Angkot App. Jika Angkot Ada Aplikasinya


IMG_20131021_212358

Dalam hari-hari saya baik saat masih mahasiswa hingga saat ini sudah bekerja, setiap pulang dan pergi pasti naik angkot .Saya menikmati setiap perjalanan saya di angkot, walaupun kadang macet tak terelakkan. Karena itulah saya menamakan diri sebagai penikmat angkot.

Penikmat angkot. Mungkin ini adalah sebutan yang sedikit janggal dan aneh bagi kebanyakan orang. Istilah penikmat angkot, ini mengacu pada orang-orang yang sudah terbiasa naik angkot atau transportasi umum dalam bepergian.

Sekarang ini, hampir setiap hal sudah dibuat aplikasinya. Mulai dari aplikasi untuk jual beli online, konsultasi kesehatan, kencan, transportasi dan lainnya. Yang paling terkenal akhir-akhir ini terkhusus di bidang transportasi adalah Go-jek. Selain karena memberikan kemudahan dalam transportasi manusia dan juga pengantaran barang, Go-jek juga semakin dikenal karena sempat mendapat penolakan dari supir ojek tradisional.

Jika semua hal sudah dibuat aplikasinya, maka saya berpikir angkot juga seharusnya juga punya. Kalau mau buat aplikasi untuk angkot atau mungkin bisa kita namakan Angkot-app, apa ya fitur-fitur yang bisa disediakan disitu? Dari pengalaman saya sebagai penikmat angkot,ada beberapa fitur yang menurut saya mungkin bisa dikembangkan pada Angkot-app nantinya.

Fitur Maps

Fitur maps bertujuan untuk memberitahu informasi posisi angkot. Misalkan penumpang masih berada di rumah. Dia bisa mengakses Angkot-app untuk mengetahui dimana posisi angkot sedang berada dan dapat menghitung berapa estimasi waktu yang dibutuhkan angkot dari posisi aktualnya hingga sampai di tempat penumpang menunggu. Ini akan membuat penumpang lebih gampang memperkirakan waktu berangkat dari rumah menuju tempat menunggu angkot, sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu angkot.

Fitur Check In dan Check Out

Pada setiap angkot akan dipasang sebuah penangkap sinyal sehingga aplikasi setiap penumpang yang naik yang akan secara otomatis di deteksi oleh penangkap sinyal. Setiap penumpang yang sudah naik ke angkot dan log in, akan segera diketahui oleh aplikasi milik supir angkot dan secara otomatis menentukan di lokasi mana si penumpang naik dan turun nantinya.

Fitur Auto-Ongkos

Setiap penumpang nantinya tidak lagi membayar ongkos dengan uang fisik, namun dengan pemotongan saldo atau bolehlah dinamakan Auto-ongkos. Kelemahan angkot saat ini terkhusus dalam pembayaran ongkos adalah dalam perhitungan jumlah ongkos penumpang. Misalkan, tarif yang ditentukan oleh perusahaan penyedia angkot adalah Rp 5.500/10 Km. Ini berarti setiap 1 Km, penumpang membayar Rp 550. Namun faktanya, seringkali belum sampai 1 Km, ongkos yang diminta oleh supir malah Rp 1.000 atau Rp 2.000 rupiah.

Oleh karena itu dengan sistem saldo masalah ini dapat diatasi. Penumpang akan membayar ongkos sesuai dengan jarak yang ditempuhnya. Perhitungan jarak tempuh akan diketahui lewat fitur maps, karena penangkap sinyal pada angkot akan mendeteksi Angkot-app pada gadget setiap penumpang yang naik dan akan menentukan starting point dari perjalanan si penumpang. Penumpang akan mendapat harga yang tepat sesuai dengan perjalanannya.

