Ketika Alam Menghabiskan Waktu di Masa Puasa


Naik-naik, ke dalam angkot..
Panas-panas sekali….

Kiri-kanan kulihat banyak..
Orang jual bukaan puasa…

Yak, itulah sedikit nyanyian yang terlintas di pikiranku, saat perjalanan ke rumah. Di tengah panasnya kota Medan, memang berbagai macam menu bukaan sangat menggugah selera.

Sekarang sedang dalam masa puasa, bagi saudara-saudaraku semuanya.
Seperti biasa, kalau lagi masa puasa begini sore menjelang malam ada begitu banyak yang menjual makanan untuk buka puasa.
Mulai dari cendol, kue basah, cenil, sirup dan lain-lainnya.
Wow, mantap.
Tapi eits, yg berpuasa harus tahan selera sampai waktunya berbuka πŸ™‚

Memang lebaran masih sekitar 2 minggu lagi.
Tapi tetap saja, suara mercun sana sini sudah mulai ikut menemani si penjual bukaan.
Macam-macam mercun dan petasannya. Mulai dari level rendah (kembang api) sampai level tinggi (mercun yang bisa meledak berkali-kali di langit) sudah menghiasi langit di sekitar rumahku.

Tak ketinggalan keponakanku juga ikut ambil bagian main mercun2 ini. Tapi dia cuma main kembang api aja. 2 hari yg lalu dia semangat kali mengajakku untuk main bersama. Aku sebenarnya menolak untuk main kembang api bersamanya.
Ya iyalah ditolak, dia ngajak main kembang api siang-siang, ya gak nampaklah kembangnya api itu.
Tapi dia terus menerus membujukku, dan akhirnya aku pun tak kuasa menahan bujukannya, dan akhirnya aku ikutan juga main kembang api.
Ya gak apa-apalah itung2 menyenangkan hati ponakan *padahal aku pun senangnya dalam hati. Sampe kuputar2 juganya kembang apinya itu πŸ˜€

Kembali lagi ke malam ini. Mulai kulihat ke arah kanan, disaat aku berjalan ke dalam gang rumahku. Wah ada kembang api yg cukup lama dan besar ledakannya. Lumayan bisa menikmati, gratisan lagi πŸ˜€
Dan pikirku dalam hati, biasanya kalo ada 1 orang udah nyalakan mercun pasti yang lain juga ikutan. Dan pasti ada adu kuat-kuatan mercun siapa yang paling kuat.

Kunanti-nanti lah balasan mercun itu. Tidak berapa lama, muncullah kilatan petir kulihat dari kejauhan.
BAH.
Ternyata yang membalas mercun itu adalah si alam.
Ternyata alam raya juga ikut-ikutan main mercun di masa puasa ini, gak mau kalah sama orang-orang.
Sontak gak ada lagi kudengar suara mercun di mana-mana.
Langsung menyerah semua kurasa ya, kalo alam udah turun tangan.:D

Takut tersambar mungkin ya.
Ato mungkin takut udah mau hujan, nanti mercunnya malah tak nyala satupun πŸ˜€

Mercun terkuat pun akhirnya mengalahkan semua mercun (baca:Petir)

Selamat berpuasa untuk saudaraku semua.
πŸ™‚

Jalan Jones Di Kota Penang (Pengalaman di Penang Part-1)


3 hari berada di kota Penang, ada banyak hal baru dan berbeda dari yang kuketahui di Indonesia. Walaupun ini kali kedua aku ke kota Penang dan keduanya adalah menemani mamakku check up bukan wisata *katanya kalo berobat ke Penang ini termasuk wisata juga lho, wisata medis. Soalnya udah banyak kali orang Indonesia berobat ke Penang ini, sambil jalan-jalan juga kayaknya πŸ˜€

Sampai di bandara Internasional Penang, sepertinya masih biasa-biasa saja. Karena dimana-mana pun bandara canggih-canggihnya semua. *KualaNamu juga canggih coy :). Barulah saat keluar dari bandara dan di perjalanan menuju rumah sakit, aku melihat banyak hal yang baru.

