Mulutku Dieksplorasi (Karang Gigi Story-Periodonsia)


Hari ini aku cek gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di USU. Aku baru tau ternyata pendidikan juga punya gigi dan mulut😀 *becanda. Aku datang karena ada juniorku pas di SMA dulu, yang sedang co-as di FKG USU. Co-as itu adalah praktek langsung terhadap pasien. Jadi setiap mahasiswa, yang udah dapat gelar SKG, harus menjalani co-as di berbagai departemen di FKG USU. Dan hari ini aku diperiksa di departemen Periodonsia.

Sebelumnya adek ini, (aku kasih inisial aja ya, manatau dia gak setuju masuk berita blog ini, inisialnya EES) namanya Eva Esterlitna Surbakti, dia lagi co-as di departemen Periodonsia. Di departemen ini khusus menangani gigi yang banyak karang giginya. *kayaknya sih benar😀 Nah, karena aku juga banyak karang gigiku, akhirnya aku pun melamar untuk jadi pasiennya, mumpung memang lagi pengangguran sekarang😀 Kami janjian ketemu di RSGM USU, jam 9. Aku datang tepat waktu.

Setelah kami bertemu, kami pun segera bergegas menuju ruang praktek departemen Periodonsia. Saat masuk ke dalam, aku melihat ternyata ada banyak dokter di dalam beserta pasien. Ternyata bukan aku aja yang melamar disini. Ternyata ada banyak orang juga yang sedang dilayani. Aku pun disuruh duduk oleh adek ini, di tempat duduk khusus perawatan gigi. Pertama kali lihat, aku kira ini sebenarnya alat simulasi bawa mobil, karena emang bentuk lampunya mirip sama steer mobil. Coba liat aja:

image

Pas kan. Malah lebih mirip steer pesawat star wars aku lihat, karena seperti pegangan dia di sebelah kiri dan kanan. Tapi setelah kuperhatikan banyak perlengkapan di kursi ini, barulah aku yakin kalo ini adalah betulan tempat periksa gigi😀

image image image

Pas aku lihat tombol-tombol di mesin ini ternyata cukup unik. Ada tombol untuk menuang air ke gelas. Mungkin kalo ditekan bisa keluar kopi ato teh ya. Wah asik juga ini.

image

Tibalah waktunya saat gigiku diperiksa. Ternyata kalo awal pemeriksaan, cukup lama prosesnya. Adek ini mulai bertanya tentang biodata pribadiku, riwayat penyakit, setelah itu dia mulai menghitung jumlah gigiku. Setelah dihitung, dia pun mulai mengecek karang gigi dan setiap permasalahan yang terjadi di gigiku. Ada banyak kategori masalah yang mau dicek, dan itu dicek per gigi. Jadi emang luar biasa dokter gigi ini ya. Hapal dia semua kode gigi, dan juga masalah yang ada pada gigiku. 2-4 3-4 4-1 festibula, oral dll  katanya, mngatakan kode gigiku. Tapi kok mirip supir angkot ya, “8-6 5-7 masih muat”.😀 Luar biasa, salut untuk dokter gigi. Aku sih disuruh gitu, pasti agak was-was. Soalnya kalo salah diagnosa bisa gawat kan. Harus detail dan lengkap semua diagnosanya. Saking lengkapnya, adek ini tau bahwa ada gigiku yang hilang, padahal aku yang punya gigi aja, lupa gigiku pernah hilang😀

Pemeriksaan oleh mahasiswa co-as biasanya didampingi oleh dokter gigi yang sudah ahli dan merupakan dosen. Jadi kita gak perlu takut kalo periksa kesini, karena bisa dijamin kok keamanannya, walaupun belum dokter gigi langsung yang menangani. Apalagi dokter-dokter disini baik-baik juga. Selalu dibilang samaku” maaf ya bang, permisi ya mas” tapi kadang sedih juga pas dibilang “maaf ya pak” -__-