Fitur Rating Supir dan Tip

Penumpang dapat mengetahui profil supir yang mengendarai angkot yang sedang dinaikinya. Supir angkot saat ini dikenal karena sering seenaknya membawa kendaraan di jalan raya. Ngebut, memotong dari kiri dan mungkin menerobos lampu merah sering terjadi. Oleh karena itu, penumpang bisa memberikan rating kepada supir dari angkot yang ditumpanginya. Jika supir ugal-ugalan, penumpang dapat memberikan rating rendah pada profil supir tersebut, serta dapat juga menyampaikan keluhan terkait bagaimana supir mengemudi. Ini dapat menjadi bahan evaluasi si perusahaan pemilik Angkot-app nantinya terhadap kinerja supirnya serta kepuasan penumpang.

Penumpang yang merasakan pelayanan yang baik dari supir dapat memberikan rating yang baik. Dan bila sangat puas, penumpang boleh memberikan tip kepada supir angkot, yang akan dipotong dari saldo yang dimiliki oleh penumpang.

Fitur Timeline

Pada Angkot-app, penumpang dapat menjalin pertemanan dengan penumpang lainnya. Setiap penumpang dapat melihat temannya check in di angkot. Penumpang juga dapat membagikan situasi yang dilihatnya di sepanjang jalan atau di dalam angkot. Ini membuat penumpang lainnya dapat mengetahui kondisi di jalan misalkan macet, kecelakaan atau informasi lainnya.

Nah, itulah beberapa fitur yang terlintas dalam benak saya, kalau misalnya ada yang mau mengembangkan Angkot-app nantinya. Mungkin bisa saja kalau ini terealisasi nantinya, akan mendapat penolakan juga dari angkot-angkot tradisional, karena harus lebih disiplin. Tapi tidak ada salahnya dicoba agar setiap penikmat angkot nantinya dapat lebih menikmati perjalanan sehari-hari.

Lagu Yang Jarang Diputar Di Angkot dan Pangsa Pasarnya


selamat pagi semuanya.
apa kabarnya di weekend ini?
pas di angkot, supir tadi putar lagu avenged sevenfold di angkotnya.
wah jarang-jarang aku naik angkot, diputar supir lagu beginian.
dan akhirnya aku terpikir, ternyata emang ada ya beberapa jenis genre musik yang sering kita dengar tapi tidak pernah diputar di angkot.
dan sebenarnya kalo lagu itu diputar, akan semakin memperlaris angkot tersebut, karena bisa menarik minat pasar yang berbeda untuk naik ke angkotnya.
apakah itu? markidot.
mari kita cekidot.
๐Ÿ˜€

1. Lagu Anime (Jepang)
jarang-jarang dan hampir gak pernah kurasa lagu anime diputar di angkot. mungkin karena kebanyakan supir angkot tidak suka dengan anime dan mungkin tidak punya waktu untuk menonton anime, makanya mereka gak suka putar lagu anime di angkot mereka. dan juga aku yakin paling terkendala karena masalah bahasa. coba kalo lagu bahasa inggris, walaupun gak ngerti tapi mereka sering dengar, jadinya kadang mau diputar. kalo bahasa jepang? pasti sangat-sangat jarang.

target penumpang: Para anime lovers
aku yakin angkot ini akan semakin laris dinaiki oleh orang-orang muda. karena biasanya banyak anak muda yang suka anime. dan jangan heran nanti, kalo lihat angkot isinya luffy, naruto, satria baja hitam, ultraman ya. karena bakal banyak cosplayer juga yang bakal naik angkot ini nantinya ๐Ÿ˜€

2. Lagu K-Pop (Korea)
Ini pun aku gak pernah dengar di putar di angkot. aku yakin pasti semua abang supir tau dengan K-POP ato paling gak yang nyanyi-nyanyi korea gitulah. karena kan sempat booming kan K-Pop di Indonesia, jadinya semua media sosial dan cetak sering memberitakannya. namun ya, aku rasa lagu K-Pop tidak berhasil mencuri hati para abang supir angkot, sehingga mereka tidak tertarik. *tapi kalo lihat wajah penyanyinya mungkin bisa sih mencuri hati abang supir ๐Ÿ˜€