Dari segi ketertiban berkendara, disini semua pengendara sangat tertib mengikuti aturan berkendara serta rambu lalu lintas. Kalo berhenti ya berhenti, maju ya maju. Tidak ada yang menyerobot. Jadinya perjalanan terasa aman *kalo masalah macet, walaupun disini semua sudah taat peraturan, tapi di saat jam sibuk tetap macet, karena mungkin semua kendaraan sudah keluar. Beda dengan kampungku, kalo lampu merah jalan, lampu hijau berhenti πŸ˜€

sumber : http://wongchunwai.com/images/stories/metd_az_0709_WCW10_jalan%20jelutong.JPG

Kebersihan disini juga sangat baik. Hampir jarang aku melihat sampah bertumpuk atau berserakan di tepi dan tengah jalan. Setiap jalan ada tempat sampah dan tanda peringatan β€œKetahuan Buang Sampah Sembarangan Didenda RM 500” atau senilai Rp 1.750.000. Jadinya jalanan bersih dan sah ini jadi luar negeri. Sebenarnya kalo kulihat, Penang dengan Medan gak jauh bedanya, mirip-mirip. Tapi yang paling membedakan adalah kebersihannya. Kalo di kampungku, kalo buang sampah pada tempatnya malah yang didenda. Didenda dengan rasa sedih karena dibilang β€œSok baik kali pun” πŸ˜€

sumber: https://lh6.googleusercontent.com/-VHeVgAHWPnI/VEXweWunFNI/AAAAAAAAAAw/uz1pBt5b1d0/s250-c-k-no/Toko%2BGerbang

Yang berbeda lagi kulihat adalah dari segi teknologi. Pernah aku mau beli air mineral di sebuah took kelontong. Kalo nengok tokonya, ya sama aja macam took di Medan ini kulihat. Ada ibu-ibu yang jaga ditemani orang tuanya yang lagi duduk di sekitar tumpukan beras. Persis samalah macam took kelontong disini. Gerbangnya juga gerbang biasa, macam gerbang rumahku. Tapi yang berbeda adalah, saat aku mau masuk ke toko itu gerbangnya tertutup, dan tidak ada dari ibu-ibu tersebut yang mau membukanya. Bah gak dianggap aku jadi pelanggan bah pikirku *sing: Sebagai pelanggan yang tak dianggap aku hanya bisa, mencoba bersabar.. Pelanggan Yang Tidak Dianggap by Pingkan Mambo. Tenyata aku salah sangka. Rupanya gerbangnya terbuka secara otomatis, karena sudah dipasang teknologi untuk membuka tutup sendiri saat sensor menangkap ada yang mau masuk ke dalam. Kalo di Medan, yang begini-begini cuma ada di mall. Jadi di Penang ini atau di Malaysia lah kubilang mungkin, teknologi sangat dipergunakan di berbagai tempat.

Ya masih ada banyak hal yang berbeda kudapatkan di kota Penang ini. Tetapi ada satu hal yang paling baru dan berbeda, yang kudapatkan di kota Penang ini. Apakah itu?

Ada satu nama jalan yang aku lihat di dekat penginapan kami, yang berbeda dengan jalan lainnya. Jalan ini sangat sepi dan jarang kulihat orang lewat. Saat aku berjalan di jalan ini, rasanya tenang sekali karena mewakili apa yang sedang aku rasakan. Rasanya hati ini tidak terintimidasi dengan perkataan orang lain, karena aku merasa diterima disini. Jalan ini serasa sangat indah dan membuat ketagihan datang kesini. Jalan apakah itu? Jalan Jones namanya

1425084711-picsay

Jalan Jones ini salah satu jalan di kota Penang. Aku rasa jalan ini berpeluang untuk jadi salah satu objek wisata baru di Penang, khusus buat jones-jones yang sering terintimidasi atau tak kunjung mendapat pasangan. Disini jones akan merasa diterima dan akan mendapatkan semangat baru. Moga gubernur Penang bisa baca postinganku ini, supaya bisa dipertimbangkan untuk menjadi objek wisata baru ini jalan.

Jangan ngaku udah ke Penang, kalo belum datang dan foto di jalan ini πŸ˜€
Yang mau tau alamat lengkapnya di mana ato posisinya bisa di cek di Google maps ini:
https://www.google.com/maps/place/Jalan+Jones,+Georgetown,+10250+Pulau+Pinang,+Malaysia/data=!4m2!3m1!1s0x304ac3a815b3ee1d:0x88964b961e1ddce7?sa=X&ei=XCjxVMrAHc3iuQTLzoKADQ&ved=0CB0Q8gEwAA

Yap, itulah hal-hal yang baru yang aku dapatkan di kota Penang. Moga kita semua bisa mengambil pelajaran yang baik dari sini. Tak perlu menjelek-jelekkan Indonesia secara berlebihan. Yang penting kita belajar dan mengubah Indonesia bisa lebih baik lagi.

Daa πŸ™‚

Auditorium USU Sudah Mantap, Tapi…


image

Gedung udah mantap.
Dengan warna hijau yang mendominasi serta perbaikan yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu, sekarang Auditorium USU kelihatan lebih megah.
Wisudawan dan wisudawati yang ada di dalam pun bisa menikmati proses wisuda dengan nyaman.

