Mengenali Diri Sendiri


image

Yang kuingini adalah
Mengenal kembali siapa diriku ini
Bagaimana aku berpikir
Bagaimana aku bertindak
Bagaimana aku hidup
Sudahkah semua itu berkenan bagi Penciptaku?
Karena yang ku tahu hidup ini
Adalah untuk kemuliaan Sang Pencipta

Tentunya aku membutuhkan cermin yang benar
Yang baik dan tak rusak
Sehingga aku bisa melihat diriku
Seperti apa sebenarnya
Melihat kekurangan dalam diri ini
Dan kemudian mencoba memperbaikinya

Adakah engkau juga ingin mengenal siapa dirimu sebenarnya?
Ingin mengetahui apa yang salah dalam dirimu
Dan memberi diri untuk diperbaiki
Atau sudah nyaman dengan dirimu yang sekarang?
Atau bahkan tak peduli dengan diri dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mengasihi Dengan Sungguh


image
Bagaimana Mengasihi?

Sungguh sulit mengasihi dengan sungguh
Seringkali kasihku hanya sebatas kulit saja
Sebatas ya, aku sedih melihat itu
Setelah itu aku tak bergerak
Untuk mengungkapkan bahwa rasa kasihku

Kasih yang tak dalam
Kasih yang mungkin sebatas emosi saja
Atau mungkin bisa jadi semacam euforia
Saat emosi sudah stabil, maka mungkin kasih tak tinggal di dalam

Belajar mengasihi lebih sungguh lagi
Belajar menyelami kasih lebih dalam lagi
Kasih bukanlah hal yang dangkal
Aku percaya itu dan aku mau belajar untuk itu

Kasih yang besar dan sempurna
Hanya ada di dalam Tuhan saja
Dan aku mau belajar dan merasakan bagaimana kasih Tuhan kepadaku yang adalah manusia yang diciptakan-Nya

Mencari Yang Sedang Terluka


image

Adakah yang saat ini sedang terluka hatinya?

Merasa hidup tak ada artinya?

Permasalahan terus saja menimpa, seakan-akan merasa Tuhan tak adil rasanya.

Orang lain tak mengerti akan kondisi kita.

Bahkan mungkin ada yang menghina atau menjelekkan kita.

Merasa sering dituntut melebihi kekuatan sendiri?

Berjuang untuk kelihatan baik, tapi tetap tak dihargai.

Mungkin ada juga yang baru putus cinta.

Ingin marah, menangis dan memaki-maki saja.

Ada yang bertengkar dengan keluarga?

Merasa kecewa karena tak sesuai dengan yang diharapkan?

Suatu yang dinanti tak kunjung tiba?

Tak bisa memaafkan orang yang bersalah terhadap kita?

Merasakan penat dimana-mana.

Tertekan batin, tak tau harus kemana.

Apakah ada penyakit dalam dirimu?

Atau kelemahan yang ada dari dulu?

Mungkin engkau terluka, kenapa Tuhan mengizinkannya?

Hati selalu tak tenang, tak ada damai sejahtera.

Apakah engkau selalu merasa dirimu tidak sempurna?

——

Kawan, terimalah dirimu yang sedang terluka.
Terimalah dirimu yang tak berdaya.
Akui bahwa kau tak sanggup memulihkan hatimu yang terluka.
Karena memang manusia tak sempurna.
Ada begitu banyak kelemahan dan kekurangan di dalamnya.
Hidup penuh dengan dosa.

Tapi justru karena itulah Tuhan datang ke dunia.
Karena ada begitu banyak jiwa yang berdosa.
Ada begitu banyak jiwa yang terluka.
Yang tak mampu mengobati dirinya, melepaskan diri dari jeratan dosa.
Keluar dari intimidasi, dan luka yang begitu dalam.
Dia datang, untuk menjadi penolong kamu dan saya.
Karena ya, kita tidak sempurna.
Kita sering terluka.
Kita tak bisa lepas dari dosa.
Dan karena itulah kita membutuhkan-Nya.
Dia mencari orang-orang yang berdosa.
Mencari orang-orang yang terluka hatinya.
Mencari orang-orang yang tak sanggup lagi menanggung beban dalam hidupnya.