target penumpang: Fans K-Pop
masih akan tetap diburu oleh anak muda, karena memang rata-rata penggemar K-Pop itu muda-muda. jadi nanti jangan heran ya kalo ngeliat angkot terus goyang-goyang kiri kanan sepanjang perjalanan. bukan karena ada yang berantam di dalamnya, tapi karena semua penumpang sedang bernyanyi dan menari ala K-Pop di dalamnya. artis-artis K-Pop yang mau datang ke Indonesia aku rasa juga bisa dijemput dengan angkot jenis ini nantinya. keren kan kalo SuJu, SNSD, dll naik angkot di Indonesia ๐Ÿ˜€

3. Lagu India
abang supir penggemar film india, aku yakin banyak. tapi kalo penggemar lagu india? mungkin tidak. ya aku rasa begitu, soalnya jarang lagu india kudengar diputar di angkot-angkot di kota medan. abang supir mungkin suka dengan aksi pukul-pukulannya, aksi dramanya yang sering meneteskan air mata dan juga tari-tariannya, tapi aku rasa tidak terlalu tertarik dengan lagu-lagunya.

target penumpang: Penggemar Film India
untuk kasus ini, agak sedikit berbeda dengan 2 jenis angkot sebelumnya. karena kalau kalian melihat angkot ini nanti, walaupun angkotnya penuh, tapi akan kelihatan kosong terus.tau kenapa? karena semua penumpangnya lagi main sembunyi-sembunyian ala pemeran film india. kan itu ciri khas film india kalau udah nyanyi dan menari. pasti ujung-ujungnya kejar-kejaran lalu sembunyi-sembunyian di balik pohon.

4. Lagu anak-anak
ya jelas sih kayaknya supir jarang mau putar lagu ini, karena mereka udah dewasa semua. jarang kan kita dengar ada lagu abang tukang bakso, cicak-cicak di dinding, bintang kecil diputar di angkot.

target penumpang: anak-anak
yakinlah makin banyak anak-anak yang semakin sering naik angkot, karena orang tua mereka bakal mewajibkan anaknya untuk naik angkot, karena percaya lagu yang diputar di angkot, cocok dengan usia dan pertumbuhan anaknya, karena sekarang ini anak-anak semuanya sudah bernyanyi lagu yang tak sesuai lagi dengan umurnya.

5. Lagu nasional
maju tak gentar, halo-halo medan, dari sabang sampai merauke. ada yang pernah dengar lagu ini diputar di angkot? tentunya kalau abang supir masang lagu ini di angkotnya, para penumpang bisa semakin bangkit rasa nasionalismenya. gimana enggak, malah bisa pulak nanti upacara bendera tiba-tiba di angkot, karena supir nanti mutar lagu Indonesia Raya di angkotnya.

target penumpang: anak SD-anak SMP-anak SMA-Mahasiswa
aku percaya kalo ada angkot yang rajin mutar lagu nasional, menteri pendidikan bakal buat kurikulum khusus yang mewajibkan setiap pelajar wajib naik angkot 3x seminggu, untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme. karena sudah banyak sekali generasi muda sekarang yang tak mengerti apa artinya cinta tanah air dan bahkan taunya hanya menjelek-jelekkan dan terus menjelekkan tanpa mau berbuat untuk negara ini.

6. Lagu Tanjung Verde, Tajikistan, Liechtenstein, Belize, Nauru
Kalian pernah dengar nama-nama diatas? kalo ini baru pertama kali, gak usah sedih. itu adalah nama-nama negara yang ada di dunia. aku aja pun baru tau ternyata ada negara yang namanya itu. jadi gak heranlah kalo abang supir gak pernah putar lagu-lagu dari negara itu, ya orang nama negaranya aja pun gak pernah didengar, gimana mau putar lagunya ๐Ÿ˜€

target penumpang: backpacker dan petualang
kalo lagu ini diputar, maka backpacker dan para petualang pasti akan tertarik dengan lagu yang baru pertama kali didengarnya, lalu akhirnya berniat untuk berpetualang ke negara tersebut. *meski yang lain maksa, tapi yang ini paling maksa ๐Ÿ˜€

yap, sekian analisaku.
semoga terhibur di weekendnya ๐Ÿ˜€
kembali ini hanyalah buah imajinasiku, tidak bermaksud menyinggung.
semangat buat abang supir angkot di seluruh Indonesia.
Gbu ๐Ÿ™‚