Di luar, lapangan parkir dan pelataran Auditorium sudah dibuat lebih lebar. Jadinya keluarga dan kerabat yang menunggu wisudawan/ti keluar tidak sepadat dulu lagi.

Lampu-lampu ada banyak di sekitaran Auditorium USU ini. Kalo malam semakin indah disini, apalagi bagi yang pacaran. πŸ˜€

Namun ada yang kurang aku rasakan disini.
Kurang banyak tempat sampah.

image

image

image

Aku tadi makan jeruk, tapi setelah selesai mengupas, bingung mau buang dimana.
Sayang sekali Auditorium kebanggaan kita berdiri begitu megah dan indah, tapi sekitarannya kotor dengan sampah.
Kalo boleh untuk bapak/ibu pihak rektorat, bisa menambah tempat sampah lebih banyak lagi, kalo bisa tiap 10 meter 1 tempat sampah.
Biar betul-betul tercapai USU Asri yang kita impikan itu πŸ™‚

*ahh, dibuat pun tempat sampah pasti buang sembarangan orang
Nah, buat dululah tempat sampahnya, lalu dibuat gerakan buang sampah pada tempatnya.
Ini tempat buang sampah pun tak ada, ya buang di jalanlah jadinya.

Selamat Wisuda untuk teman-temanku:
Fellix Derico ST
Dian Marisa Sitinjak S.Si
Samuel Tarigan S.Kom
Jhonri Sibarani S.Kom
Rio Auditya S.Kom
Fiktaruddin S.Kom
Ismael Fata Lubis S.Kom
Helen Sihotang S.Kom
Noviyanti Sagala S.Kom
Loren Oliver Barus S.Kom
Timothy Aja S.Kom
Janwandi Sinaga S.Kom
Lia Susanti Simanjuntak S.Psi
Mardi Sirait SE
Octa Manurung SP

Selamat datang di dunia alumni πŸ™‚

Postingan Spesial Ke-100


image

Ini adalah postingan yang kutunggu-tunggu dari dulu.

Postingan ke-100

Bukan hal gampang dalam membuat posting demi posting
Seringkali inspirasi dapat, tapi menuangkan ke dalam tulisan yang kurang bisa.
Sering juga sama sekali tidak ada inspirasi, tapi ingin sekali menulis rasanya.

Aku tetap akan menerima saran dan kritik dari semuanya, karena aku percaya itu akan membuat blog ini lebih baik lagi ke depannya.
Kuharap dari segi konten, tampilan dan visitors bisa lebih baik tahun ini.

Akhirnya, postingan ini aku dedikasikan untuk orang-orang yang aku kasihi.

Kepada Tuhan Yesus Kristus
Terima kasih Tuhan untuk anugerah yang diberikan aku bisa ngeblog. Walaupun aku masih bergumul dalam motivasi dalam ngeblog, aku berharap aku bisa jadi berkat nyata dari blog ini terhadap netizen

Kepada keluargaku
Bapak, Alm. M. Ginting
Mamak, A. Br Tarigan
Kak tua (Monika Isabella Ginting) dan silih (Radius Purba)
Makkey (Theresia Natalina Ginting) dan silih (Esra Antonius Sinuraya) beserta duo kicong ponakanku (Enda Kezia Febi Kayana Sinuraya dan Aura Rehulina)
Maktas (Omega Rut Namida) dan silih (Francius Sembiring) beserta si lasak ponakanku (Anastasia Ernala Sembiring)
Kedun Meong (Kristin Primadonna Ginting) dan silih (Efi Candra Tarigan)
Semoga aku bisa lebih mandiri lagi πŸ˜€

KTBku
PKK Kak Debora Nainggolan
Teman2
Alessanro Sotardodo Panjaitan
Juni Santo Sihotang
Santo Palentin Manarias Nainggolan
Alm. Harmanto Simanjuntak
Bertua Novita Simanjuntak
Uly Maris Hutagaol
Nulika Fitria Silalahi
Erni Apriyanti Sinaga
Christina Debora Tambunan
Ayo cepat kita kelompok dan kita kerjakan misi dari kak deb πŸ™‚

Adek Kelompokku
Misae Peony Tifally
Ruth Meylina Manik
Winda Sari Elisabeth Siburian
Anandhini Medianty Nababan
Verawati Sihite
Satya Kevino
Semoga kita tetap saling mendukung dan bertumbuh di dalam Tuhan πŸ™‚
Semoga aku bisa buat postingan tentang kalian
Semangat skripsiannya ya πŸ™‚

Gioire
Ardi Betesda Clinta Ginting
Maya Hartina Hutagalung
Yenni Rosaline Munthe
Yok segera kita evaluasi MHB πŸ˜€

