Ratapan Anak Tiri [Kisah Nyata Di Lingkungan Rumahku :(]


Ternyata memang fenomena ratapan anak tiri, masih ada sama sekarang.

Dulu sih aku nganggap itu terjadi, karena memang zamannya masih begitu. Kalo di zaman sekarang ini, ya gak mungkin lagi terjadi. Eh ternyata terjadi juga.

Nah, kejadiannya ini terjadi di kawasan rumahku di kabanjahe. Jadi ada seorang pasangan muda, yang baru menikah belum genap 1 tahun. Tapi si suami, udah langsung nikah lagi sama perempuan lain, yang dikenalkan sama dia. Jadi si suami itu, poligami pas istrinya lagi hamil.

Sekarang mereka tinggal di satu rumah. Dan yah, namanya di madu kan susah akurnya. Jadi istri pertama dan istri kedua sering gak akur. Yang lebih galak itu, istri pertama. Dia suka KDRT sama istri kedua, sering main fisik. Memang istri pertama lebih tua daripada istri kedua, makanya lebih sering akhirnya istri kedua yang mengalah.

Kadang-kadang kedengaran sampai rumahku suara mereka kalo berantam. Nah yang aku heran, si suami gak pernah dengar suaranya pas mereka berantam. Mungkin dia takut ya, makanya milih diam, menjaga anak-anak yang masih kecil biar gak lihat kekerasan yang terjadi di rumahnya. Kasian anak-anak mereka, masih kecil tapi udah ngerasain perpecahan dirumah😦 Suaminya Cuma sering ngomong pas pagi hari aja, siap itu diam-diam aja terus. Gimana sih sebagai kepala rumah tangga?

Nah, kini anak-anaknya sudah remaja. Tapi ternyata kebencian si ibu, nular ke anaknya. Kabar-kabarnya sih, aku tau dari kakakku, anak dari istri pertama suka main fisik juga sama anak dari istri kedua. Padahal dari segi jumlah, lebih banyak anak dari istri kedua, ada 5 orang anak dia, sedangkan anak istri pertama Cuma dia. Tapi sering kali, mereka jadi korban kekerasan oleh anak istri pertama.

Ckckck..

Aku gak nyangka aja, zaman sekarang ini, masih terjadi hal-hal seperti ini. Bukannya ini sudah zaman modern? Heran saya.

Dan lebih mirisnya lagi, mereka itu udah sering di ingatkan oleh kakakku, supaya jangan berantam sampe main fisik segala. Tapi mereka gak mau ngerti dan mendengar. Apa mereka gak ngerti bahasa manusia ya?

Hmm..

Tinggal tunggu waktu aja ini, di bawa ke persidangan. Kalo gak selesai ini dalam waktu dekat, pas desember nanti mungkin mereka bakal di bawa ke persidangan. Gitu kudengar dari kakakku, kira-kira pas natal nanti katanya.

 

Yah begitulah realita dunia ini.

Ayam-ayam sekarang memang masih kurang terpelajar..

Kasian anak tiri ayam itu, kecil-kecil udah kena main fisik.

Meratap lah anak ayam itu semua, ratapan ayam eh anak tiri.

 

(kisah ini betulan kisah nyata. Betulan, serius aku. Ayam-ayam ini adalah ayam peliharaan kakakku, yang dibuat kandangnya disekitar halaman rumah. mereka sering patok-patokan, gak ibunya gak anaknya, sama aja suka main kekerasan, patok-patokan)

Foto keluarganya nyusul ya, soalnya udah malam, gelap kandang di rumah mereka, jadi besok pagi kufoto😀


Yok cekidot postinganku yang lain🙂

luka-hati mjolnir-thor-avengers-marvel Line-chat

9 thoughts on “Ratapan Anak Tiri [Kisah Nyata Di Lingkungan Rumahku :(]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s