Sebuah Puisi Tentang “Sepertinya Bukan Hantu”


Kemanapun engkau berjalan
Dia selalu berusaha mengikutimu
Dia sering tak kelihatan
Tapi kau merasakan dia seperti ada disampingmu
Dia sering gentayangan
Melihat semua tingkah lakumu
Memang dia sepertinya sosok yang menakutkan
Tapi aku rasa dia sepertinya bukan hantu

Kamu sering nonton ganteng-ganteng serigala
Dan mungkin berharap dia seganteng salah satu artis di dalamnya
Tapi tidak ada yang pernah tahu seperti apa wajahnya
Karena dia memang tak mau menampakkan wujudnya
Siapakah dia sebenarnya?
Oh kau sungguh penasaran dibuatnya

Kau sering gentayangan di pikirannya
Eh kok jadi terbalik, dirimu yang gentayangan ya?
Tapi itulah faktanya
Wajahmu selalu muncul di pikirannya

Setiap tweet yang engkau posting
Atau foto yang engkau sharing
Selalu dianggapnya jadi hal yang penting
Menatap tawamu dia bahagia
Mendengar sedihmu dia menderita
Senyum manismu membuatnya bercita-cita
Andaikan engkau jadi miliknya

Stalker oh stalker
Memang dia bukanlah hantu
Dia hanyalah seorang penggemar rahasia
Yang bersembunyi di balik rasa malu
Untuk menyatakan rasa yang sesungguhnya ada di dalam hatinya
Tidak ada niat baginya mengganggu
Hanya dia selalu dilanda rindu
Padamu yang bahkan tidak tahu siapa namanya

Inilah kisah tentang stalker
Ato sekarang kerennya disebut silent reader
Selalu dia merajut mimpi
Bisa berjalan bersamamu, suatu hari nanti

7 thoughts on “Sebuah Puisi Tentang “Sepertinya Bukan Hantu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s