Skripsi (Saat Keatas Satu-satunya Cara Lepas Dari Himpitan)


Halo semua..

Apa kabarnya ini?

Kali ini aku mau posting tentang beberapa hal yang aku lihat di media sosial beberapa hari ini. Ada yang lucu dan ada yang membuat hatiku sedih. Tapi tetap saling berkaitan. Apakah itu?

Kayaknya rata-rata pernah liat gambar ini kan?

Gambar ini pertama kali aku lihat, saat temanku di kampus membagikan gambar ini yang diposting di FP Meme Comic Indonesia. Karena temanku ada yang namanya kurniawan juga, jadi dimentionlah si kurniawan itu. Lucu ya kata-katanya, biar gak cepat habis, kata mama si kurniawan, jangan diborosi dan disembunyikanlah indomi kalo datang temannya.

Aku sih gak tau, apakah surat itu adalah surat betulan yang dibuat seorang ibu, ato emang buatan fans MCI. Tapi yang jelas, surat itu jelas-jelas menggambarkan fakta, bahwa memang tidak semua orang tua punya banyak uang untuk diborosi. Tidak semua kondisi ekonomi setiap orang sama.  Bagi yang mahasiswa rantau, orangtua dalam pikirannya sering ya anaknya kuliah di sana. Jadi dia fokus kerja cari nafkah. Terkadang sampai menggadaikan barang atau meminjam uang kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan kuliah anaknya.

Kalo dari gambar ini aku ngelihat, ya mungkin memang kondisi keuangan orangtuanya sedang tak baik. Mungkin bukannya mau pelit orang tuanya, tapi karena memang kalo terlalu diboros ato cepat habis itu indomie, mungkin akan terus minta ke kampung padahal keuangan juga harus dijaga. Apalagi bagi yang punya saudara yang masih sekolah. Kebutuhan anak sekolah sekarang kan mahal-mahal semua. Kalo dapat di sekolah negeri ya mungkin gak terlalu berat, tapi kalo swasta?

Dan ini gambar kedua.

Gambar ini aku dapat dari berita yang aku lihat tadi malam. Ini dia link beritanya, bukan link spam kok🙂

http://www.merdeka.com/peristiwa/diduga-stres-gara-gara-skripsi-mahasiswa-usu-gantung-diri.html

Dari berita itu, yang kutangkap sih sahabat ini stres karena data skripsinya hilang, karena laptopnya hilang juga. Dia juga dikenakan deadline 3 bulan lagi untuk menyelesaikan skripsinya kalo tidak mau di DO pihak kampus. Ya siapa juga gak kalang kabut, dengan kondisi tinggal 3 bulan lagi waktu, selama ini skripsi sudah dikerjakan dan tak disangka hilang laptop itu beserta datanya.

Aku gak tahu apa alasan kenapa dia agak lama mengerjakan skripsinya. Tapi mungkin saja dia juga sudah dapat pertanyaan kapan tamat kuliah atau tuntutan dari kampung oleh orang tua untuk segera menyelesaikan skripsinya. Ya wajar saja. Semangat orang tua kan bertambah kalo memikirkan anaknya sudah tamat kuliah. Artinya tanggungannya dalam hal biaya sudah sedikit berkurang, karena pastinya diharapkan dapat menghasilkan uang sendiri kalo sudah tamat.  Ya hampir berkaitan dengan gambar pertama tadi, bagaimana tampak bahwa memang uang tidak mudah untuk didapatkan sehingga harus berhemat.

Mungkin dia terhimpit dari segala sisi.

Dari orang tua yang menanyakan dan meminta untuk segera menyelesaikan skripsi.
Dari pihak kampus yang memberikan deadline 3 bulan lagi sebelum DODari melihat teman-temannya sudah tamat duluan
Dari kejadian terakhir, laptopnya hilang padahal disitu semua data skripsinya.

Wah, memang suatu kondisi yang kalau tidak dapat berpikiran positif memang bisa berdampak fatal ya.

