Senang Melihat Orang Tersenyum


Aloha semuanya.
Apa kabarnya?

Hampir 5 bulan aku gak ngepost blog πŸ˜€
Walaupun kalau cek blog hampir setiap hari πŸ˜€

Aku hanya mau menuliskan kalo aku senang melihat orang tersenyum saat aku melakukan sesuatu yang baik.
Itu memberikan semangat dan gairah yang baru.
Dan aku berharap bisa melihat lebih banyak senyuman, yang artinya aku harus lebih banyak memberikan manfaat yang positif bagi orang lain.

Selamat malam untuk kita semua.
Gbu πŸ™‚

Angkot App. Jika Angkot Ada Aplikasinya


IMG_20131021_212358

Dalam hari-hari saya baik saat masih mahasiswa hingga saat ini sudah bekerja, setiap pulang dan pergi pasti naik angkot .Saya menikmati setiap perjalanan saya di angkot, walaupun kadang macet tak terelakkan. Karena itulah saya menamakan diri sebagai penikmat angkot.

Penikmat angkot. Mungkin ini adalah sebutan yang sedikit janggal dan aneh bagi kebanyakan orang. Istilah penikmat angkot, ini mengacu pada orang-orang yang sudah terbiasa naik angkot atau transportasi umum dalam bepergian.

Sekarang ini, hampir setiap hal sudah dibuat aplikasinya. Mulai dari aplikasi untuk jual beli online, konsultasi kesehatan, kencan, transportasi dan lainnya. Yang paling terkenal akhir-akhir ini terkhusus di bidang transportasi adalah Go-jek. Selain karena memberikan kemudahan dalam transportasi manusia dan juga pengantaran barang, Go-jek juga semakin dikenal karena sempat mendapat penolakan dari supir ojek tradisional.

Jika semua hal sudah dibuat aplikasinya, maka saya berpikir angkot juga seharusnya juga punya. Kalau mau buat aplikasi untuk angkot atau mungkin bisa kita namakan Angkot-app, apa ya fitur-fitur yang bisa disediakan disitu? Dari pengalaman saya sebagai penikmat angkot,ada beberapa fitur yang menurut saya mungkin bisa dikembangkan pada Angkot-app nantinya.

Fitur Maps

Fitur maps bertujuan untuk memberitahu informasi posisi angkot. Misalkan penumpang masih berada di rumah. Dia bisa mengakses Angkot-app untuk mengetahui dimana posisi angkot sedang berada dan dapat menghitung berapa estimasi waktu yang dibutuhkan angkot dari posisi aktualnya hingga sampai di tempat penumpang menunggu. Ini akan membuat penumpang lebih gampang memperkirakan waktu berangkat dari rumah menuju tempat menunggu angkot, sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu angkot.

Fitur Check In dan Check Out

Pada setiap angkot akan dipasang sebuah penangkap sinyal sehingga aplikasi setiap penumpang yang naik yang akan secara otomatis di deteksi oleh penangkap sinyal. Setiap penumpang yang sudah naik ke angkot dan log in, akan segera diketahui oleh aplikasi milik supir angkot dan secara otomatis menentukan di lokasi mana si penumpang naik dan turun nantinya.

Fitur Auto-Ongkos

Setiap penumpang nantinya tidak lagi membayar ongkos dengan uang fisik, namun dengan pemotongan saldo atau bolehlah dinamakan Auto-ongkos. Kelemahan angkot saat ini terkhusus dalam pembayaran ongkos adalah dalam perhitungan jumlah ongkos penumpang. Misalkan, tarif yang ditentukan oleh perusahaan penyedia angkot adalah Rp 5.500/10 Km. Ini berarti setiap 1 Km, penumpang membayar Rp 550. Namun faktanya, seringkali belum sampai 1 Km, ongkos yang diminta oleh supir malah Rp 1.000 atau Rp 2.000 rupiah.

Oleh karena itu dengan sistem saldo masalah ini dapat diatasi. Penumpang akan membayar ongkos sesuai dengan jarak yang ditempuhnya. Perhitungan jarak tempuh akan diketahui lewat fitur maps, karena penangkap sinyal pada angkot akan mendeteksi Angkot-app pada gadget setiap penumpang yang naik dan akan menentukan starting point dari perjalanan si penumpang. Penumpang akan mendapat harga yang tepat sesuai dengan perjalanannya.

