Tanah Karo : Bukan Hanya Karena Bencana, Tapi Juga Melalui Karya


http://print.kompas.com/getattachment/e783eccb-7a77-4fd3-8141-93e95b3d4222/Menyaksikan-Gunung-Sinabung-Erupsi

Tanah Karo.

Bila mendengar nama ini, maka seantero Indonesia atau bahkan dunia pasti akan merujuk pada suatu topik yang sama, yaitu : ”Gunung Sinabung”.

Ya, memang tak dapat dipungkiri lagi, bahwa inilah kondisi yang terjadi di Tanah Karo pada saat ini.

Gunung Sinabung tidak sembuh dari “sakit batuknya” kata setiap warga Tanah Karo yang ku temui, saat aku berada di Kabanjahe. Lava, debu vulkanik dan awan panas terus ditumpahkan oleh Gunung Sinabung.

5W+1H                                       

Yah, kita gak usah bahas tentang 5W+1H dari Gunung Sinabung ini ya. Toh aku juga gak terlalu paham dan aku cuma mahasiswa ilmu komputer biasa yang masih bergumul dengan One Crazy Little Thing Called Skripsi😀

Yang aku mau bahas kali ini adalah kenapa ya semua orang hanya akan kenal Tanah Karo karena bencana alam yang terjadi di sana?? Tanah Karo masuk sorotan kamera TV, masuk dalam berita di radio, media massa bahkan media sosial, karena erupsi Gunung Sinabung. Aku tidak mempermasalahkan itu, toh sangat baik kan kalau seluruh dunia tahu apa yang menjadi kondisi di Tanah Karo sekarang dan akhirnya tergerak hatinya untuk berdoa untuk pengungsi dan bencana segera berhenti.

(Tapi eh tunggu dulu, kita udah pernah berdoa untuk pengungsi dan Gunung Sinabung gak?? Kalo sudah, sudah serutin apa?? Yok sama-sama jawab dalam hati dan evaluasi diri [aku juga ikutnya woi :D])

Sedih.

Nah, apakah kita tidak sedih, jika hanya karena bencana Tanah Karo Simalem kita di dengar oleh orang lain.

“Berastagi kan daerah wisata, jadi kan orang juga kalo dengar Tanah Karo gak karena bencana aja?? “

Iya.iyaa.. Tapi kan udah dari zaman dahulu orang juga udah kenal berastagi.

Tapi apa kita gak mau, orang kenal Tanah Karo dari hal lain, yang lebih menggembirakan?? Bukan kubilang, kita jadinya gembira-gembira di tengah duka yang dirasakan terkhusus saudara-saudara kita di pengungsian. Maksudku, biarlah ada hal yang membuat seluruh warga Tanah Karo boleh bersukaria, karena suatu hal yang membanggakan.

Membanggakan??

 Yap. Yang kumaksud adalah “Tidakkah ada kerinduan dari dalam hati kita, pemuda-pemudi Karo, untuk membuat suatu karya yang membanggakan seluruh orang Karo yang ada di dunia ini??” Terutama yang masih mahasiswa atau yang masih fresh graduate.

Kayaknya udah banyaklah orang Karo yang udah kuliah sekarang dan banyak yang mengambil jurusan yang bervariasi.

Ada yang ngambil Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Kedokteran dan yang berkaitan dengan kesehatan, Fakultas Ekonomi, FISIP, FMIPA, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian.

Di masing-masing fakultas terdapat banyak jurusan dan aku percaya ada banyak orang Karo di dalamnya.

Banyak hal yang sudah kita pelajari semasa kuliah. Banyak hal yang harusnya bisa kita terapkan atau malah jadikan inovasi dalam kehidupan kita sehari-hari sesuai jurusan kita masing-masing. Misalnya yang anak teknik, yang ngerti tentang vulkanik, bisa berbuat suatu inovasi di bidang vulkanologi dan malah bisa sangat membantu di tengah kondisi Tanah Karo yang sekarang. Atau pertanian, bisa memikirkan dan menciptakan sesuatu yang baru dari tanah dan segala sumber daya alam yang terkena dampak letusan Gunung Sinabung. Atau jurusan yang lain juga. Gak tau aku buat contoh yang lain, karena anak komputernya aku😀, teman-temanlah ayok kita membuat karya. Walaupun tidak berkaitan dengan Gunung Sinabung kan gak masalah.

Yok, kita berpikir dan merenung hai pemuda-pemudi intelektual Karo.

Apa yang bisa kita perbuat.

Yang lagi ngerjai skripsi, yok kita buat skripsi yang memang berdaya guna serta memiliki dampak di kehidupan sehari-hari, bukan hanya biar udah tamat saja.

Aku pernah dengar dari satu pembicara di suatu acara yang mengatakan: ”Jika kamu yang memiliki sebuah impian/kerinduan, maka harusnya kamu yang pertama menyingsingkan lengan bajumu, untuk mewujudkan impian/kerinduan itu”. Aku kembali tertegur saat ini.

Apa ya yang kira-kira bisa aku perbuat, sebuah karya atau inovasi yang bisa aku perbuat sebagai mahasiswa Ilmu Komputer yang bisa membanggakan keluargaku semua warga Tanah Karo.

Yang mahasiswa karo jurusan yang berkaitan dengan komputer, yok diskusi apa yang bisa kita buat. Gitu juga dengan teman-teman dari jurusan lain. Yok teman-teman, jangan sia-sia kita kuliah sampe 4 tahun semua. Maunya semua warga Tanah Karo bisa merasakan kehadiran kita juga.

Jarang-jarang lho (bukan gak ada ya, tapi gak terlalu banyak), orang karo yang buat inovasi yang dikenal di Indonesia dan di Dunia.

Apa gak mau kita pal,sen,tur??🙂

Akhir Kata.

Yak, akhir kata inilah kira-kira curhatanku. sebenarnya takut juga ngeposting ini, karena pasti dibilang orang banyak cakaplah, cuma mimpilah dll. Tapi paling tidak aku sudah lega, hal yang nyesek dalam hatiku bisa kukeluarkan.

Yok, kalau kamu terkesan atau termotivasi sampai berapi-api baca posting ini, boleh dishare ke yang lain.

Kalo gak, juga gak apa-apa. Ini kan cuma postingan blog.

Yang penting kita merenung apa yang bisa kita perbuat terhadap tanah kelahiran kita ataupun yang gak lahir di Tanah Karo kita, terhadap suku kitalah..

Bangganya kan punya identitas jadi suku Karo??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s