Kalau kita tidak terluka dan berdaya, mungkin sering kita tak membutuhkan-Nya.

Yakobus 5:13a  Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa!

(Kalau ada yang terluka, bisa cerita biar kita bisa doakan bersama :))
Gbu 🙂

Review Buku “Facing Your Giants”


Judul : Facing Your Giants
Penulis : Max Lucado
Penerbit : Gloria Graffa
Tahun Terbit : 2006
Tebal : 255 Halaman

“Goliat anda tidak membawa pedang atau perisai; ia mengacungkan pisau pengangguran, pengasingan, penganiayaan seksual, atau depresi. Raksasa Anda tidak berjalan-jalan naik-turun bukit-bukit Tarbantin; ia melompat-lompat melalui kantor, tempat tidu, kelas Anda. Ia membawa tagihan yang tidak dapat Anda bayar, kenaikan tingkat yang tidak dapat Anda raih, orang-orang yang tidak dapat Anda puaskan, wiski yang tidak dapat Anda tinggalkan, pornografi yang tidak dapat Anda tolak, karier yang tidak dapat Anda hindari, masa lalu yang tidak dapat Anda hapus, dan masa depan yang tidak dapat Anda hadapi.” (hal 14)

Ya memang di zaman sekarang ini, kita tidak lagi menemukan manusia bertubuh raksasa layaknya Goliat (tingginya 2,97 meter). Tapi rasa takut, rasa tidak mampu, rasa putus asa, rasa kesepian, rasa ingin mengakhiri hidup, yang sama seperti Goliat, seperti raksasa yang terus memburu dan mengejek kita, melemahkan kita, mungkin masih kita rasakan hingga saat ini. Raksasa yang kita hadapi serasa tak mungkin untuk dikalahkan dan ditaklukan, sama seperti Daud yang kelihatan sangat mustahil dapat mengalahkan Goliat dengan hanya mengandalkan umban batu saja. Tapi Daud dapat menaklukkannya. Apa rahasianya?

Buku ini membukakan perspektif yang seharusnya bagaimana kita memandang setiap raksasa yang ada dalam hidup kita. Dengan contoh dan pengalaman penulis, kita jadi lebih gampang untuk merefleksikan dan memposisikan diri kita sebagai orang yang sedang menghadapi raksasa besar.

Anda malu dengan kegagalan-kegagalan yang anda alami saat melawan raksasa-raksasa dalam hidup? Penulis melalui buku ini, mampu membuat saya bisa menerima diri sendiri apa adanya, tanpa saya harus dihakimi atas kegagalan dan kesalahan saya yang sering kali ke dalam satu lubang kesalahan yang sama, yang sangat sulit untuk saya taklukan. Melalui buku ini, saya juga mengerti bahwa memiliki kesalahan ataupun kegagalan yang dalam hal ini digambarkan sebagai raksasa bukanlah suatu hal yang hanya saya alami sendiri saja. Semua orang pun punya raksasa masing-masing dalam hidupnya, bahkan seorang tokoh Alkitab sekaliber Daud yang kisah dan mazmurnya masih terus mengagumkan hingga kini. Oleh karena itu saya lepas dari rasa tertekan, karena ternyata ada banyak orang merasakan hal yang sama.

Perjalanan seorang Daud, tak berhenti hanya saat dia berhasil mengalahkan Goliat. Tapi raksasa yang menakutkan terus bermunculan mulai dari dia dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh, saat dia jatuh ke dalam dosa perzinahan dan juga disaat dia memiliki konflik dengan keluarganya sampai-sampai anak kandungnya sendiri ingin mengkudeta dan. membunuhnya. Walaupun kisah Daud ini sudah beribu tahun yang lalu, namun penulis mampu menggali dan menjelaskan dengan baik hingga tetap relevan dengan kondisi dan permasalahan yang kita alami di hidup kita dalam zaman ini.

Jadi apakah anda sedang mempunyai raksasa dalam hidup anda?

Anda sedang dikejar-kejar oleh rasa bersalah, rasa gagal, rasa emosi, rasa depresi atau rasa-rasa yang ingin membuat anda cepat-cepat meninggalkan dunia ini karena serasa tak akan mungkin untuk mengatasinya?

