Aku Ditolak Tukang Jahit (Sakitnya Tuh Disini)


Semalam aku mau berangkat ke kampung halamanku di Kabanjahe, Tanah Karo.
Aku mau ikut ibadah di sekolahku dulu, SMA Negeri 1 Kabanjahe bersama adik-adik junior sekarang yang masih sekolah disitu.

Sebelumnya aku dan temanku, udah janjian jumpa di stasiun, biar bareng berangkat naik bus a.k.a angkot ke Kabanjahe. Kami janji jumpa jam 7.

Aku telat 10 menit dari waktu yang udah kami sepakati, tapi ternyata pas aku udah nyampe temanku juga belum ada di stasiun.
Akhirnya aku pun duduk di kursi dan menelepon temanku untuk menanyakan dia sudah dimana.
Saat aku mulai menelepon, aku merasakan dingin di bagian pahaku. Aku heran, knapa bisa dingin. Kalo emang ada hantu, biasa dinginnya di sekujur tubuh, ini kok di paha aja pikirku.
Lalu kuperhatikan pahaku sembari menelepon.
Wah ternyata celanaku di bagian paha robek cukup lebar.

Aih. Aku baru ingat ternyata celanaku ini udah robek dari kemaren-kemaren, tapi belum sempat dijahit. Karena tadi aku ngambil celana dalam posisi terlipat celananya, jadi gak kelihatan robeknya. Aku heran juga sih, kenapa gak dirumah aja sih tadi ketahuannya.

Akhirnya aku pun berpikir, karena kami udah mau berangkat, nanggung kali balik ke rumah, soalnya rumahku dengan stasiun cukup jauh. Aku pun berinisiatif mencari tukang jahit di sekitar stasiun, supaya bisa dijahit sebentar celanaku ini.
Jam masih menunjukkan pukul 7.15.
Aku bertanya kepada ibu-ibu yang lagi ngasi makan anaknya, nanya dimana di dekat sini ada tukang jahit.
Ibu itu pun menunjukkanku arah tempat tukang jahit.
Aku pun berterimakasih, dan segera meluncur ke arah yang ditunjukkannya.

Pucuk ditilam, ulam pun tiba. (Eh pasnya peribahasa ini?)
Aku dapat tempat tukang jahitnya. Tukang jahitnya adalah 2 orang cewek. Dan akhirnya aku masuk, dan mulailah percakapan kami.
Aku (A), Penjahit (P)
A: Permisi..
P: Kenapa bang?
A: Jadi gini. Aku mau pulang ke Kabanjahe, tapi pas nyampe di stasiun aku baru tahu kalo celanaku robek. Bisa gak jahitkan celanaku disini sebentar?
P: Gak bisa bang..
A: Eh, gak bisa ya? Cuma jahitkan sikit aja kok robeknya. Bisa?
P: Gak bisa bang.. Di penjahit sebelah bisa, tapi dia jam 10 baru buka.
A: Oo, iya ya. Jadi cuma 2 sini tukang jahit kak?
P: Ada sih bang. Tapi di daerah Al-Azhar sana. Jauh bang.
A: Oo. Makasih ya kak.

Akhirnya aku pun pulang sambil pegang dada dan bilang:
“Sakitnya tuh disini..
Hari ini aku ditolak tukang jahit..”

Masak jahit sikit aja gak bisa.
Apa emang celanaku ini bukan celana biasa ya? Makanya gak sembarang orang bisa jahit?
Ato karena aku datang kepagian, makanya mereka belum mood mau menjahit.
Ato dipikir aku minta tolong dijahitkan aja, tapi gak kubayar alias gratis?

Akhirnya aku pun memilih pulang kerumah, untuk mengganti celana lagi. Dan temanku pun jadi berangkat duluan.

Baru kali ini di tolak tukang jahit.

16 thoughts on “Aku Ditolak Tukang Jahit (Sakitnya Tuh Disini)

  1. Kadang saya juga bingung klo ditolak dengan alasan yg nggak jelas. Apa mungkin krn tukang jahitnya cewek ya? Jadinya mereka ga perlu bikin alasan yg jelas buat nolak? hahaha…

  2. ahahaha😀
    sakit,, memang sakit,, ahahaha
    baru bisa ngebayangin kalo ditolak sama tukang jahit sakitnya bisa kaya gt ya bg.
    gk langsung abang banting aja uangnya depan mereka kayak di film”,,
    biar tau mereka berurusan sama siapa.. *lho*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s