Ibu-Ibu Parkour (Ngaku Suku Batak, Wajib Baca)


Haloo semua.

Apa kabarnya hari ini?

Kesempatan ini aku mau bercerita tentang sebuah kejadian yang terjadi minggu lalu, antara aku dan adik kelompok PA ku (Kelompok Gioire namanya).

Jadi setelah belajar firman Tuhan bersama, kami pun berbagi kondisi pribadi untuk kami doakan. Akhirnya sampailah giliran salah satu adikku. Dia bercerita tentang bagaimana di gereja dia sedang melatih seorang adik berumur 11 tahun bermain keyboard. Karena masih kecil si adik ini, sering diantar jemput sama ibunya. Sampai disini, suasana berbagi masih kondusif, hingga tibalah adik kelompokku itu mengatakan:

“Aku lumayan kenal sama mamaknya. Mamaknya juga anggota Ina-Ina Parkour di gereja kami”

Sontak ketawa lah kami semua. Keren kali kami pikir, ternyata di gereja ada kelompok ibu-ibu yang parkour. Biasanya anak muda yang parkour, ini malah mamak-mamak.😀

Bagi yang gak tau apa itu parkour (baca : paar-kuur), parkour (Seni gerak) adalah aktivitas yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan efisien dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia(id.wikipedia.org).

Aktivitas ini untuk menolong seseorang melintasi rintangan, yang bisa berupa apa saja di sekitar lingkungan dari cabang-cabang pohon dan batu-batuan hingga pegangan tangan dan tembok beton yang bisa dilatih di desa dan di kota. Jadi seringnya kalo parkour ini loncat-locat dari satu gedung ke gedung yang lain, ato dari satu pohon atau batu ke objek yang lain.

Jadi sebenarnya karena agak kurang jelas si adek ini membilangkannya makanya kami salah tangkap maksud. Maksud dia mau bilangkan Ina-ina Par Koor, tapi eh malah jadi kedengaran sama kami Ina-Ina Parkour. Yang gak tau apa itu Ina-Ina Par Koor, ini adalah kelompok ibu-ibu yang sering bernyanyi dalam koor di gereja (dalam bahasa batak Ina = ibu,mamak dan par=kelompok atau bagian). Jadi Ina Ina Par Koor artinya Ibu-ibu yang ikut kelompok koor, bukannya Ibu-ibu kelompok parkour.

Sampai sekarang, kalo dengar kisah ini aku selalu aja geli mengingatnya. Soalnya gak kebayang aku kalo betulan lah itu ibu-ibu parkour, pasti kalo mau ke gereja, udah gak ada lagi yang lewat gerbang masuknya. Yang ada itu, ibu-ibu lompat dari satu atap ke atap yang lain. Gak kebayang, pas mereka lagi nyetop angkot, pas angkotnya udah berhenti bukannya malah masuk ke dalam, tapi manjat ke atap lalu loncat ke angkot yang lain sampe ke tempat tujuan. Atau kalo di pasar, pas belanja. Ibu-ibu sambil lompat salto dari tempat tukang tomat, ke tempat tukang bawang. Keren kali lah kalo betulan ada Ina-ina parkour ini😀

Bayangkanlah ibu-ibu yang koor ini,

koorTiba-tiba malah lompat-lompat seperti ini.

Gak kebayang😀

Ya begitulah ceritaku.
Dalam berbagi kadang disampaikan pergumulan dan kadang berbagi sukacita kayak kejadian ina-ina parkour ini😀.
Yang penting semua permohonan dinaikkan kepada Tuhan dan mari tunggu jawaban doa dari Tuhan. Dan persiapkan hati untuk mengerti apa yang jadi jawaban doa dari Tuhan, karena seringkali yang Tuhan berikan gak seperti yang di pikiran kita. Tapi Tuhan selalu kok memberikan yang terbaik bagi kita kalo kita mau mengasihi Dia dan menerima kasih-Nya.

Kalo ada yang lagi sedih atau suntuk, atau punya masalah sekarang, semoga posting ini bisa menghibur.
Dan jangan lupa berdoa sampaikan semuanya sama Tuhan ya🙂

Salam Gioire!
(Bersukacita senantiasa di dalam Tuhan.)

 

10 thoughts on “Ibu-Ibu Parkour (Ngaku Suku Batak, Wajib Baca)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s