Dosen Ilmu Komputer USU
Pak Poltak Sihombing
Pak Romi Fadillah Rachmat
Bu Erna Budhiarti Nababan
Pak Amer Sharif
Pak M. Andri Budiman
Dll
Tetap semangat pak buk membuat Ilkom jadi lebih baik

Ilmu Komputer USU 2009
Samuel Tarigan
Septian Dwi Cahya Panjaitan
Jhonri Sibarani
Yudhi Aron Pangaribuan
Juni Santo Sihotan
Dan teman2 semua 2009 Kom A dan Kom B
Ayo kita bantu septian menuju S.Kom πŸ™‚

Anak KTI
Hengky Prayson Gulo
Bg Octavianus Tri Saputra Siahaan (bg ijong)
Bg Johannes Hutabarat
Johannes Prima Saragih
Rivai Hasiholan Purba
Lorent Oliver Barus
Yansen Boston Simatupang
Dll
Tetap dibaca postinganku kalo ku tag kalian ya πŸ˜€

Teman-teman Panitia Retreat FMIPA 2015
Kak Hanna Omega Tobing
Kak Destriani Novita Hasibuan
Kak Desi Marisa Sinaga
Nulika Fitria Silalahi
Kak Eva Christy Manurung
Dedek Putri Damanik
Misael Rumahorbo
Lennora Marbun
Uly Maris Hutagaol
Sera Wida Simatupang
Tahi Sinambela
Noviana Pratiwi Ginting
Kristiarawati Sinaga
Ester Lina Gultom
Erlin Situmorang
Desi Damanik
Emidola Elisabeth Pinem
Anandhini Medianty Nababan
Desy Novrita Siahaan
Rotua Dina O. Silitonga
Leni Simatupang
Dewi Handayani Munthe
Indra David Siregar
Gibson Hutagalung
Semangat kita memfollow up retreat kita ya. Mari berbuah bersama πŸ™‚

Yang ngaku suka baca blogku
Derry Purba
Ave Adriana Pinem
Kak Devi Sigalingging
Terima kasih kak dan teman-teman, karena kalian bilang gitu aku jadi semakin semangat ngeblog πŸ™‚

Sahabat-sahabatku
Listra Yehezkiel Ginting
Wahyu Sahputra Munthe
Tetap semangat mengerjakan visi masing2 πŸ™‚

Teman-teman komunitas Blog
Warung Blogger
Jamban Blogger
Update Blog
Kumpulan Blog
Komunitas Emak Blogger
Yang baca blogku lewat search engine
Yang baca blogku lewat wordpress reader
Yang udah follow dan like blog dan postinganku
Terimakasih udah baca dan menyebabkan visitorku bisa nyampe 5300 visitor tahun lalu πŸ˜€

Teman-teman XII IPA 1 SMA N 1 Kabanjahe Choeys Family
Abang-abang supir angkot
Koordinasi, Komponen Pelayanan dan Alumni UKM KMK USU UP FMIPA
Si pemegang rusukku yang hilang, yang masih belum kujumpai πŸ˜€
Dan masih banyak lagi untuk semua nama yang tak tersebutkan πŸ™‚

Yap, ini seperti lembar penghargaan di skripsi ya.
Sampe banyak kali yang kubuat.
Tapi gak apalah, karena ini postingan ke-100. Mungkin aku baru bisa buat yang seperti ini lagi di postingan ke-500 dan postingan ke-1000.
Jadi mungkin baru 4 atau 9 tahun lagi baru aku buat posting seperti kali ini. Itu pun kalo aku masih bertahan ngeblog nantinya πŸ™‚

Terimakasih untuk semuanya.
Tetap dibaca blogku ya πŸ™‚

image

Petualangan Di Kota Medan Dengan Google Maps


Hai semua.
Apa kabar?

Hari ini aku berpetualang di kota Medan. Seperti apa petualangannya? Mari kita baca.

Jadi petualangan ini dimulai dari jam 5 pagi tadi. Saat jam sudah menunjukkan tepat pukul 5, langsunglah aku mendapat telpon bergantian dari 3 orang temanku (baca:kak desi, kak eva dan kak destri). Mengapa mereka meneleponku? Karena aku emang minta tolong sama mereka, untuk membangunkanku lewat telepon soalnya aku takut tidak bisa bangun lebih awal untuk memulai petualanganku.
Dapat telepon dari 3 orang, cukup untuk membuatku akhirnya bangun dan tidak tidur lagi. Akhirnya aku pun bersaat teduh.

