Jalan Jones Di Kota Penang (Pengalaman di Penang Part-1)


3 hari berada di kota Penang, ada banyak hal baru dan berbeda dari yang kuketahui di Indonesia. Walaupun ini kali kedua aku ke kota Penang dan keduanya adalah menemani mamakku check up bukan wisata *katanya kalo berobat ke Penang ini termasuk wisata juga lho, wisata medis. Soalnya udah banyak kali orang Indonesia berobat ke Penang ini, sambil jalan-jalan juga kayaknya😀

Sampai di bandara Internasional Penang, sepertinya masih biasa-biasa saja. Karena dimana-mana pun bandara canggih-canggihnya semua. *KualaNamu juga canggih coy🙂. Barulah saat keluar dari bandara dan di perjalanan menuju rumah sakit, aku melihat banyak hal yang baru.

Dari segi ketertiban berkendara, disini semua pengendara sangat tertib mengikuti aturan berkendara serta rambu lalu lintas. Kalo berhenti ya berhenti, maju ya maju. Tidak ada yang menyerobot. Jadinya perjalanan terasa aman *kalo masalah macet, walaupun disini semua sudah taat peraturan, tapi di saat jam sibuk tetap macet, karena mungkin semua kendaraan sudah keluar. Beda dengan kampungku, kalo lampu merah jalan, lampu hijau berhenti😀

sumber : http://wongchunwai.com/images/stories/metd_az_0709_WCW10_jalan%20jelutong.JPG

Kebersihan disini juga sangat baik. Hampir jarang aku melihat sampah bertumpuk atau berserakan di tepi dan tengah jalan. Setiap jalan ada tempat sampah dan tanda peringatan “Ketahuan Buang Sampah Sembarangan Didenda RM 500” atau senilai Rp 1.750.000. Jadinya jalanan bersih dan sah ini jadi luar negeri. Sebenarnya kalo kulihat, Penang dengan Medan gak jauh bedanya, mirip-mirip. Tapi yang paling membedakan adalah kebersihannya. Kalo di kampungku, kalo buang sampah pada tempatnya malah yang didenda. Didenda dengan rasa sedih karena dibilang “Sok baik kali pun”😀

sumber: https://lh6.googleusercontent.com/-VHeVgAHWPnI/VEXweWunFNI/AAAAAAAAAAw/uz1pBt5b1d0/s250-c-k-no/Toko%2BGerbang

Yang berbeda lagi kulihat adalah dari segi teknologi. Pernah aku mau beli air mineral di sebuah took kelontong. Kalo nengok tokonya, ya sama aja macam took di Medan ini kulihat. Ada ibu-ibu yang jaga ditemani orang tuanya yang lagi duduk di sekitar tumpukan beras. Persis samalah macam took kelontong disini. Gerbangnya juga gerbang biasa, macam gerbang rumahku. Tapi yang berbeda adalah, saat aku mau masuk ke toko itu gerbangnya tertutup, dan tidak ada dari ibu-ibu tersebut yang mau membukanya. Bah gak dianggap aku jadi pelanggan bah pikirku *sing: Sebagai pelanggan yang tak dianggap aku hanya bisa, mencoba bersabar.. Pelanggan Yang Tidak Dianggap by Pingkan Mambo. Tenyata aku salah sangka. Rupanya gerbangnya terbuka secara otomatis, karena sudah dipasang teknologi untuk membuka tutup sendiri saat sensor menangkap ada yang mau masuk ke dalam. Kalo di Medan, yang begini-begini cuma ada di mall. Jadi di Penang ini atau di Malaysia lah kubilang mungkin, teknologi sangat dipergunakan di berbagai tempat.

Ya masih ada banyak hal yang berbeda kudapatkan di kota Penang ini. Tetapi ada satu hal yang paling baru dan berbeda, yang kudapatkan di kota Penang ini. Apakah itu?

Ada satu nama jalan yang aku lihat di dekat penginapan kami, yang berbeda dengan jalan lainnya. Jalan ini sangat sepi dan jarang kulihat orang lewat. Saat aku berjalan di jalan ini, rasanya tenang sekali karena mewakili apa yang sedang aku rasakan. Rasanya hati ini tidak terintimidasi dengan perkataan orang lain, karena aku merasa diterima disini. Jalan ini serasa sangat indah dan membuat ketagihan datang kesini. Jalan apakah itu? Jalan Jones namanya

1425084711-picsay

Jalan Jones ini salah satu jalan di kota Penang. Aku rasa jalan ini berpeluang untuk jadi salah satu objek wisata baru di Penang, khusus buat jones-jones yang sering terintimidasi atau tak kunjung mendapat pasangan. Disini jones akan merasa diterima dan akan mendapatkan semangat baru. Moga gubernur Penang bisa baca postinganku ini, supaya bisa dipertimbangkan untuk menjadi objek wisata baru ini jalan.

Jangan ngaku udah ke Penang, kalo belum datang dan foto di jalan ini😀
Yang mau tau alamat lengkapnya di mana ato posisinya bisa di cek di Google maps ini:
https://www.google.com/maps/place/Jalan+Jones,+Georgetown,+10250+Pulau+Pinang,+Malaysia/data=!4m2!3m1!1s0x304ac3a815b3ee1d:0x88964b961e1ddce7?sa=X&ei=XCjxVMrAHc3iuQTLzoKADQ&ved=0CB0Q8gEwAA

Yap, itulah hal-hal yang baru yang aku dapatkan di kota Penang. Moga kita semua bisa mengambil pelajaran yang baik dari sini. Tak perlu menjelek-jelekkan Indonesia secara berlebihan. Yang penting kita belajar dan mengubah Indonesia bisa lebih baik lagi.

Daa🙂

4 thoughts on “Jalan Jones Di Kota Penang (Pengalaman di Penang Part-1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s