Asal Kata “Merepet”


image

Holaaa, semuanya.
Apakah ada yang masih mantau blog ini ๐Ÿ˜€

Udah cukup lama gak posting aku. Sebenarnya ide sudah banyak numpuk di kepala, tapi namanya nulis gak selalu bisa ditumpahkan apa isi kepala ๐Ÿ˜€

Kali ini aku mau bahas tentang merepet.
Pasti taulah semua ya.
Aku rasa sering dipraktekkan pun ini. Baik sebagai tersangka ataupun korban.
Bisa direpeti mamak, direpeti kakak, direpeti pacar, direpeti dosen/guru.
Ato juga bisa merepeti adik, merepeti teman, ato merepeti tetangga.
Wow, ada banyak praktiknua ya. Tapi tau gak asalnya darimana?

Setelah aku pikir-pikir melalui pendekatan secara huruf *asiiik :D, aku mendapati bahwa sebenarnya kata “repet” itu hampir mirip dengan kata “repeat” yang berasal dari bahasa inggris.
Tak hanya mirip di huruf saja, dari segi arti juga punya kemiripan.
Repeat dalam bahasa inggris artinya mengulang.
Sama seperti repet dalam kata merepet, itu juga berarti berulang-ulang.
Iya kan? Kan kalo kita dengar orang merepet sama kita, pasti selalu diulang-ulangi topik yang membuat kita direpeti.
Ibarat kita direpeti karena masalah skripsi. Pasti kata skripsi diulang berkali-kali, padahal kita udah tau intinya.
Jadi bolehlah kita bilang merepet itu artinya adalah merepeat sebuah kata berulang-ulang.
Jadi misalnya kalo orang merepet, tapi gak merepeat kata-katanya, itu bukan merepet namanya. Repeti balik orang itu karena dia gak merepet dengan benar dan berikan contoh merepeti yang baik, supaya dia tahu. *bah kok jadi direpeti balek ini ya? ๐Ÿ˜€

Ya begitulah, kira-kira. Mungkin saja ya merepet itu memang berasal dari kata repeat. Bolehlah dipanggil namanya repet bin repeat ๐Ÿ˜€

Sekian dulu postinganku kali ini.
Itu hanya imajinasi belaka ya, jangan serius kali nanggapinya ๐Ÿ˜€
See ya ๐Ÿ™‚

Mau Tahu Dampak Bila Tidak Menjaga Lingkungan? Tonton Film The Lorax


Kemarin aku menonton film the lorax.
Film berkisah tentang sebuah kota bernama ThneedVille, yang sama sekali tidak memiliki pohon asli dan udara segar.
Pohon dibuat di pabrik, dan udara segar menjadi barang dagangan di kota ini.
Mengapa ini terjadi?

Dikisahkan bahwa dulunya ada banyak pohon di sekitar kota ini. Namun seorang bernama Onceler berniat menebang pohon yang ada disitu untuk membuat sebuah kain multifungsi bernama thneed. Awalnya dia hanya menebang satu pohon saja untuk membuat 1 buah kain. Disaat dia menebang pohon tersebut, muncullah penjaga hutan bernama Lorax. Lorax mengingatkannya, bahwa jika once-ler terus menebang pohon yang ada disitu, maka akan mengganggu kehidupan hewan-hewan yang ada di hutan itu.

