Mendeteksi Kanker Serviks Secara Dini : Tau Tapi Tidak Mau


sumber: http://sheknows.com/

Tau tapi tidak mau

 

Mendengar kata kanker serviks bagi para lelaki mungkin masih tidak terlalu familiar. Namun bagi kalangan perempuan, kanker yang disebut juga dengan nama kanker mulut rahim ini pasti sudah sering di dengar. Tapi apakah dengan seringnya seorang perempuan mendengar tentang informasi tentang kanker serviks, membuat para perempuan di Indonesia semakin waspada dengan kanker ini? Ternyata tidak.

Diketahui bahwa saat ini terdapat 21.000 kasus kanker serviks terjadi pada perempuan Indonesia. Dikarenakan jumlah kasusnya yang sangat banyak, itulah yang menempatkan Indonesia di urutan kedua sebagai negara yang memiliki penderita kanker serviks terbanyak di seluruh dunia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh WHO, tingginya angka penderita kanker serviks di Indonesia dikarenakan keterlambatan proses diagnosa yang dilakukan . Seringkali seorang penderita kanker serviks mulai melakukan pengecekan saat sudah terasa akibat dari kanker tersebut di dalam tubuh.

Pada stadium awal, kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun disaat kanker sudah mencapai stadium sedang dan lanjut, maka akan mulai timbul hal-hal yang tidak normal di dalam tubuh. Dan disinilah para perempuan biasanya mulai curiga dan akhirnya melakukan pengecekan. Dan biasanya kalau pengecekan dilakukan di saat kanker serviks sudah mencapai stadium sedang dan lanjutan, maka kanker akan semakin sulit untuk diobati.

Mengapa tidak mau deteksi kanker serviks secara dini?

sumber : http://rbk.h-cdn.co

Kini kita mungkin sudah tahu bahwa kanker serviks itu berbahaya dan harus dicegah peningkatan stadiumnya dari dini. Namun mengapa tidak banyak perempuan yang tidak terlalu peduli dengan hal ini? Setidaknya ada beberapa alasan bagi perempuan mengapa tidak memulai diagnosa kanker serviks dari dini.

  1. Merasa baik-baik saja

Jika tidak ada rasa sakit, mengapa harus check-up? Mungkin ini adalah salah satu pola pikir dari sekian banyak perempuan. Tidak hanya perempuan saja aku pikir, tapi semua manusia. Inilah yang membuat terkadang, para perempuan akan mulai melakukan check up, saat sudah merasakan rasa sakit. Itupun kalau rasa sakitnya sudah tidak bisa ditanggulangi dengan obat biasa, maka baru berpikir untuk checkup atau berkonsultasi dengan dokter.

  1. Takut kalau memang betul mengidap penyakit kanker serviks

Ini sebenarnya adalah permainan pikiran belaka. Mengapa? Karena jika dicek ataupun tidak dicek, tapi penyakit kanker serviks memang sudah ada dalam tubuh, maka hasilnya akan sama saja. Tetap penanganan harus dilakukan. Yang berbeda hanya waktunya saja. Oleh karena itu, jika kalian adalah perempuan yang sudah mau melakukan deteksi kanker serviks dari dini dan memiliki mindset seperti ini, kalian harus langsung cerita saja kepada keluarga, sahabat atau pacar tentang mindset tersebut. Ini penting karena midnset dapat diubah, saat kita terbuka terhadap pemikiran orang lain.

  1. Uang untuk checkup sayang untuk dipakai untuk checkup

Salah satu hal yang sering sulit dilakukan oleh perempuan adalah memanajemen keuangan dengan baik. Ini dikarenakan banyak perempuan yang sulit mengendalikan pengeluaran karena memiliki hobi belanja. Jika memang tidak sakit, kenapa uang harus disisihkan untuk kesehatan? Mungkin ada kata-kata itu yang terbersit di pikiran para perempuan.  Itu yang membuat perempuan malas untuk melakukan pengecekan kanker serviks mulai dini.

