yang khas dan humor yang cerdas, cerita yang diramu oleh digidoy sangat menghibur. Buktinya pasti kelen udah ketawa2 pas baca komik digidoy di sepanjang posting ini :D

Dan juga kalo boleh aku saran, digidoy kedepannya bisa mengangkat tentang kebudayaan di Medan serta dari masing-masing suku yang berdiam di Medan. Banyak suku yang ada, dan aku pikir sudah banyak pemuda yang sudah tidak mengenal kebudayaan sukunya. Jadi kalo digidoy bisa mengangkat topik itu dan mengenalkan Medan dan keragamannya kepada semua orang, bukankah itu sebuah wujud cinta Digidoy pada Medan dan Indonesia?

So, tunggu apa lagi?
Langsung aja buka fanspagenya di:
https://www.facebook.com/digidoy

dan ini websitenya:
http://www.digidoy.com

cukup tekan like, dan rasakan khasiatnya setiap hari.
pasti ketawa2
:D

BONUS<\strong>—

Blog ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Digidoy Komik –

Mengenali Diri Sendiri


image

Yang kuingini adalah
Mengenal kembali siapa diriku ini
Bagaimana aku berpikir
Bagaimana aku bertindak
Bagaimana aku hidup
Sudahkah semua itu berkenan bagi Penciptaku?
Karena yang ku tahu hidup ini
Adalah untuk kemuliaan Sang Pencipta

Tentunya aku membutuhkan cermin yang benar
Yang baik dan tak rusak
Sehingga aku bisa melihat diriku
Seperti apa sebenarnya
Melihat kekurangan dalam diri ini
Dan kemudian mencoba memperbaikinya

Adakah engkau juga ingin mengenal siapa dirimu sebenarnya?
Ingin mengetahui apa yang salah dalam dirimu
Dan memberi diri untuk diperbaiki
Atau sudah nyaman dengan dirimu yang sekarang?
Atau bahkan tak peduli dengan diri dan apa yang akan terjadi selanjutnya.