Awalnya once-ler tersadar, dan akhirnya memutuskan untuk tidak menebang pohon, tapi hanya memanen daun pohon sewajarnya saja. Namun karena tuntutan dari keluarganya, akhirnya ia pun kembali berniat menebang pohon yang ada disitu, untuk memudahkan mengambil semua daun. Dan akhirnya, seluruh pohon pun habis ditebang. Semua hewan pun perfi dari tempat itu. Tak hanya mengganggu hewan, ternyata penebangan pohon itu pun berdampak pada kurangnya udara segar karena tidak ada lagi pepohonan.

——————————————-

Mengapa aku menyarankan film ini bagi yang tidak peduli dengan pohon?
Karena film ini memberi penjelasan yang detail apa yang akan terjadi jika kita tidak melestarikan pohon yang ada. Bila selalu terjadi penebangan pohon secara liar dalam jumlah massif, apa yang terjadi? Berikut beberapa hal yang film ini jelaskan.
1. Hewan akan kehilangan habitat dan akan berpengaruh terhadap proses rantai makanan yang turut mengancam kelangsungan hidup manusia
2. Produksi udara segar langka, karena tingkat polusi begitu tinggi sedangkan pohon yang memproduksi oksigen tidak ada. Akan tiba saat dimana udara segar menjadi barang dagangan (kabarnya 1 tabung oksigen sekarang, yang dipergunakan di rumah sakit harganya Rp 60.000)
3. Orang-orang di kota yang serba canggih dan maju, merasa semua baik-baik saja, padahal di tempat yang begitu banyak pohon sudah gundul. Ini berarti, orang-orang merasa semua baik-baik saja dan tidak peduli dengan kondisi pohon yang semakin sedikit.

Agar lebih jelas, aku menyarankan kalian menonton film ini. Ini adalah film animasi, dan mungkin hanya animasi biasa. Tapi bagiku, film ini jelas menggambarkan apa yang akan terjadi jika pohon terus ditebang akibat kita manusia, tidak bisa mengendalikan keinginan pribadi kita yang seringkali fana.
Jangan sampai tiba saatnya dimana uang tidak bisa berubah jadi oksigen (analogi dari pepatah Indian)

Mengapa Harus Berobat Ke Penang? (Pengalaman Di Penang Part 3)


Mengapa banyak orang berobat ke Penang?
Jauh-jauh ke Malaysia untuk check-up saja?
Mau cek darah harus ke Penang.
Mau ngobati pilek, berobat ke dokter THT di Penang
Mau periksa kulit, harus ke dokter kulit di Penang
Mau cantik, harus ke dokter kecantikan di Penang
Mau ganteng, harus ke dokter kegantengan di Penang *ehh, ini gak ada ya ๐Ÿ˜€
Inilah yang terlintas di pikiranku saat aku berada disana.

Ribuan dokter lulus di Indonesia tiap tahunnya, baik spesialis dan umum.
Bukankah sangat sulit untuk masuk di fakultas kedokteran, sehingga orang yang bisa masuk pun pasti memiliki kecerdasan yang baik?
Tapi mengapa ya orang lebih memilih berobat ke Penang saja?
Apakah dokter-dokter kita tidak sanggup memberikan diagnosis tepat yang berujung pada kesembuhan?

Orang yang memiliki kondisi keuangan yang minim pun, kalau diberi sumbangan aku rasa akan lebih memilih memesan tiket pesawat untuk berangkat ke Penang berobat.
Apa yang terjadi dengan rumah sakit di Indonesia?
Kita bayar fasilitas rumah sakit, masuk ke devisa negara Malaysia.
Kita bayar ongkos pesawat dan taksi/bus disana, masuk ke devisa negara Malaysia.
Kita beli makanan di sana, masuk ke devisa negara Malaysia.
Kita niatnya berobat, tapi mau sekalian wisata juga, masuk ke devisa Negara Malaysia
Jadi kapan kita nambah devisa Negara Indonesia?
Ah, ngapain nambah devisa Negara Indonesia, toh di korupsikan juga. *mungkin seperti ini anggapan kita
Nambah devisa ke Negara Malaysia gak apa-apalah , yang penting pulangnya sembuh.