Fitur Rating Supir dan Tip

Penumpang dapat mengetahui profil supir yang mengendarai angkot yang sedang dinaikinya. Supir angkot saat ini dikenal karena sering seenaknya membawa kendaraan di jalan raya. Ngebut, memotong dari kiri dan mungkin menerobos lampu merah sering terjadi. Oleh karena itu, penumpang bisa memberikan rating kepada supir dari angkot yang ditumpanginya. Jika supir ugal-ugalan, penumpang dapat memberikan rating rendah pada profil supir tersebut, serta dapat juga menyampaikan keluhan terkait bagaimana supir mengemudi. Ini dapat menjadi bahan evaluasi si perusahaan pemilik Angkot-app nantinya terhadap kinerja supirnya serta kepuasan penumpang.

Penumpang yang merasakan pelayanan yang baik dari supir dapat memberikan rating yang baik. Dan bila sangat puas, penumpang boleh memberikan tip kepada supir angkot, yang akan dipotong dari saldo yang dimiliki oleh penumpang.

Fitur Timeline

Pada Angkot-app, penumpang dapat menjalin pertemanan dengan penumpang lainnya. Setiap penumpang dapat melihat temannya check in di angkot. Penumpang juga dapat membagikan situasi yang dilihatnya di sepanjang jalan atau di dalam angkot. Ini membuat penumpang lainnya dapat mengetahui kondisi di jalan misalkan macet, kecelakaan atau informasi lainnya.

Nah, itulah beberapa fitur yang terlintas dalam benak saya, kalau misalnya ada yang mau mengembangkan Angkot-app nantinya. Mungkin bisa saja kalau ini terealisasi nantinya, akan mendapat penolakan juga dari angkot-angkot tradisional, karena harus lebih disiplin. Tapi tidak ada salahnya dicoba agar setiap penikmat angkot nantinya dapat lebih menikmati perjalanan sehari-hari.

Jalan Kaki Pulang Dari Kantor


Jalan Kaki

Hampir dua bulan udah aku gak ngeblog.

Walaupun tiap hari memantau dashboard dan juga kepikiran beberapa hal untuk dituliskan di blog ini, tapi tetap aja untuk mengambil waktu dan mengumpulkan mood untuk menulis sulit untuk didapatkan, sampai tibalah hari ini.
Awalnya semua biasa-biasa saja. Aku berangkat ke kantor, mengerjakan pekerjaan dan setelah itu pulang. Dan hal yang lebih biasa adalah, walaupun ini sudah tanggal muda tapi dompetku masih kelihatan tua. Uang di dompetku hanya tinggal selembar, tapi bukan selembar biasa. Ini adalah lembaran Soekarno-Hatta #iykwim :D. Yap, uang 100an. tapi itu sebenarnya udah termasuk uang simpanan, karena gaji belum datang, uang simpanan pun akhirnya harus turun membantu jalannya kehidupan.

Biasanya aku berjalan ke simpang dari kantor. Tapi kalau ada orang yang kebetulan bawa kendaraan mau pulang ke depan, kadang aku nebeng. Dan hari ini ternyata ada bang eman, teman satu kantorku, di mau pulang, jadinya aku bisa nebeng. Sesampainya di simpang, aku pun turun karena aku dan bang eman berbeda arah rumah. Jadi aku pun nyebrang untuk menunggu angkot pulang ke rumah. Saat sudah datang angkot yang jurusannya sesuai dengan arah rumahku, aku baru teringat, ternyata uangku hanya 1 lembar uang proklamator.

Kalo aku kasi uang proklamator waktu bayar ongkos, feelingku gak enak. Karena dari pengalamanku sering, yang bayar ongkos pake uang 50 ribu aja pun sering kena semprot sama supir, ini apalagi uang 100 ribu. Ah, niatku untuk naik angkot pun kubatalkan. aku memutuskan untuk menukar uangku terlebih dahulu.
Aku mulai berjalan, memperhatikan setiap pinggiran jalan, dimana kira-kira aku bisa memecahkan uang 100 ini. Pertama lewatlah aku di depan tukang sate. Wah mantap kali harumnya pikirku. Tapi berhubung ini masih belum jelas gajiannya kapan, aku pikir hemat-hemat dululah, beli keperluan yang memang wajib dibeli ajalah, bukannya makan di luar (karena kakakku masak di rumah). Akhirnya kuputuskan, aku mau membeli odol saja, karena memang odolku sudah habis.
Mulai dari pajak setiabudi, aku mencari-cari indomaret atau alfamart. Ternyata sampai simpang dr.mansyur pun ku cari tidak ada. Sebenarnya disitu ada minimarket, tapi iklan di depannya katanya dia jual snack dll impor. Bah, elit kali lah aku, mau gosok gigi pun pake odol impor, apalagi pas lagi tinggi kali nilai tukar rupiah dengan dolar. Bisa-bisa nangis aku pas gosok gigi, soalnya dolar ini yang kugosok-gosok ke gigiku.

