Ada Apa Dengan Cita-citata (Goyang Dumang)


image

Ada yang pernah dengar lagu yang enak di telinga?
Dan akhirnya berniat mendownload lagu itu?
Mungkin kamu sedang bernasib dengan aku.

Akhirnya aku mengakui bahwa lagu cita-citata yang kedua ini memang enak di dengar.
Pertama x aku dengar lagu ini dari ponakanku si Kezia. Di hape bapaknya ada lagu goyang dumang, tapi aku gak pernah dengarkan.
Tapi suatu saat kezia, asal lewat kamarku selalu nyanyi dengan lirik:

Sakit rasanya putus cinta
Sesaknya di dada
Membuat kita jadi gegana
Gelisah Galau Merana

Biasa aja sih dengarnya. Mungkin karena gak cita citata langsung yang nyanyi di depan kamarku, makanya gak jelas😀
Dan memang ponakanku asal lewat kamarku nyanyinya sampe situ aja terus liriknya, gak pernah sampe full.
Ntahlah karena dia sukanya di bagian itu aja, ato memang cuma itu yg dihapalnya😀
Lagian liriknya juga kayaknya galau2 gak jelas.
Apa pulak arti gegana ini kupikir.
Gelisah galau merana rupanya😀

Lalulah setelah semakin sering kudengar lagu goyang dumang ini diputar dimana-mana, aku merasa, kok enak lagu ini ya?
Jadinya pengen dengar terus.😀

Kalo aku sih ngerasa, cara nyanyi si citata ini gak terlalu banyak cengkoknya. Makanya dia nyanyi gak terlalu seperti dangdut dibuat. Sama seperti lagunya yang pertama “Sakitnya tuh disini”
Aku sebenarnya gak terlalu suka sama lagu dangdut.
Tapi karena lagunya ini enak di dengar dan simpel, aku jadi suka dengarnya.
Tinggal jogetnya sih aku gak pernah.
Katanya sih filosofinya lagi ini, goyang duyung mangap. Jadi goyang sambil mangap.
Aku memang sering sih mangap. Tapi itu kalo lagi terpesona. Cemanalah awak terpesona sambil goyang?
😀

Yaah. Emang kalo enak, gak bisa bilang apa ya. Walaupun itu lagu dangdut, tapi enak di dengar?
Kenapa tidak.
Download terus😀

11 thoughts on “Ada Apa Dengan Cita-citata (Goyang Dumang)

  1. Wah, sama denganku. Pertama kali dengar langsung berpikir, ‘Ah, biasa saja, seperti lagu dangdut biasanya.’ Tapi karena adikku terus memperdengarkannya di depanku, lama kelamaan, ‘Enak juga.’ Hahaha.😀

  2. Karena musik itu soal selera. Jadi relatif, tergantung yang mendengar. Tapi, musik itu juga menular. kalau kayak telinga saya sih, universal. Kalo dicekokin terus-terusan jadi kecanduan. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s