Apa kesembuhan jadi barang yang langka di Indonesia?
Ato sebenarnya tidak. Kesembuhan tetap bisa di Indonesia.
Jadi dimana sebenarnya masalahnya ya?

Yang mau ngasi tanggapan silahkan tinggalkan komentar.
Yok brainstorming.

yang mau lihat pembahasan tentang dokter di penang juga, bisa lihat postku sebelumnya:
https://jakupsinusinga.wordpress.com/2015/03/03/dokter-dan-sistem-pendukung-keputusan-pengalaman-di-penang-part-2/

sumber gambar: naked-traveler.com

Dokter dan Sistem Pendukung Keputusan (Pengalaman di Penang Part-2)


Aku baru saja pulang dari Penang, karena menemani mamakku check up. Ada beberapa bagian tubuh mamakku yang dirasakan kurang baik selama ini, sehingga mamak mau check up memastikan apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuhnya. Dan salah satunya bagian hidung dan telinga mamak yang di cek.

Kami pun pergi ke dokter THT di rumah sakit Gleneagles Penang. Berkonsultasi dengan kerabat yang membantu kami selama disana (Bi Ruth Ginting dan Kak Sarce Sopamena) akhirnya kami diarahkan untuk menjumpai dr Palaniappan, dokter spesialis THT.

Segera kami mengatur jadwal bertemu dengan dokter di bagian bawah rumah sakit. Setelah mendaftar, kami bergegas ke lantai tempat ruangan dokter berada.

Ternyata tidak banyak yang mengantri untuk berjumpa dengan dokter, sehingga kami pun bisa cepat jumpa dengan dokter.

Masuk ke dalam ruangannya, kami mendapati dokter yang berada di depan laptopnya yang sudah kelihatan โ€œberumurโ€ atau lama. Juga kami dapati perawat di dalam, juga di depan computer, tapi komputernya lebih canggih dari laptop pak dokter. *dari mataku memandang ya :D.

Dipersilahkan duduk, mamakku pun mulai bercerita tentang apa yang dirasakannya dan disinilah kegunaan laptop akhirnya tersingkap.

Kupikir laptop ini hanya digunakan dokter untuk internetan saja. Ternyata pada waktu mamak menyampaikan keluhan, dokter selalu mengetik sesuatu di laptopnya. Cukup lama dokter mengetikkan sesuatu hingga akhirnya mamak diperiksa secara fisik. Aku pun tiba dalam satu kesimpulan, bahwa yang digunakan dokter itu adalah sebuah software Sistem Pendukung Keputusan.

Memang aku tidak melihat langsung softwarenya, karena seganlah, masak aku pergi ke samping dokter untuk melihat-lihat apa yang diketiknya. Nanti malah dikiranya aku mau minjam laptopnya untuk kupakai main games. Memang pengen pinjam juga sih, soalnya udah lama gak main game karena laptopku sedang rusak -___-. Ehh, tapi bukan itu poinnya. Jadi walaupun aku belum melihat langsung softwarenya tapi aku menduga itu Sistem Pendukung Keputusan.

Apa itu Sistem Pendukung Keputusan?

Sistem Pendukung Keputusan atau yang sering disingkat di kampus kami SPK adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. (wikipedia)

Jadi SPK yang di gunakan si dokter akan memudahkan dia untuk mengambil keputusan, apa sebenarnya yang terjadi dalam tubuh mamakku. Walaupun tidak digunakan sebagai keputusan mutlak, tapi setidaknya itu bisa menjadi bahan perbandingan antara kesimpulan diagnosis dokter dan yang SPK simpulkan.

Apa yang kita pelajari dari sini?

Dokter butuh software yang bisa membantu dia dalam mendiagnosis penyakit pasien. Siapa yang bisa membuat software itu? Ya pasti mahasiswa dan lulusan Ilmu Komputer lah.