Selesai saat teduh aku berdiri dari tempat tidur, aku merasakan bahwa kakiku sedikit naik betis. Ini pasti karena semalam aku salah duduk pas jadi moderator.
Aku pun masuk ke kamar mandi. Di kamar mandi aku langsung disambut sikat gigi, odol, gayung dan sabun, yang selalu setia menemaniku di kamar mandi ini. Aku pun mandi, sambil bernyanyi di depan layar tertutup. Tapi sayang hari ini aku tidak bisa mengalahkan vote sainganku, oleh karena itu layar di depanku pun tidak terbuka, padahal empat juri sudah memberikan votenya samaku. Eh tunggu dulu, aku kan mandi bukan ikut lomba Rising Star πŸ˜€

Selesai mandi, aku kembali ke kamar. Di kamar aku ganti pakaian, dan karena jam masih menunjukkan jam 5.30 aku duduk sebentar di tempat tidur. Seperti biasa, kalo bangun lebih pagi, tempat tidurku selalu menebarkan pesona lebih sehingga membuatku ingin tidur lagi. Gak ngefek baru mandi, tetap aja aku masih ngantuk. Tapi syukurlah aku bisa memotivasi diriku, untuk tidak tidur, karena bisa kebablasan kalo tidur lagi sekarang.

Akhirnya sampailah di jam 6. Aku pun berangkat. Langit di luar masih gelap, walaupun sudah agak banyak orang yang berjalan. Inilah pengalamanku pertama kali, berangkat pas hari masih gelap dengan pakaian rapi. Memang sering juganya aku keluar pas hari masih gelap, tapi itu karena disuruh beli kelapa parut ato ikan sama mamakku. Ya jadinya, bajuku pun masih baju tidur, dan biasanya mandi pun tidak.
Aku pun berjalan ke simpang dari rumah.

Sampai di simpang, aku langsung menunggu angkot ke tempat tujuanku. Hampir beberapa menit juga aku menunggu, karena angkot tak kunjung datang. Mungkin karena masih pagi-pagi ya. Teng ting teng. Beberapa menit kemudian, angkot yang ditunggu pun datang. Di angkot itu hanya ada abang supir dan 1 orang gadis.dengan pakaian kerja yang duduk di belakang. Angkot pun berangkat dan melaju dengan kencang, karena memang jalanan masih lengang. Di tengah angkot yang melaju sangat kencang, aku masih mengantuk sebenarnya tapi aku tidak bisa menghentikan pandanganku dari si gadis itu. Sesekali aku meliriknya, lalu kupandang keluar lalu kulirik lagi. Aku terpesona dibuatnya, soalnya rambutnya terbang ke belakang, karena angkot berjalan sangat kencang. Aku jadi teringat dengan songoku di dragonball, waktu dia berubah jadi super saiya. Jadi rambutnya terbang-terbang juga. Jangan-jangan gadis ini juga keturunan saiya. πŸ˜€

Sampailah aku di tujuan. Aku membayar ongkos dan kemudian mengambil hapeku. Jam sudah pukul 6.30. Sebenarnya aku janjian dengan temanku (Kak destri dan Nulika) ketemu di tempat ini jam 6.45. Namun karena aku datang 15 menit lebih awal, aku memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu ke tempat yang sebenarnya akan kami tuju. Aku membuka google maps di hapeku, dan memasukkan alamat tempat yang aku tuju. Ternyata dari tempatku berdiri dengan tempat yang kutuju berjarak 1 Km. Sambil masih dalam kondisi sedikit mengantuk aku pun memutuskan untuk berjalan, dan mengikuti petunjuk di google maps. Karena GPS ku aktif, jadi setiap aku berjalan petunjuk di google mapsku juga bergerak. Jadi ketahuan sudah di mana posisiku, kalo ke kiri maka petunjuk akan bergerak ke kiri, dan kalau ke kanan maka dia juga ke kanan.

Sangat seru kurasakan, karena seperti mencari sebuah harta karun dari peta rasanya. Terus aku berjalan sambil mengikuti arahan peta ini. Memang tidak lewat hutan-hutan dan menyebrang sungai aku serta juga tidak ada binatang buasnya. Walau kakiku masih terasa sedikit saki tapi tetap saja menyenangkan. Hingga akhirnya tempat yang kutuju pun sudah mulai dekat, dan akhirnya aku pun sampai setelah 20 menit aku berjalan. Wah senang sekali rasanya saat sampai di tempat ini. Karena memang tempatnya agak tersembunyi di dalam gang bukan di pinggir jalan. Jadi seperti tempat rahasia kalau di game GTA.

image

Jangga House.
Inilah sebenarnya tempat yang aku tuju. Ini adalah sebuah penginapan yang ada di daerah peringgan atau Iskandar Muda Medan. Jadi disini aku mau berjumpa dengan 1 orang pembicara di Retreat yang akan kami kerjakan di bulan 1 akhir, bg Tadius Gunadi. Akhirnya temanku pun menyusul dan sampai juga disini. Tapi mereka bertualang sama tukang becak πŸ˜€
Kami pun berdiskusi sambil dijamu sarapan pagi oleh bang tadius. Banyak hal yang dibagikan oleh abang tersebut, terutama bagaimana seharusnya sebagaimana Murid Kristus.