Mungkin buku ini bisa membantu anda untuk memperoleh kemenangan atas raksasa anda dalam hidup sehari-hari 🙂

Gbu 🙂

buku ini dapat dipesan disini:

http://www.bukurohanigloria.com/product/view/212/facing_your_giants.html#.VPc1fS4YNf0

Apakah Anda Sedang Berada Di Ketinggian?


image

Sumber gambar: http://erik-nac.blogspot.com.

Berada di ketinggian
Membuat sulit mendengar yang dibawah
Berada di ketinggian
Membuat semuanya kelihatan rendah
Berada di ketinggian
Membuat segalanya bisa disuruh seenaknya
Berada di ketinggian
Membuat malas berbuat apa-apa
Berada di ketinggian
Membuat rasanya tidak butuh pertolongan
Berada di ketinggian
Membuat merasa bisa melakukan semuanya
Berada di ketinggian
Membuat ingin semua harus sempurna
Berada di ketinggian
Membuat gampang menghakimi dan menyalahkan
Berada di ketinggian
Membuat semuanya tentangku dapat dimaklumi, sedangkan tentangmu tidak
Berada di ketinggian
Membuat aku sudah puas dan tak mau berusaha lagi
Berada di ketinggian
Membuat jarang berkomunikasi dengan orang di bawah
Berada di ketinggian
Membuat sulit diingatkan dan diajari
Berada di ketinggian
Membuat merasa sudah tahu segalanya
Berada di ketinggian
Membuat lebih gampang terjatuh ke bawah
Berada di ketinggian
Membuat semuanya dianggap remeh

Apakah ada yang sedang berada di ketinggian sekarang?
Mungkin anda dan saya bisa bersama turun sebentar dari ketinggian. 🙂

Bagaimana Anda Mengetahui Bahwa Anda Adalah Seorang Kristen Tulen? (Part 4)


Bagaimana Anda Mengetahui Bahwa Anda Adalah Seorang Kristen Tulen? (Part 4)

Ditulis oleh: Jonathan Edwards

Orang fasik, termasuk yang masih hidup sekarang ini, akan menghadapi hari penghakiman dan melihat Yesus Kristus. Tetapi mereka hanya akan melihat kemuliaan-Nya dari luar, yang sangat jauh dari apa yang bisa kita bayangkan. Mereka tidak akan mengenal betapa manis-Nya Dia dan tidak bisa melihat keindahan-Nya. Orang-orang jahat itu tentu saja pada akhirnya akan takluk dan bertekuk lutut di hadapan Kristus yang Mahatahu pada hari penghakiman, tetapi pengetahuan akan Allahnya itu tidak bernilai apa-apa, tidak peduli seberapa murni dan dahsyatnya pengetahuan tersebut. Mengapa? Karena mereka tetap tidak mungkin dan tidak akan mungkin melihat keindahan Kristus. Itulah yang menjadi pembeda antara pengalaman setan-setan dengan mereka yang menerima anugerah keselamatan dari Roh Kudus sehingga mampu melihat keindahan Kristus. Melihat keindahan Kristus adalah suatu hal yang membuat pengalaman orang Kristen sangat berbeda dari apapun juga. Iman orang-orang pilihan kepada Allah mengalami dan melihat kesempurnaan Injil, dia melihat keindahan dan juga kekudusan dari rencana Ilahi dalam keselamatan, pikirannya diyakinkan dan dengan sepenuh hatinya percaya bahwa hal ini datang dari Allah (lihat 2Kor. 4:3-4).  Bagi orang tidak percaya yang melihat Injil, mereka mengerti pengetahuan tentang Injil tetapi mereka tidak melihat terang Injil. Terang Injil adalah kemuliaan Kristus, kekudusan-Nya, dan juga keindahan-Nya. Hanya terang Ilahi yang menerangi hati kitalah yang membuat kita mampu untuk melihat keindahan Injil dan memiliki keselamatan di dalam Kristus (2Kor. 4:6). Terang supernatural ini menunjukkan keindahan dan manisnya Yesus yang melampaui apapun, serta menyakinkan kita bahwa Dia sanggup menjadi Juruselamat kita. Terang supernatural ini yang menyakinkan kita bahwa tidak ada seorang pun kecuali Kristus yang sanggup menjadi Mediator kita.

