Saya tidak akan nonton film grave of the fireflies versi manusia [gotf part 1)


Pernyataan di atas bukan karena aku benci sama filmnya. Tapi karena aku udah nonton film animasinya, makanya aku mau mengeluarkan statement itu.

Film ini keluaran 1988 kalo gak salah dan berlatar belakang tahun 1945, masa perang dunia ke-2. Jadi disini yang menjadi fokus adalah bagaimana kehidupan warga jepang di masa perang ini.

Sebenarnya aku kurang suka nonton film sedih2. Karena sebagai laki2 pantang nangis nonton film dan kalo aku nonton film sedih, melankolisku langsung mengudara, jadinya bawaannya sedih2 aja lalap.

Tapi karena ini film masuk top 250 imdb, maka aku pun pengen nontonnya.

Pemeran utamanya adalah seita dan setsuko. Mereka abang adek, si seita abang 14 tahun si setsuko adek perempuan umur 4 tahun.

Jadi mereka menjalani hidup dimasa perang, dimana makanan di jatah, dan setiap rumah berpeluang kena bom dari amerika.
Awalnya mereka tinggal di rumah sodara. Tapi karena si seita gak kerja, sedangkan dia juga gak ngekost di rumah sodaranya itu, maka bibi yg punya rumah sering ngomel2 ke dia. Dan akhirnya pergilah dia dan adeknya itu tinggal di tempat lain, berbekal uang tabungan mamaknya.

Akhirnya mereka pun pergi dari situ dan nyari2 tempat tinggal, dan akhirnya mereka dapat bekas tempat perlindungan bom yg udah gak dipake lagi.

Pas terakhir, adeknya si setsuko meninggal karena kurang gizi. Dan yang paling sedih, setelah dibuat scene yg menunjukkan  apa yang dilakukan setsuko selama si seita mengusahakan makanan mereka sehari-hari.
Jadi si setsuko ditinggal di rumah sendirian. Ya namanya anak umur 4 tahun kan, mau main2 aja kerjaannya. Jadinya selama nunggu abangnya, mainlah dia sendiri, lalu bersih2 rumah semampunya. Dan yg membuat dia sakit adalah karena dia suka buat kue-kue dari tanah, lalu dimakannya. Alhasil itulah yang memperburuk kesehatannya.

Satu lagi sih yang sedih, pas si seita habis dipukuli pas ketahuan nyuri sayuran. Setsuko ngintip dari belakang, yang sedang dalam kondisi sakit sebenarnya. Lalu dibilangnya sama abangnya, kek ginilah kira2: “apa yg sakit bang, perlu kupanggilkan dokter??”. Padahal si setsukonya pun sakit, tapi dengan polos dan tulusnya dibilangnya sama abangnya itu.

Wahh, mungkin dari ceritaku ini gak sedih kedengarannya ya, karena aku juga gak jago buat cerita sedih. Mending nonton sendirilah.
Alasanku gak mau nonton versi manusianya, karena pasti lebih sedih lagi nanti, dan akan berujung keluarnya air mata dari pria pengurus blog ini😀

Tapi ada sih perenungan pribadi yang kudapatkan dari film ini. Tentang mengasihi keluarga dan menghargai makanan.

Yah,sekian dulu postingannya. Selamat malam minggu semua🙂

4 thoughts on “Saya tidak akan nonton film grave of the fireflies versi manusia [gotf part 1)

  1. Bener banget tentang perenungan pribadi agan, khusus nya yang “Menghargai Makanan”
    terkadang ane pas makan ngambil kebanyakan dan akhirnya bersisa,, ane terdiam sejenak membayangkan Setsuko, dan ane lanjutin makannya, ane paksain sampe abis…
    terdengar lucu memang, tapi jika mengingat kisah film ini yang sampe2 setsuko ngulum kelereng yang disangka nya permen, masih ane mau menyia nyiakan makanan..
    film sedih banyak, tapi tak banyak di antara nya yang mampu mengubah padangan hidup, sampai menerapkan nya dikehidupan sehari hari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s