Itulah petualangan yang aku kerjakan hari ini. Aku sangat bersyukur Tuhan izinkan merasakan petualanganku ini. Tidak sia-sia aku bangun pagi, lalu berjalan jauh walau kaki sedikit sakit dalam kondisi masih ngantuk. Memang saat kita melayani, Tuhan selalu berikan sukacita dan cerita yang indah bagi kita. Walaupun memang selalu ada yang dikorbankan dan diperjuangkan, tapi Tuhan selalu hargai pelayanan kita.

Mengikut Kristus memang menderita, tapi bukan berarti kita tidak sukacita.
Itu yang dikatakan bg Tadius di akhir pembicaraan kami.
Aku bersyukur, walaupun hanya dalam bentuk kecil, tapi aku bisa belajar “menderita” untuk Kristus.

Salam Murid Kristus πŸ™‚

*lupa berfoto dengan bg tadius tadi.
Tapi tak apalah πŸ˜€

Macam-macam Ucapan Penumpang Kalo Mau Turun Dari Angkot


image

Hahihuheho.
Hello.
Jumpa lagi dengan saya.

Di sini aku mau posting tentang beberapa cara mengatakan berhenti kepada supir angkot, beserta ulasannya. Tapi yang kubahas ini mungkin kebanyakan yang diucapkan didaerah Sumatera Utara, kan aku anak Medan lae. Hahaha. Cekidot.

1. Pinggir bang…
Nah, yang ini ucapan yang paling umum yang disampaikan kalo penumpang mau turun. Mau supir angkotnya masih muda, sampai tua semua dipanggil bang. Kurasa ucapan ini udah dipatenkan kayaknya.

2. Pinggir pak/dek…
Nah, kalo ucapan ini sering disampaikan oleh penumpang yang suka perhatian sama supirnya. Jadi kalo dilihat masih muda supirnya dibilanglah:”pinggir dek”, kalo udah tua dibilang:”pinggir pak”. Jadi kalo mau cari jodoh, carilah lelaki/perempuan yang seperti ini, karena supir angkot aja diperhatikan apalagi kamu. πŸ˜€

3. Pinggir Lae/Pal/Turang…
Kalo yang begini, orangnya pasti rasa persaudaraannya tinggi. Macam sodara dekat sudah jadinya. Alhasil ongkos pun bisa dikurangi ato malah jadi tak bayar ongkos, karena sudah dianggap sodara sama supirnya. Bisalah sekali-sekali dicoba ini

4. Pinggir Sekali..
Nah kalo yang ini sering diucapkan sama orang Karo. ntah kenapa orang Karo hobi bilang beginian. pinggir sekali.. lalu sekali lagi kapan ya? janganlah di php abang supir angkotnya πŸ˜€

5. Pinggir… (aja)
Yang bilang pinggir aja, gak pake kata sapaan biasanya orang yang gak suka ribet dan mau cepat-cepat. Saking cepatnya kadang lebih memilih turun dari jendela daripada turun lewat pintu. *eh becanda πŸ˜€

6. Kiri bang…
Anak jakarta ini. Pasti begitu dalam hatiku kalau ada penumpang yang ngomong gini.
Ato paling gak dari pulau jawalah dia. Ya memang, katanya kalo di jawa kalo mau stop itu bilang kiri. Mungkin maksudnya bilang ke supir biar merapat ke kiri biar bisa turun. Kalo supir gak biasa dengar ucapan ini, bakal dicueki supir kalo ada yang bilang gitu. Barulah sampai penumpang yang lain ikut bantu bilang pinggir, barulah si abang supir ngeh dan akhirnya berhenti.

7. Kanan bang…
Ada kiri ada kanan. Wah apa pulak ini. Ternyata aku baru tau ada juga yang pake ucapan ini kalo mau turun dari angkot. Siapa? Yap mereka adalah bule dari Eropa dan Amerika yang memakai sistem berkendara sebelah kanan. Jadi mereka biasa kalo mau berhenti ya ke sebelah kanan. Nah kalo di angkot di Medan, kalo mereka mau turun pasti mereka bilang “Kanan bang…”, dan akhirnya abang supir memberhentikan angkot di sebelah kanan dan kemudian ditilang polisi karena menurunkan penumpang di jalur berlawanan. Kasian supir-supir ini bah kalo bule penumpangnya. Perkara si bule gak bisa move on dari sistem kanan, abang supir yang kenak getahnya. Dan aku yang makan nangkanya. I like nangka πŸ™‚

