[Terungkap] Arti Misses Next Match Sesungguhnya


Miss next match.
Bagi pecinta bola pasti udah tahu artinya.
Tapi kalo aku setiap baca itu, selalu aku menangkap pengertian yang berbeda.

Tadi malam aku nonton bola piala dunia.
Yang main Belanda vs Meksiko.
Pas aku mulai nonton, Belanda udah ketinggalan dari Meksiko 1-0.

Akhirnya di menit 88, Wesley Sneijder mencetak gol penyama kedudukan untuk Belanda.
Dengan menyambut sundulan Klaas Jan Huntelaar, Sneijder menendang dengan keras dan masuk ke gawang.

Masuklah Injury Time. Tiba-tiba pas Robben bawa bola ke dalam kotak penalty (pake kaki, bukan dibawa pake tangan ya) dia dilanggar oleh kapten Meksiko Rafael Marquez.
Marquez dihadiahi kartu kuning oleh wasit.

Nah, pas Marquez dapat kartu kuning, langsunglah di layar TV ku dibuat:

Rafael Marquez, Miss Next Match.

Ini kan artinya:

Rafael Marquez, Kangen Pertandingan Selanjutnya.

Soalnya kalo orang bilang “I Miss You” artinya kan “Aku Kangen Samamu”.
Karena kena akumulasi kartu kuning, jadi si Marquez bakal kangen sama pertandingan selanjutnya, karena dia gak bisa main.

Nah jadi inilah sebenarnya arti sebenarnya dari “misses next match” tersebut.
Banyak yang bilang, kalau artinya, melewatkan pertandingan selanjutnya a.k.a gak bisa main di pertandingan selanjutnya.

Tapi menurutku tetap, artinya adalah si pemain kangen main bola di pertandingan selanjutnya. Dia gak bisa mematikan rasa rindu itu.
Serasa mau hancur dunia saat membayangkan hal itu.
Pengen sekali dia cepat-cepat ketemu.
Ohh,kapankah penderitaan ini berakhir.
*ehh kok jadi curcol

Makanya kalo main bola harus fairplay. Biar gak dapat kartu kuning.
Nah itu, karena udah dapat kartu kuning 2 kali, alhasil bikin kangen sama pertandingan selanjutnya.

Akhir kata, akhirnya tadi malam gak cuma Marquez yang kangen sama pertandingan selanjutnya.
Seluruh pemain, fans dan rakyat Meksiko juga ikut-ikutan kangen sama pertandingan selanjutnya.
Soalnya, Meksiko akhirnya kalah 2-1 dari Belanda.
Jadinya gak lolos mereka ke perdelapan final.

Sekian 🙂

Kenapa Arsenal Pantas Dipenuhi Pemain Muda (The Young Gunners)??


Mungkin banyak yang Young Gunnerssewot dengan kebiasaan Arsene Wenger yang hobi menggaet pemain-pemain muda ke Arsenal,sehingga di klub lainnya hanya tersisa pemain-pemain yang “tua”. Namun sebenarnya dari segi julukan,beberapa klub lainnya seharusnya tidak merasa perlu bahkan bisa-bisa rugi jika menggaet banyak pemain muda layaknya Arsenal. Bagaimana tidak,bila nantinya Liverpool dan Manchester United sebagai contoh dipenuhi oleh pemain muda maka bisa-bisa julukan Liverpool sekarang yaitu “The Reds” bisa berganti menjadi “The Pinks(Merah Muda) ” atau Manchester United yang berjulukan “The Red Devils”berubah menjadi “The Pink Devil (Setan Merah Muda)”. Sungguh menggelikan bila kita membaca surat kabar nantinya yang berisi “Malam ini akan terjadi duel super big match antara Liverpool vs Manchester United. Apakah The Pink yang akan menjadi pemenangnya ataukah The Pink Devil yang berhasil membawa pulang 3 poin?” Ini bukan tidak logis terkait dengan julukan Arsenal yang semula “The Gunners” berubah menjadi “The Young Gunners” akibat bertaburnya pemain muda berbakat di dalam klub ini. Bila akhirnya suatu saat nanti hal ini betul-betul terjadi pada Liverpool atau Manchester United,maka bukan tak mungkin kedua tim ini mendapat tambahan julukan yaitu “The Feminims”, karena warna pink akan selalu menemani mereka saat bertanding. Jadi siapkah Liverpool dan Manchester United merekrut banyak pemain muda??

(NB:Ini hanya joke belaka,jadi bagi pendukung kedua tim di atas jangan tersinggung ya..)