Dari judul postku diatas, kita bisa melihat kalimat “Saat Keatas Satu-satunya Cara Lepas Dari Himpitan”, yang kumaksud bukanlah untuk mengakhiri hidup dan pergi meninggalkan dunia ini.
Tapi yang kumaksud adalah, disaat di dunia ini sepertinya tak ada lagi pengharapan atau pertolongan yang bisa didapatkan di dunia ini atau berharap sesuatu yang mustahil akan terjadi, maka sebenarnya pada pencipta dunia ini ada pertolongan itu.
Allah yang menciptakan segala termasuk kita. Dan dia sangat mengasihi kita ciptaanya yang mulia.
Kasih-Nya yang begitu besar nyatalah dalam Tuhan Yesus yang mau mati untuk menebus kita dari dosa yang berujung pada maut.
Jika mengorbankan nyawa-Nya pun Dia berkenan, dan pada hari ketiga telah bangkit pula menaklukkan maut, maka tidak mungkin kuasa-Nya tidak nyata disaat ada pergumulan yang terjadi di dunia ini, termasuk dalam perkuliahan dan juga proses skripsi ini.

Mari teman-teman.
Jikalau saat ini ada yang sedang mengalami masalah serupa atau masalah lain dalam skripsi dan perkuliahan.
Ambil waktu sejenak untuk berdoa, menyampaikan segala kesusahan hati, kesesakan, pergumulan yang sepertinya tidak ada jalan keluar, kepada Tuhan.
Biarkan Kristus hadir dihidup kita dan Dia menjawab segala permohonan kita.

Mazmur 118:5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.

Pertolongannya sangat nyata teman-teman saat kita sudah menaikkan doa. Rasakan bagaimana Tuhan menjawab doa kita. Ada damai dalam hati, dan pikiran pun positif untuk memikirkan apa yang mau dikerjakan selanjutnya.

Dan juga jangan lupa backup skripsinya. Apakah itu ke laptop teman, ato ke flashdisk, ato ke dvd. Kita gak tau masalah apa yang terjadi kedepannya.

Akhirnya, mari kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan dan orang tua kita ini.
Tetap semangat teman-teman.

NB: Tujuanku buat posting diatas bukan mau menghakimi. Banyak dari hal diatas merupakan suatu perenungan juga dari diriku saat mengerjakan skripsi dulu. Aku juga tidak tamat tepat waktu, tapi Tuhan tetap bekerja hingga akhirnya aku tamat. Sekarang lagi proses mencari kerja, mohon doanya😀 Gbu

 

24 thoughts on “Skripsi (Saat Keatas Satu-satunya Cara Lepas Dari Himpitan)

  1. Skripsi memang menguras tenaga pikiran dan biaya tentunya. Makanya harus diimbangi dengan senang- senang, selain itu juga harus selalu dekat dengan Tuhan, banyak doa. Saya sekarang juga lagi skripsi bang. Tidur rasanya gak nyenyak. Haha.. Tapi over all, menikmati proses ini. Salam kenal🙂

  2. inget skripsi, sakitnya disini (sambil nunjuk kepala) , pusing maksudnya he. Dalam mengerjakan skripsi kita harus 3B (Berusaha, Berdoa, Bertawakal).

    1. Aku sih setuju aja kalo ada skripsi bro. Tapi sering kali, malah dari pihak kampus, aneh-aneh aja kendalanya. Dan emang sering skripsi kita, dari segi kualitas kurang bisa bersaing. Malah banyak yang tempah juga kan, padahal pas kuliah 7 semester sudah punya bekal.

  3. sangat menguatkan bg,, it lah yg sedang kualami.. hanya bersandar penuh pada Yesus atas semua yang terjadi dan tak dimengerti😀

  4. memang jaga” itu perlu…
    apalagi sekarang backup sudah mudah berkat bantuan internet dan clound…
    dan yang pasti kita harus berfikir positif… allah tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s