 

Ketika seorang fasik yang berdosa bisa melihat keindahan Kristus yang Ilahi, dia tidak akan berspekulasi lagi mengapa Allah bisa tertarik dengan dirinya untuk menyelamatkan dia. Sekarang dia dapat melihat betapa berharganya Kristus dan darah-Nya, dia dapat menyadari bahwa dia diterima oleh Allah karena nilai yang ditaruh Allah di dalam darah, ketaatan, dan juga doa syafaat Kristus. Jiwa yang letih dan bersalah dapat melihat keindahan Kristus dan beristirahat, yang tidak bisa ditemukan di dalam khotbah atau buku apapun. Hanya di dalam penglihatan keindahan Kristus-lah, kehendak dan hati manusia tertawan. Di hari penghakiman, secercah sinar dari moral dan keilahian kemuliaan Allah serta supremasi keindahan Kristus yang bersinar di dalam hati manusia akan meredakan segala permusuhan. Jiwa orang fasik tadi telah condong kepada kasih Allah dengan kekuatan yang sangat besar karena seluruh pribadi menerima dan juga memeluk Juruselamat yang mengasihinya, bukan mengerti secara kognitif saja.

Perasaan kekaguman akan keindahan Kristus adalah permulaan dari iman yang menyelamatkan dan juga hidup dari seorang petobat tulen. Ini bukanlah perasaan palsu bahwa Kristus begitu mengasihi dan rela mati untuknya, karena perasaan ini dapat menuju kepada sekadar rasa terima kasih karena sudah ditolong dari dalam dosa. Sangatlah mungkin bila perasaan ini hanyalah wujud dari kasih kepada diri sendiri dan sangat menyedihkan karena banyak orang dituntun mendengarkan Injil yang salah, iman yang salah. Sesungguhnya, kemuliaan Allah di dalam wajah Yesus Kristus-lah yang memberikan terang Ilahi dan kasih yang sangat amat murni. Inilah kasih tulen dari seorang petobat tulen yang menjadi kualitas pembeda dari kasih yang dimiliki setan-setan atau manusia lain. Keindahan Kristus dan kasih tulen inilah yang membawa hasrat kita untuk merindukan Allah, hasrat alamiah seperti bayi menginginkan susu, yang sangat berbeda dengan tiruan setan yang sangat sadar bahwa kecelakaan besar sedang menunggu mereka. Kerinduan semacam inilah yang membantu membedakan antara pengalaman-pengalaman rohani yang asli dari yang palsu.

Pengalaman rohani yang salah cenderung membangun kesombongan yang adalah dosa spesialis Iblis (1Tim. 3:6), bahkan sering kali diselubungi oleh kerendahan hati yang besar. Seorang pribadi bisa mempunyai kasih yang besar dan berbangga kepada Allah, dia bisa sangat rendah hati dan sombong akan kerendahan hatinya itu. Tetapi emosi dan pengalaman yang datang dari anugerah Allah justru sebaliknya. Kekaguman akan kedahsyatan, kekudusan, dan kemuliaan dari keindahan Kristus bisa membunuh kesombongan, serta terang indahnya Allah itu dapat menunjukkan kejelekan sebuah jiwa. Ketika seseorang betul-betul menangkap hal ini, maka tidak terhindarkan lagi bahwa dia berada di dalam proses membuat Allah menjadi semakin besar dan semakin besar, sedangkan dirinya sendiri semakin kecil dan semakin kecil.