Akhirnya setelah proses pemeriksaan selesai, gigiku pun dicetak dalam bentuk gips. Jadi katanya untuk melihat kondisi gigi sebelum dan sesudah di rawat nanti. Jadi pas udah selesai perawatan nanti, akan dicetak lagi bentuk giginya. Setelah selesai proses pencetakan gips, kemudian karang gigiku pun mulai dibersihkan (scaling). Agak ngilu sedikit sih, tapi gak terlalu sakit kok. Soalnya kata adek ini, kalo sakit angkat tangan katanya, biar dihentikan. Untung gak sambil lambai-lambai ke kamera ya, nanti macam bukan dunia lain pulak aku😀

Pas proses scaling berlangsung, adek ini bilang kalo gusiku itu udah bengkak, jadi gampang berdarah. Lalu adek ini bilang, kasian kali gusinya bang, bengkak. Jadi aku gak kasian dek, yang punya gusi? Sakitnya tuh disini lho dek *sambil pegang dada😀

Deng ding deng.

Selesailah proses scaling karang gigi tahap pertama. Karena waktu juga udah cukup lama habis, jadi dilanjut besok hari. Tapi sebelum pulang aku mau dipoto dulu katanya. Sebenarnya sih aku mau menolak, jangan dipoto sekarang dulu. Karena emang pakaianku gak rapi-rapi kalo. Jadi rencanaku mau dipoto sambil pake jas gitu, lalu rambut pake minyak rambut. Tapi gak usah kata adek ini, karena yang mau dipoto cuma gigiku aja, jadi gak kelihatan pasti bagian tubuh dan mukaku. Yah, batal lah niatku. Padahal mau poto selfie juga tadi😥

Pas gigiku mau difoto, aku disuruh buka mulut lebar-lebar. Tapi karena poseku saat buka mulut, gak sesuai dengan keinginan fotografer alias adek ini, jadi si adek ini memperagakan pose membuka mulut yang dimaksudkannya. Jadi dibukanya lebar-lebar mulutnya, dan bilang “kayak gini buat bang..”. Issh, ternyata calon-calon dokter gigi ini jadi teladan semuanya ya bagi pasiennya. Aku pun mengikuti pose yang sudah diperagakan tadi.

Sampailah di akhir acara.

Hasil scaling oleh adek ini pun diperiksa oleh dokter gigi setempat. Setelah diperiksa, aku pun diperbolehkan pulang. Waktu aku mau pulang, ternyata aku lihat ruangan ini sudah sepi. Tapi ternyata masih ada orang. Awalnya, aku pikir mereka itu dokter gigi juga.

image

Ternyata bukan. Mereka adalah dokter elektronik. -__- Jadi mereka lagi memperbaiki tempat perawatan gigi yang sedang rusak. Tapi sungguh mulia pekerjaan mereka, gak kalah penting dengan dokter gigi. Kalo mereka gak perbaiki alat itu, pasti dokter gigi akan kesulitan dalam memeriksa gigi pasien. Tetap semangat bang🙂

Yah, demikianlah ceritaku hari ini. Besok mau lanjut lagi proses scalingnya. Ayo, yang punya keluhan pada gigi, boleh datang ke RSGM USU ini. Kita akan dilayani oleh calon dokter gigi yang baik dan sabar. Disini juga kita diajari gimana caranya menggosok gigi yang benar. Biar gak banyak lagi karang gigi di gigi kita, jadi cukup diri kita aja yang rawat gigi kita sendiri🙂

Terimakasih dokter gigi🙂

Sampai jumpa di postingan selanjutnya🙂

17 thoughts on “Mulutku Dieksplorasi (Karang Gigi Story-Periodonsia)

      1. aku kalau sakit gigi terus si gigi itu mau copot aku mah sukanya langsung aku copot sekalian. biar langsung sakitnya pas dicopot itu, dari pada cenut-cenut terus. kan menderita ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s