Mungkin sudah saatnya para perempuan membuat checkup dalam list prioritas keuangannya saat ini. Karena biaya untuk checkup jauh sangat kecil dibandingkan dengan biaya pengobatan kanker serviks nantinya. Oleh karena itu, dengan menyisihkan  uang untuk biaya checkup, menurutku adalah sebuah strategi manajemen keuangan yang baik, karena jumlah uang yang akan keluar menjadi sangat sedikit.

Kalau sudah mau apa yang harus dilakukan selanjutnya?

sumber : https://www.nationaldebtrelief.com

Bagi perempuan yang sudah membaca sampai baris ini, berarti sudah mengetahui bahwa penderita kanker di Indonesia adalah tertinggi kedua di dunia. Juga sudah mengetahui apa yang menjadi alasan perempuan untuk enggan melakukan deteksi kanker serviks secara dini. Dan aku rasa, sudah mulai ada keinginan untuk melakukan deteksi dini untuk mencegah kanker serviks. Lalu apa hal yang harus dilakukan selanjutnya? Menurutku ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Mari kita lihat.

  1. Checkup ke dokter atau laboratorium yang terpercaya

Checkup untuk deteksi kanker secara dini umumnya menggunakan pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada sel yang tumbuh secara abnormal pada rahim. Namun seiring perkembangan teknologi, sudah ada banyak alat juga yang dapat digunakan untuk mendeteksi kanker serviks secara dini. Misalnya yang ada di laboratorium milik Prodia. Prodia baru-baru ini membuat Klinik Prodia Women’ s Health Center (PWHC). Klinik ini adalah klinik yang mengkhususkan pada pelayanan kesehatan perempuan.

Apakah prodia terpercaya? Dari yang aku tahu, prodia adalah pelopor sekaligus pemimpin laboratorium klinik di Indonesia. Apa berani mereka bermain-main dengan kualitasnya? Apa gak mau namanya tercoreng?

  1. Ceritakan pengalaman deteksi dini kanker serviks kepada perempuan lainnya

Ini penting, karena sebenarnya informasi dari mulut ke mulutlah yang sering lebih dipercayai oleh para perempuan. Terlebih lagi kalau yang bercerita sudah melakukan langsung, pasti orang lain dapat lebih percaya. Jika seorang perempuan menceritakan tentang bagaimana proses deteksi kanker serviks tersebut, itu membuat perempuan lainnya menjadi lebih mudah juga menyadari bahwa deteksi kanker secara dini baik untuk dilakukan. Bagi pendengar tak hanya pengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks yang akan didapatkan, tapi juga jadi ada kerelaan juga untuk melakukan deteksi pada diri sendiri karena sudah dengar langsung bagaimana prosesnya dan apa manfaatnya.

  1. Ingat buat jadwal selanjutnya

Penyebab paling umum dari kanker serviks adalah virus HPV (Human Papilomma Virus). Virus ini bisa menjangkiti perempuan kapan saja, dikarenakan penularan virus ini dapat terjadi melalui sentuhan kulit ke kulit dengan pengidap, melalui benda yang terkontaminasi virus HPV serta dari hubungan seksual. Oleh karena itu perlu dilakukan checkup  yang berkala, agar kanker serviks tetap dapat dicegah peningkatannya.

Untuk perempuan dengan usia 21-29 tahun disarankan untuk melakukan pengecekan selama 3 tahun sekali. Untuk perempuan yang berusia 30-65 tahun disarankan melakukan pengecekan selama 5 tahun sekali. Namun jika terdapat riwayat keluarga yang mengidap kanker serviks, maka pengecekan juga perlu dilakukan 3 tahun sekali.

Itulah yang aku pikirkan tentang bagaimana mendeteksi dini untuk mencegah kanker serviks. Semoga melalui artikel ini, perempuan indonesia tidak hanya waspada, tapi juga mau melakukan deteksi kanker serviks secara dini.

 

sumber referensi:

www.prodia.co.id

http://www.beritasatu.com/kesehatan/419585-penderita-kanker-serviks-di-indonesia-urutan-kedua-dunia.html

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/kanker-serviks/cara-mendeteksi-kanker-serviks-secara-dini/

http://www.alodokter.com/hpv

followers instagram
followers facebook
followers twitter
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s