Selain itu, anugerah Allah di dalam hati seorang Kristen tulen membuatnya membenci segala kejahatan dan sebaliknya akan menguduskan hati serta hidupnya. Pengalaman yang salah bisa mengakibatkan seseorang bersemangat, tetapi semangat yang salah di dalam hal yang umumnya berkaitan dengan agama; bukan semangat melakukan pekerjaan-pekerjaan baik. Agama mereka bukanlah untuk pelayanan kepada Allah, tetapi kepada pengalaman diri sendiri. “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” (Yak. 2:19-20) Jadi, buah atau perbuatan pekerjaan baik adalah bukti dari pengalaman sejati dari anugerah Allah. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.” (1Yoh. 2:3-4)

Betapa sempurnanya kebaikan yang berada di dalam hati dan kemurnian agama yang keluar dari pandangan akan keindahan Kristus! Pengalaman paling luar biasa dari orang-orang kudus dan malaikat-malaikat di surga adalah pengalaman yang terbaik dari Yesus Kristus sendiri, kita berada di dalam Allah. “…. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (1Yoh. 4:16) Kita adalah makhluk yang paling berbahagia dan diberkati dari semuanya, Dia hanya memberikan kepada manusia-manusia kesayangan-Nya. Emas, perak, dan permata diberikan Allah kepada manusia yang Alkitab katakan sebagai anjing dan babi. Tetapi karunia terbesar untuk memandang keindahan Kristus adalah berkat khusus dari Allah kepada anak-anak-Nya yang Dia kasihi. Ini adalah karunia hidup kekal, terbitnya terang, tanpa kebinasaan. Mereka mungkin saja terombang-ambing ketika menghadapi tantangan, tetapi percikan surgawi dalam dirinya akan semakin bertambah dan menjadi sempurna serta memberikan kepastian menuju ke surga. Jiwa semua orang kudus akan ditransformasi di surga dan mereka akan bersinar seperti matahari di dalam kerajaan Bapa mereka. Amin.

 

Disadur oleh,

Yenty Rahardjo Apandi

Pemudi GRII Singapura

 

 

* Judul aslinya “True Grace Distinguished from the Experience of Devils”

http://www.buletinpillar.org/artikel/bagaimana-anda-mengetahui-bahwa-anda-adalah-seorang-kristen-tulen-part-4

Realitas Natal Kini – New Family 100 Indosiar


sumber:https://pbs.twimg.com/media/B5nouQ1IAAAyUCV.png:large

Tadi aku menonton acara New Family 100 di Indosiar yang dibawakan Tukul Arwana. Ternyata episodenya spesial natal. Seperti biasa ada hasil survey yang harus dijawab oleh peserta yang di episode kali ini adalah Marcella (asisten Tukul di bukan empat mata dulu) dan penyanyi Lea Simanjuntak. Dan sampailah di suatu pertanyaan yang kalau aku tidak salah, inti pertanyaannya seperti ini:” Apa yang diingat jikalau orang berkata Natal”

Ada 7 jawaban dari hasil survey yang tertinggi yang ditampilkan.

Peserta pun mulai menerka apa hasil survey itu. Ada yang menjawab pohon cemara, salju, lilin dsb sampai akhirnya ada yg menjawab sinterklas. Dan tadaaa, itulah jawaban yang paling tinggi, yang paling banyak dijawab orang dari hasil survey.

Ternyata tidak semua hasil survey bisa dijawab peserta. Hingga akhirnya Tukullah yang membuka semua jawaban yang tersisa. Dan yang buat aku terkejut, hasil survey yang menjawab “Kelahiran Yesus” ada di peringkat 6 yang berarti no 2 paling sedikit di ingat orang saat mendengar kata Natal. Bahkan peserta tak satupun menyampaikan jawaban “Yesus”.

Wah miris ya mendengarnya. Padahal Natal adalah hari kelahiran Tuhan Yesus, yang jadi Juruselamat manusia. Namun ternyata realitanya, dari survey yang dilakukan tim family 100, “makna yang sesungguhnya” itu pun adalah no 2 paling rendah. Yang jadi no 1 adalah sinterklas yang sebenarnya tidak ada sama sekali terkait dengan kelahiran Tuhan Yesus yang ada di alkitab.

Bagaimana dengan kita? Apakah saat mengingat Natal, bukan Kristus yang kita ingat?

Bagaimana dengan perayaan Natal kita selama ini?

Adakah kita masih mengingat mengapa Kristus lahir di dunia ini?

Ambil waktumu untuk mengingat.

*bersyukur Tuhan pakai new family 100 kali ini bisa membuka mataku lebih lebar lagi terhadap realitas Natal kini dari hasil survey mereka

Kabanjahe, 25 Desember 2014

Selamat Hari Natal