Hal Yang Membuat Sukacita


Ooh, sukacitaku
Saat Tuhan jawab doaku
Mungkin masalahku
Hanya masalah kecil bagimu
Tapi itu bagai bencana bagiku
Tak nyaman tidurku dibuatnya
Sebelum ku tidur, ku mulai berdoa
Berharap terjadi hal tak terduga

Ooh, sukacitaku
Ternyata hal yang begitu mustahil bagiku
Dilakukan Tuhan di depan mataku
Betapa tak kusangka pekerjaan Tuhan
Tak terpikirkan logika tapi luar biasa
Dan itu terjadi dalam hidupku

Ooh, sukacitaku
Saat kembali Tuhan tambahkan imanku
Bahwa segalanya mungkin bagi-Nya
Dia hanya sejauh doa
Kita meminta dan Dia memberikannya

———

Bagi yang sedang berdoa untuk sesuatu hal yang rasanya tidak mungkin sama sekali, tetaplah berdoa.
Selama doa itu tidak untuk memuaskan hawa nafsu semata dan dosa, Tuhan pasti akan jawab.

Pray is about time and faith.

Caraku Memandangmu Kini Berbeda


Ciiee, ada yang berbagi kisah cinta…
Eitss, tunggu dulu.
Sebenarnya ini bukan kisah cinta.
Karena ini bercerita antara manusia dan benda.

Ini kisah antara aku dan perpustakaan. :D.

AADP (Ada Apa Dengan Perpus)

Ada apa dengan perpus..
Perbedaan aku dan engkau..
Biar menjadi bait, dst
(Bernyanyi Ada Apa Dengan Perpus by Melly Go Slow :D)

Hahahaha..
Jadi ini ceritanya, aku ke perpustakaan, di satu tempat yang sering aku kunjungi. Tempat itu adalah perpustakaan UKM KMK USU.
Jadi tadi aku pergi kesana, untuk meminjam buku.

Emang situ suka baca buku?
Sebenarnya aku bukanlah orang yang gemar membaca buku yang bersifat pengajaran, baik rohani ataupun sekuler. Lebih suka aku buku semacam novel,komik dll, yang berupa fiksi atau kisah nyata namun dalam bentuk cerita.

Makanya jarang sih ke perpus sebenarnya.
Tahun lalu sempat rajin ke perpus. Tapi itu karena tuntutan skripsi. Jadi berlalu sudah skripsiku, maka berlalu juga ke perpusnya.

Tapi aku bersyukur untuk pertumbuhan yang Tuhan Yesus kasih, sehingga akhirnya sekarang ini makin rindu baca buku. Rindu memperluas wawasan. Karena memang selama ini, aku sering berkutat dalam pemikiranku saja, sehingga serasa otak ini sangat sempit, lebih sempit dari celanaku pas SMA dulu. #ehh

Jadi apalah kaitan pandangan tadi sama perpus itu?
Nah ini yang seru. Pas tadi aku masuk ke perpus itu, aku melihat rak buku terlebih dahulu secara keseluruhan. Dan kemudian aku melihat satu per satu topik buku pada rak itu. Aku melihat, ada banyak sekali topik yang menarik disitu.

Wow, waktu aku lihat, rak buku seperti sebuah kulkas berisi banyak makanan enak, yang membuatku sangat lapar dan ingin menyantapnya. Pengen kupinjam buku itu, siap itu kukunyah, kutelan dan kucerna, sampai kenyang otak dan hati ini dibuatnya.

Betul-betul berbeda yang kurasakan, dengan disaat dulu aku melihat perpustakaan ini. Aku sudah sering ke perpustakaan ini. Namun dulu, ya biasa aja melihatnya. Melihat-lihat kukerjakan hanya sebatas penasaran yang biasa aja. Apa ajanya ada buku disini. Tapi hanya sebatas itu dan tidak ada niat untuk meminjam dan membaca.