8. TURUN BANG…. TURUUUUN…
Wah, kalo yang ini, inilah yang sering bikin heboh angkot. Biasanya orang yang kayak gini yang jarang naik angkot, ato yang lagi nyari jalan. Karena dia udah takut nyasar dan kelewatan dari tempat tujuannya, maka kata-kata yang terlontar dari mulutnya pun ya ini:”turun bang.. turun..” yang akhirnya disambut abang supir dengan memberhentikan angkot lalu turun keluar karena salah menafsirkan maksud si penumpang yang sebenarnya.
Disangka abang supir dia disuruh turun dari angkotnya sendiri πŸ˜€

Yak, itulah beberapa ucapan serta ciri orang yang mau turun dari angkot.
Ada termasuk yang sering bilang yang mana?
Ato teman2 dari daerah lain, apa ucapan kalian kalo mau turun?
Yok ditulis di komentar πŸ™‚

Konsultasi Masalah Laptop Di Acer Customer Service Center Medan


image

Hellohai semua.
Jumpa lagi di postingan selanjutnya.
Di postingan ini aku mau bercerita tentang pengalamanku saat berkonsultasi masalah laptopku yang rusak di Acer Customer Service Center di Medan.
Waktu aku mau bawa laptopku ini ke service center, cukup banyaklah keringat yang tercurah. Mulai dari cari-cari info lokasi pasti service centernya, angkot kesana dsb.
Jadi bagi yang punya laptop acer yang sedang rusak, ataupun yang baru beli laptop acer silahkan dibaca kisahku ini, supaya ada persiapan kalo gimana-gimana nanti.
Yok kita cekidot πŸ™‚

Jadi ceritanya, aku punya laptop Acer 4736G yang aku beli tahun 2009. Laptop itu aku beli siap inagurasi di kampus, jadi itung-itung hadiahlah setelah selesai “bersenang-senang” di inagurasi S-1 Ilmu Komputer USU di sibolangit di bulan november.
Laptop ini begitu setia menemaniku, baik itu dalam ngerjakan tugas, nonton film, main game, internetan, skripsian dsb. Setelah 4 tahun bertugas, akhirnya dia pun mulai menunjukkan tanda-tanda mau pensiun. Selama ini sih gak pernah ada kerusakan yang berarti, kadang mau mati tiba-tiba kalau kepanasan. Tapi setelah dinyalakan kembali bisa lagi. Nah, di tahun ke-5 inilah dinyalakan cuma bertahan sampai logo windows xp, setelah itu mati. Jadinya sama sekali gak bisa digunakan.

Sebenarnya untuk penggunaan sekarang, tidak sebanyak saat aku masih kuliah. Tapi ya tetap aja laptop ini penting, karena kadang mau ngetik lamaran ataupun cari info-info lowongan *pengangguran oh pengangguran*. Jadinya aku pun berniat membawa laptopku ini ke tukang service. Sempat terpikir untuk bawa ke tempat service biasa, tapi akhirnya aku pikir lebih baik dibawa ke service centernya langsung. Kan lebih terjamin dan terpercaya pikirku.

Beberapa hari kemudian aku bawa laptopku ke acer center di plaza medan fair Medan. Aku udah capek bawa tas berat, soalnya rencana abis itu mau pulang ke kampung. Sampai di acer centernya aku bilang sama penjaganya kalau mau perbaiki laptop. Lalu dibilang kakak penjaga itu kalo di situ gak bisa perbaiki laptop, tapi hanya jual laptop acer saja. Katanya kalo mau perbaiki laptop di service center yang di Jl. Bambu II glugur.
Wah akhirnya aku pun pulang ke kampung, tetap membawa laptopku dengan berat.

Sampai dikampung, aku mencari tahu dimana sebenarnya lokasi service center itu. Aku googling dan akhirnya ketemu alamat lengkap acer customer service centernya : ACSC MEDAN Kompleks Graha Niaga
Jl. Bambu II No. A-9 Medan – 20114
Kata kakak penjaga itu di daerah glugur. Tapi masalahnya aku gak tau glugur itu dimana dan angkot kesana apa.