Disini saya mau kembali mengajak teman-teman yang sedang membuat skripsi dan tugas akhir untuk membuat penelitian yang berdaya guna dan kalau bisa aplikatif. Karena memang secara fakta itu sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, salah satu contohnya adalah kedokteran ini. Dengan tingkat keakuratan yang tinggi yang kita percaya itu bisa terealisasi dengan penelitian yang serius, maka setiap peelitian yang anak Ilmu Komputer lakukan bisa โ€œsangatโ€ berdampak terhadap hidup seseorang.

Mengapa tidak membuat skripsi yang berguna dan berdampak bagi banyak orang?

Semangat pejuang skripsi ๐Ÿ™‚

Sumber gambar:http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2013/04/23/article-2313401-19717D6F000005DC-994_468x286.jpg

Apa Itu Follow Up?


Lihat ulasan saya tentang aplikasi-aplikasi yang unik di Ledakan Imajinasi.

Kegiatan-kegiatan
Sebagai mahasiswa banyak kegiatan yang dikerjakan di dunia kampus. setiap kegiatan yang dikerjakan tentu memiliki tujuan untuk dilaksanakan. Jika tidak ada tujuan maka buang-buang energi dan uang namanya. Untuk melihat apakah tujuan dari sebuah kegiatan tercapai atau tidak maka dibutuhkan yang namanya follow up atau tindak lanjut.

(di bagian ini saya akan menggunakan kata โ€œtindak lanjutโ€ agar tidak terlalu rancu penggunaannya dalam contoh)

Tidak hanya dalam kegiatan di kampus, di dalam kehidupan sehari-hari pun kita melakukan tindak lanjut. Semisal kita makan. Setelah makan kita akan menindak lanjuti, apakah kita kenyang atau tidak? Jikalau kita kenyang maka kita akan duduk sebentar sebelum beraktivitas. Tapi kalau kita tidak kenyang, maka kita akan menambah santapan kita atau memakan cemilan. Kita ambil contoh lain misalkan dalam studi kita. Di satu semester kita sudah belajar dan akhirnya mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Di akhir semester saat Kartu Hasil Studi dikeluarkan, ternyata Indeks Prestasi kita sangat turun. Apa tindaklanjutnya? Berarti tindaklanjutnya adalah di semester berikutnya saya harus belajar lebih tekun lagi dan memperbaiki kualitas belajar saya. Mungkin analogi ini bisa menggambarkan bahwa follow up atau tindaklanjut ini adalah hal yang alami yang terjadi dalam diri kita.

Proses tindak lanjut ini bergantung kepada tujuan dari hal yang dilakukan. Misalnya kita mengadakan suatu kegiatan pekan olahraga dan seni di kampus. Tujuan pentas seni ini adalah untuk mengajak setiap mahasiswa berkontribusi dalam wujud menampilkan segenap bakat dan talenta di bidang seni dan olahraga. Disaat pelaksanaan di hari H, semua mahasiswa akan menampilkan kemampuannya dan dengan berakhirnya kegiatan ini maka tercapailah tujuan yang diharapkan karena semua mahasiswa telah menampilkan talenta dan bakatnya. Apakah mahasiswa bakat dan talentanya bertambah atau semakin baik setelah porseni ini,tidak akan dipantau lebih jauh lagi karena bukan merupakan tujuan kegiatan ini. Tindaklanjut hanya dikerjakan di saat pengerjaan kegiatan ini sampai pelaksanaan laporan pertanggungjawabannya saja. Evaluasi tetap dikerjakan, namun itu bukanlah untuk ditindaklanjuti di kegiatan porseni tahun berikutnya, karena porseni ini tidak dikerjakan berkesinambungan( saling berhubungan) tahun ke tahun namun berdiri sendiri.

Namun lain halnya jika tujuan dari suatu kegiatan adalah jangka panjang dalam artian tidak hanya dilihat saat kegiatan berhasil dikerjakan namun di waktu selanjutnya. Misalnya kegiatan penyegaran rohani semacam retreat. Tujuan kegiatan ini umumnya adalah untuk membangkitkan kembali kerohanian serta gairah dalam mengerjakan pelayanan kepada Tuhan. Juga untuk membangun hubungan yang lebih dekat lagi dengan Allah. Jadi tujuan retreat ini tidak hanya terjawab saat kegiatan ini berlangsung tapi harus di lihat apakah di masa selanjutnya setiap orang yang mengikuti retreat ini semakin bergairah dan bersemangat dalam melayani serta semakin dekat dalam pengenalan akan Tuhan atau tidak? Tindaklanjutnya akan bergantung pada bagaimana akhirnya setiap peserta bisa mencapai tujuan kegiatan ini.

