Tingkat Kedewasaan Wanita (Dikaji Dari Ilmu Cabeologi)


Haloo semua.
Jumpa lagi dengan saya.
Kali ini aku mau bahas tentang tingkat kedewasaan seseorang. Tingkat kedewasaan ini ditinjau dari ilmu cabeologi. Ilmu cabeologi ini khusus mengkaji tentang perempuan. Oleh karena itu tingkat kedewasaan yang akan aku paparkan adalah tingkat kedewasaan seorang perempuan. Mau tau kamu di tingkat kedewasaan mana? Yok cekidot.🙂

1. Paprika-paprikaan
Di tingkat ini, seorang perempuan masih tergolong muda, bisa anak-anak ataupun remaja. Dalam keluarga cabe, paprika tergolong tidak terlalu pedas. Padahal yang kita ketahui cabe itu identik dengan pedas. Identitas sebuah cabe adalah pedas. Jadi ibarat paprika sebagai cabai yang tidak pedas, perempuan di tingkat ini boleh dikatakan perempuan yang belum dewasa yang belum memiliki identitas pribadi. Kerjaannya juga masih banyakan main-main. Main karet, main boneka, main ular tangga dsb. Belum terpikir oleh perempuan di tingkat ini untuk menjadi perempuan yang sesungguhnya, yang memiliki identitas. Hubungan perempuan di masa ini dengan laki-laki juga masih tergolong harmonis, karena memang jaranglah perempuan di tingkat ini ngomong pedas ke laki-laki. Samalah seperti paprika yang tidak pedas. Biasa kalo pun ngomong pedas, gak terlalu masuk dihati laki-laki, pasti besoknya udah berteman lagi. Ya namanya juga anak-anak cepat melupakan masalah-masalah yang ada.

2. Cabe-cabean (cabe merah atau cabe hijau)
Perempuan di tingkat ini, sedang dalam masa mencari jati diri atau identitas. Kalo istilah kerennya dibilang perempuan ABG. Jadi ibarat cabe merah atau cabe hijau, mereka masih berusaha untuk betul-betul jadi pedas. Kadang kan cabe merah atau cabe hijau itu bisa pedas dan kadang bisa pulak tak pedas. Nah sama dengan perempuan ABG, mereka juga belum mempunyai identitas yang jelas. Kadang sepertinya dewasa dan kadang sepertinya kayak anak-anak. Perempuan cabe-cabean juga lagi populer sekarang. Mulai dari yang tarik tiga naik sepeda motorlah, yang dandanan menor abislah, yang kebut-kebutanlah, yang sering heboh-heboh tidak jelaslah. Mereka masih berusaha mencari dan menunjukkan kepada orang lain, ini lho identitasku. Hubungan dengan laki-laki sering tak jelas. Awalnya bilang ayang-ayangan (panggil2 sayang), eh besok pas putus udah bilang anj*ng-anj*ngan (maki-makian).

3. Rawit-rawitan
Perempuan di tingkat kedewasaan ini, sudah mulai punya identitas. Ibarat cabe rawit yang memang pedas, mereka sudah punya identitas. Biasanya perempuan rawit-rawitan ini sedang dalam masa perkuliahan. Perempuan di ini sudah lebih tegas, lebih bisa menentukan sikap dan lebih pedas.
Di masa perkuliahan mahasiswa adalah kaum intelektual, yang tentunya kritis dan pedas dalam memandang sesuatu. Namun sayangnya sekarang mahasiswa malah tidak kritis. Banyak mahasiswa yang apatis menanggapi permasalahan-permasalahan di dunia. Mungkin ada juga yang berdemonstrasi, tapi sayang banyak yang gak ngerti apa sebenarnya yang mau didemonstrasikan, malah seringnya bertindak anarkis. Ibarat cabe rawit, udah gak pedas lagi.

Cabe rawit juga sering dimakan bareng dengan makanan gorengan, seperti tahu isi dengan bakwan. Dan pas juga dengan perempuan di masa ini yang masih kuliah, juga hobi beli goreng sambil dimakan sama cabe rawit. Kadang cabe rawitnya kalo sisa gak dibuang, tapi disimpan buat masak di kost. Lumayan bisa hemat.🙂

4. Sambal-sambalan
Perempuan di tingkat ini, sudah mencapai kedewasaan yang matang. Dia sudah melewati proses-proses yang beragam. Seperti sambal, yang sudah di olah dengan berbagai bumbu, perempuan di tingkat ini umumnya sudah mulai bersosialisasi dengan banyak orang berbeda. Di tingkat ini perempuan juga sudah memiliki pasangan hidup serta tujuan hidup yang jelas.

5. Saos-saosan
Perempuan di tingkat ini sudah berada di usia tua. Sama seperti saos yang sudah berbentuk cair dan tidak padat, perempuan di tingkat ini juga memiliki fisik yang tidak sepadat dulu. Kulit mulai mengendur, serta fisik tidak lagi kuat. Ibarat saos yang butuh wadah khusus sebagai tempatnya, perempuan di tingkat saos-saosan ini sudah membutuhkan perawatan dan bantuan khusus. Namun dari segi pengalaman hidup, tentu perempuan ditingkat ini sudah sangat berpengalaman. Sama seperti pembuatan saos yang membutuhkan proses panjang sehingga jadi, perempuan di tingkat ini juga sudah mengalami proses panjang dalam perjalanan hidup.

Demikianlah pemaparan singkat tentang tingkat kedewasaan wanita ditinjau dari segi cabeologisnya.
Nah, kalau anda ada di tingkat kedewasaan manakah sekarang?
Sampai jumpa di postingan selanjutnya🙂

NB:
Cabeologis ini murni hanya buah imajinasiku saja. Tidak ada maksud melecehkan atau merendahkan perempuan. Ini adalah tulisan dari pengalaman sehari-hariku saat berjumpa dengan banyak perempuan.
Jikalau ada yang kurang pas aku minta maaf.
Dan juga kalo agak terlalu maksa dan tidak konsisten, harap dimaklumi ya. Soalnya susah sekali menganalogikan dan menyama-nyamakannnya.😀

Semangat buat semua perempuan di dunia.🙂

Amsal 31:30  Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Gbu

16 thoughts on “Tingkat Kedewasaan Wanita (Dikaji Dari Ilmu Cabeologi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s