Sepulang kembali ke medan, aku pun mulai bertanya-tanya ke teman-temanku dimana letak jl bambu 2 glugur itu. Banyak juga yang gak tau. Tiba-tiba teringat ada google maps, jadi aku coba masukkan alamat itu di google maps, dan ketemu. Tapi sayangnya di google maps gak dikasitau apa angkotnya kesana. Perlu ditambah fitur angkot ini bang sergey dan bang page di google maps. (Mereka itu pendiri google :D)

Setelah mengumpulkan banyak informasi, akhirnya dapat juga angkot yang bisa mencapai lokasi service center tersebut. Kalau dari padang bulan angkot yang sampai kesana adalah angkot 67.
Aku pun naik angkot 67 kesana. Aku bilang ke abang supir supaya aku diturunkan di simpang glugur. Setelah kulihat-lihat keadaan sekitar, ada angkot 32 juga yang menuju kesana. Tapi aku gak tau angkot 32 ini daerah tujuannya kemana aja, soalnya aku juga baru kali itu juga ngelihat angkot 32. Masih banyak angkot yang gak kutahu di kota medan ini bah.

Sampai disana aku pun turun di simpang glugur. Simpang glugur ini sebelum pajak glugur. Aku pun mencari gedung GRAHA NIAGA tersebut. Kalo dari pajak glugur, belok ke kanan. Aku pun langsung mendapat plang Acer disitu. Aku pun berjalan kaki kesitu.

Masuk ke dalam aku disambut seseorang, yang kupikir adalah satpam, karena dia yang menyambutku dan membukakan pintu. Tapi dia berpakaian seragam acer, bukan seragam security. Tapi gak apalah. Setelah itu aku disuruh antri dan mengisi formulir yang telah disisipi no antrian. Aku dapat no antrian 11, sedangkan yang sedang dilayani itu no.9. Tak lama kemudian, aku pun dipanggil oleh seorang customer service. Dia meminta formulir keluhan yang kuisi dan meminta laptopku.
Cek sana-sini, akhirnya dia menyampaikan kesimpulan dari hasil analisisnya terhadap laptopku.
Mbak CS ini mengatakan kalau di acer service center ini, service laptop dilakukan dalam bentuk penggantian spare part, bukan memperbaiki seperti menyolder atau membersihkan. Dan dia menyampaikan, kalo spare part setiap seri laptop acer hanya disediakan 3 tahun saja dari tahun pembuatan. Jadi laptopku yang keluaran tahun 2009, spare part yang tersedia hanya sampai tahun 2012. Ini dikarenakan laptop dengan seri baru yang terus menerus keluar, oleh karena itu spare part yang tersedia juga dibatasi waktu.

Karena memang spare partnya sudah tidak ada lagi, mbak cs ini menyampaikan beberapa opsi padaku. Opsi yang pertama, dia menyarankan untuk aku tetap memberikan laptopku dicek di service center ini, untuk mengetahui apa sebenarnya kerusakannya. Walaupun sebenarnya spare partnya tidak tersedia lagi, tapi paling tidak bisa tahu apa kerusakan sebenarnya. Opsi kedua adalah laptop ini dibawa ke tempat service laptop biasa bukan official, karena biasanya mereka bisa memperbaiki ataupun punya spare part bekas, mungkin ada yang menjual laptop ke mereka. Aku pun memilih opsi kedua.

Jadi itulah pengalamanku saat membawa laptopku ke service centre. Dari pengalaman ini aku menyimpulkan beberapa kesimpulan dan saran bagi teman-teman yang mungkin mengalami hal yang sama denganku. Berikut kesimpulan sarannya:

1. Bagi yang di medan, kalau mau service laptop, langsung ke yang di jalan bambu 2 saja, soalnya mungkin yang di plaza medan fair itu untuk menjual laptop asli acer saja. Angkot 67 dari padang bulan, pokoknya yang lewat simpang glugur.
2. Di service center ini sistemnya bukan memperbaiki atau menyolder bagian laptop kita yang rusak, tapi dengan mengganti spare part. Oleh karena itu ketersediaan spare part berpengaruh dengan proses servicenya.
2. Kalau memang laptop kita rusak, dan masih dalam kisaran 3 tahun setelah pembelian, bawa saja ke service center ini. Karena walaupun akan diganti spare part, tapi umumnya laptop acer di garansi sampai 3 tahun. Kalau sudah lewat 3 tahun, spare partnya tidak diproduksi lagi.
3. Untuk lebih yakin apa masalah laptop sebenarnya, menurutku tidak masalah kalo di cek terlebih dahulu di service center ini. Lebih terjamin untuk mengetahui sumber masalahnya, karena memang orang-orang yang paham arsitektur laptop acer yang akan memeriksanya. Tapi ini tetap dikenakan biaya sebesar Rp 88.000. Aku tidak memilih opsi ini, karena keuangan terbatas, hehehe

Demikianlah pengalaman serta saran-saranku untuk teman-teman yang punya masalah sama, atau yang mau wanti-wanti terhadap laptopnya. Kiranya berguna.
Gbu πŸ™‚


Yok cekidot postingku yang lain

kalo-medan-banjir-terus ongkos-google-maps universitas-power-rangers