Tentang Follow up
Apa itu follow up. Follow up adalah sebuah idiom bahasa inggris yang berarti โ€œtindak lanjutโ€. Apa yang ditindaklanjuti?
(mulai dari bagian ini ke bawah, saya akan menggunakan kata โ€œfollow upโ€, karena kata ini yang sering digunakan mahasiswa dalam merujuk kepada kata โ€œtindak lanjutโ€)

Melalui diskusi yang saya kerjakan bersama beberapa teman-teman, timbul beberapa pertanyaan mengenai follow up . Berikut pertanyaan-pertanyaan serta jawabannya.
1. Apa itu follow up?
Follow up adalah proses tindaklanjut dari sebuah kegiatan
2. Mengapa harus mengerjakan follow up?
Untuk melihat sudah sejauh apa kegiatan itu berdampak (dan tambahan dari saya: untuk melihat sudah sejauh mana tujuan kegiatan itu tercapai)
3. Apakah ada kegiatan yang tidak membutuhkan follow up?
Tidak, semuanya butuh follow up
4. Siapa yang memfollow up dan yang di follow up?
Yang memfollow up adalah orang yang mempersiapkan kegiatan tersebut
Yang difollow up adalah orang yang ikut dalam kegiatan dan yang mempersiapkan kegiatan itu (untuk melihat bagaimana juga dampak kegiatan tersebut terhadap si pelaksana kegiatan)
5. Bagaimana memfollow up sebuah kegiatan?
– Melalui angket
– Mengerjakan sharing atau wawancara
– Mengadakan kegiatan lanjutan
6. Apa yang terjadi kalau tidak ada follow up?
Tujuan dari suatu kegiatan tidak diketahui apakah tercapai atau tidak. Serta cenderung kegiatan sepertinya kurang berdampak atau sia-sia karena tidak diketahui bagaimana hasilnya.

Kondisi Follow Up di Pelayanan Kampus Saya
Kembali dari evaluasi yang saya kerjakan bersama-sama dengan teman-teman, kami mendapati beberapa kondisi follow up yang dikerjakan di pelayanan kampus kami beberapa tahun ini:
1. Tidak fokus dalam mengerjakan follow up karena terlalu banyak kegiatan yang dikerjakan
2. Kurang semangat untuk follow up
3. Banyak yang harus di follow up namun yang mengerjakan follow up sedikit
4. Cara follow up tidak jelas
5. Pengerjaan follow up sering tidak dipantau lebih lanjut
6. Sudah merasa puas saat kegiatan sudah selesai dilaksanakan
7. Yang mengerjakan follow up tidak mengerti apa yang menjadi tujuan dari kegiatan yang akan di follow up

Oleh karena beberapa kondisi diatas, perlu dipikirkan solusi agar follow up bisa lebih maksimal dikerjakan, yaitu:
1. Review kembali apa yang menjadi tujuan dari kegiatan tersebut agar orang yang akan mengerjakan follow up bisa serius mengerjakannya
2. Perlu orang-orang yang fokus khusus untuk memfollow up kegiatan tersebut
3. Perlu adanya metode follow up yang jelas dan dapat dievaluasi
4. Perlu pemantauan kepada orang-orang yang akan di fu

Ini adalah hasil diskusi beberapa orang dan bukan bersifat mutlak harus seperti ini. Tidak menutup kemungkinan bagi teman-teman ingin memberikan saran dan masukan agar proses follow up ini bisa berjalan dengan baik.
Tetap semangat bagi kita semua ๐Ÿ™‚