Cara Menghitung Ongkos Angkot Dengan Google Maps


Haloo semua.
Apa kabarnya ini?
Kali ini aku mau melanjutkan membahas tentang BBM yang pernah aku bahas di postingan sebelumnya:

https://jakupsinusinga.wordpress.com/2014/10/26/avresident-the-legend-of-jokow-aang/

Disini aku akan membahas tentang cara menghitung ongkos angkot yang benar, setelah harga BBM naik.
Aku ambil 1 sampel angkot di medan yang sering aku naiki di medan. Biasa aku naik angkot itu dari simpang rumah ke mantan kampusku dulu *ciee mantan kampus, udah tamat akhirnya :D* USU.
Dari informasi yang aku dapat,1 estafet angkot = 10 km. Dan setiap 1 estafet itu ongkosnya Rp 5.500.

m.analisadaily.com/news/read/mulai-besok-ongkos-mpu-rp5500estafet/83087/2014/11/20

Kenaikan ongkos memang membuat kondisi keuanganku semakin mengkhawatirkan, apalagi di masa-masa belum bekerja sekarang. Kemaren pas aku naik, ongkosku dipotong Rp 5.000, karena memang sebelum kenaikan BBM ongkos ke USU Rp 4.000 jadi sekarang naik seribu. Karena biaya yang sudah cukup tinggi untuk ongkos, akhirnya aku pun penasaran mau tahu, sebenarnya berapa sih ongkos yang tepat ke USU dari rumahku sesuai dengan tarif per estafet yang baru. Karena aku juga masih sering pergi ke daerah sekitar USU.

Kalo setiap 10 Km biayanya Rp 5.500, berarti setiap 1 Km biayanya Rp 550. Berarti untuk mengetahui berapa ongkos sebenarnya dari rumahku sampai ke USU, aku perlu tahu berapa Km jarak dari rumahku ke USU. Nah pertanyaannya, bagaimana cara tahu berapa jaraknya?

*ting tong*
Aku pun teringat sama aplikasi google maps di hapeku. Selama ini aku sering pake aplikasi ini untuk mencari lokasi di medan. Selain memberitahukan lokasi yang ingin kita ketahui, google maps juga memberitahukan berapa jaraknya, serta waktu tempuhnya.
Aku pun membuka aplikasi google mapsku dan mencari jarak dari rumahku ke USU. Keluarlah hasilnya:

image

Ternyata dari lokasi rumahku ke USU itu jaraknya 5.6 Km. Setelah aku perhatikan lagi hasilnya, ternyata jalur yang ditunjukkan oleh google maps sama dengan jalur trayek angkot yang kunaiki.

Setelah dapat jaraknya, berarti tinggal mengkalkulasikan berapa ongkos dari rumahku ke USU. Berarti jarak tempuh dikalikan dengan ongkos per Km:
5.6 x 550 = 3.080.
Wah ternyata dari rumahku yang berjarak 5.6 Km dari usu, ongkosnya seharusnya hanya Rp 3.080. Jarak itu pun sudah dihitung dari lokasi rumahku. Faktanya, sebenarnya aku kalo mau naik angkot, harus jalan kaki ke simpang yang berjarak sekitar 800 meter, karena memang rumahku di dalam gang. Berarti dari informasi ini, jarak yang harus ditempuh angkot yang kunaiki malah jadi kurang dari 5.6 Km.
Dari yang biasa kuberikan dengan hasil perhitungan ini, perbedaannya sekitar Rp 2.000 rupiah.

Yah, memang di lapangan atau realitanya tidak bisa kita buat perhitungan ongkos tepat seperti perhitungan ini, dimana kita naik dan dimana kita turun. Karena kalau seperti itu, setiap supir angkot harus tahu secara detail berapa jarak yang sebenarnya kita tempuh, dan hal itu belum memungkinkan untuk diterapkan sekarang. Tapi setidaknya perhitungannya tidak terlalu jauh dari jarak yang ditempuh sebenarnya. Karena terkadang, kita cuma naik angkot sekitar 1 Km (yang sebenarnya hanya Rp 550) malah dipotong Rp 2.000 dan pernah aku kejadian sampai Rp 4000. Kadang kalo kita kasi ongkos yang tepat malah dimarahi abang supir karena dibilang kurang *pengalaman*. Aku bukan pula tipe yang ngotot protes, tipe pasrah. *cuma kadang kalo terdesak kali ya ngotot juga protes*.

Ya, aku ngerti abang supir juga butuh biaya untuk menghidupi keluarganya, tapi kita-kita juga penumpang ini apalagi yang kayak aku pengangguran, juga gak semua punya uang banyak. Maunya sih, kita sama-sama gak terlalu diberatkan. Karena kadang untuk Rp 1.000 rupiah aku pun sering memilih untuk berjalan kaki saja dari lampu merah simp. Pemda ke rumah daripada naik angkot ke simpang rumah, karena kadang ongkos yang dipotong melebihi tarif biasa. Lumayan Rp 1.000 buat tambahan ongkos di besok hari.

Ya demikianlah pemaparan yang bisa aku sampaikan. Teman-teman yang mau coba hitung berapa jarak dari rumahnya ke lokasi yang dituju boleh coba cara ini. Aku juga tidak berniat menyudutkan atau menyalahkan abang supir angkot, karena sering juga cerita sama supir angkot gimana suka dukanya dalam bawa angkot. Hanya karena memang diterapkan Rp 5.500 per estafet, kan gak apa-apa kita hitung. Sekalian kalo boleh bisa lebih meringankan beban kita sebagai penumpang. Kan kalo makin banyak warga yang naik angkot dengan harga yang terjangkau, maka akan semakin meningkat penghasilan abang supir.

*ini sebagian adalah curhatan pengangguran.
Ayo semangat kita yang pengangguran😀

6 thoughts on “Cara Menghitung Ongkos Angkot Dengan Google Maps

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s