Nah, inilah caraku memandang yang telah berubah. Dulu aku memandang perpustakaan itu biasa aja, hanyalah beberapa produk olahan kayu, yang satu diolah jadi rak, yang satu diolah jadi kertas dan buku yang tidak terlalu berarti. Dan kini itu telah berubah. 1 rak buku di perpustakaan itu, menjadi suatu gudang wawasan yang sangat luas, yang bisa menjawab banyak kegelisahan dan kebingungan yang selama ini berada di hati dan pikiranku.

Aku percaya ini adalah pertumbuhan dari Roh Kudus. Dulu aku juga punya banyak kebingungan dan tahu kok, kalo dengan membaca buku harusnya bisa membantuku mendapat jawaban dari kebingungan itu.
Tapi kini, aku sudah Tuhan berikan kerinduan untuk membaca buku itu.

Aku tahu kebenaran satu-satunya adalah firman Tuhan, yang adalah Tuhan sendiri yang menulisnya.
Tapi dari buku juga, aku bisa melihat bagaimana Tuhan berbicara melalui orang tersebut, sehingga bisa membantuku melihat bagaimana Tuhan sebenarnya berbicara padaku.

Bisa Melawak Itu Anugerah


Yow yow yow..
Dah lama gak ngeblog..

Kali ini aku mau bahas tentang melawak, soalnya aku baru nonton acara tv tentang kompetisi melawak.

Agak kurang nyaman nontonnya sebenarnya, karena pesertanya terkesan memaksakan lawakannya biar lucu. Padahal melawak gak boleh dibuat2 kan. Pengalaman yang paling menyedihkan dari mamiek sri mulat adalah disaat dia melawak gak lucu.

Ya emang betul, itu bakal jadi nightmare. Karena si pelawak udah ngerasa pede itu lucu, tapi respon pendengar malah datar2 aja. Sukur aja kalo ada yang agak ketawa, tapi yang paling sedih kalo disorakin ato dicemooh dibilang gak lucu.

Semua orang bisa melawak. Pasti bisa. Tapi melawak yang lucu dan membuat orang terpingkal-pingkal gak semua orang bisa. Dan aku percaya, itu adalah suatu anugerah dari Tuhan. Karena memang gak semua bisa.

Setiap orang punya talenta, bakat dan karunia yang Tuhan anugerahkan. Gak perlu maksa satu talenta. Tinggal tanya sama yang punya talenta, Dia kasih apa sama kita. Jangan hanya pandang talenta itu yang keren2, kayak pande nyanyilah, main musik, pintar dalam studi, dll. Hal2 kecil yang kita miliki, tapi orang tidak miliki, juga merupakan talenta/anugerah yang diberikan Bapa pada kita. Misal: kita bisa jadi tempat curhat banyak orang. Gak semua orang lho bisa jadi tempat curhat. Dan lain-lainlah.

Tapi hati2. Seringkali yang membuat kita gak sadar talenta yang Tuhan anugerahkan ke kita, karena kita cenderung memandang talenta yang orang punya. 
Mungkin aja talenta orang itu keren, tapi namanya juga anugerah, Tuhan gak kasi talenta yang sama ke tiap orang.

Yang penting kita percaya, Tuhan anugerahkan talenta yang berbeda ke tiap orang, termasuk aku dan kamu. Itu yang membuat kita berbeda sekaligus membuat kita percaya diri. Karena ada hal yang kita punya, tapi orang gak punya.

Aku gak bisa bawa kereta/sepeda motor, aku gak bisa berenang, gak bisa nyanyi bagus, gak mahir main musik, susah tegas, cenderung pengecut, prokrastinator berat, gak jago nyuci piring, nyetrika, dan lain2.

Tapi aku bersyukur Tuhan anugerahkan talenta untuk buat orang tersenyum, mau kerja keras dan anti mainstream.

Apa talentamu??

Yok kita gali talenta yang Tuhan anugerahkan.
Semua hanya anugerah-Nya.