Ku teruskan perjalananku sambil memperhatikan kiri dan kanan. Perjalanaku tidak seperti lagu naik-naik ke puncak gunung, karena kiri kanan kulihat banyak, bukan pohon cemara, tapi tukang putu, tukang goreng, tukang jus, tukang susu, tukang sate, tukang pizza, tukang bebek goreng, tukang buah sampai tukang parkir. Wah, tak terasa aku berjalan, ternyata udah sampai di gerbang depan Tasbi, jalan utama masuk ke kantorku (biasanya aku ke kantor dari jalur belakang/backdoor, dari pajak setiabudi).

Ini uang belum juga pecah-pecah. Padahal aku udah jalan cukup jauh. Tapi memang aku lagi gak ada kerjaan, ya udahlah pikirku, coba jalan sedikit lebih jauh lagi manatau ketemu. Jalan ku terus berjalan, akhirnya sampai di jalan Abdul Hakim (tembusan kampung susuk dekat USU), akhirnya ketemu indomaret. Singgahlah aku di Indomaret itu.
Masuk ke indomaret, aku pun berharap akan dapat ucapan “Selamat Sore, silahkan berbelanja” dari penjaga indomaret. Ternyata pas aku masuk, gak ada yang ngucapkan apa-apa. Ah, bohonglah meme yang tadi pagi kubaca, katanya jangan baper kalo pas di indomaret ato alfamart ada yang ngucapkan selamat pagi ato selamat sore. Nah, ini aku masuk malah gak ada ucapan apa-apa. Dapat ucapan nggak, kena baper iya *combo attack*.

Yaudahlah pikirku, aku pun berjalan ke arah tempat odol, untuk mencari odol yang biasa kupakai. Pas nyampe, kulihat ada odolnya langsung kuambil. Aku berkeliling bentar, sebelum ke kasir, melihat-lihat apa yang bisa dimakan. ternyata karena udah jauh jalan, lapar juga perutku. Pas aku lihat, ada potato chip yang belum pernah kumakan. Coba ahhh, pikirku dan aku pun menuju kasir untuk membayar. Pas membayar ternyata total yang kubeli sekitar 40 ribu. Bah, teringat aku, padahal tadi niatku mau hematnya, nah ini malah jadi lebih banyak pengeluaran. Tapi yaudahlah kubayar aja. Setelah membayar aku bergegas keluar. Ternyata pas keluar pun aku tetap aja gak ada sapaan dari yang jaga indomaret ini. Ah sudahlah mungkin aku terlalu baik buat mereka.

Sambil makan chip itu aku pun berjalan menuju ke tempat nunggu angkot, karena uangku sekarang gak uang proklamator lagi, tapi aku udah ditemani sama I Gusti Ngurah Rai, Sultan Mahmud Badaruddin, 2 Pangeran Antasari sama 2 burung Kakatua Raja (ayo tebak berapa jumlah uangku sekarang :D). Setiap angkot yang lewat isinya padat semua, aku pun mulai berjalan saja sambil ngemil, manatau nanti ada angkot yang lewat agak lengang. Ternyata aku jadinya malah keasikan jalan, karena ternyata aku udah sampai di pasar 2 setiabudi. Wah udah makin dekat aja ke rumah pikirku (walaupun masih berjarak sekitar 1 atau 2 KM lebih dari rumahku).
Aku pun mulai berpikir, ini aku masih mau naik angkot ato lanjut jalan kaki aja ke rumah. Karena memang kakiku udah agak berasa pegal ini. Tapi coba ajalah jalan terus, pas udah gak tahan lagi nanti naik angkot aja pikirku lagi. Aku pun lanjut berjalan.

Selama berjalan, orang-orang banyak yang memperhatikanku. Baik yang di angkot, di kendaraan ato yang di toko dan warung di pinggir jalan. Mungkin janggal ya, karena aku pake tas besar (aku bawa laptop) sama pake sepatu pancus tapi jalan kaki. Jelas-jelas sepatu pancus itu bukan kategori sepatu sport, dibilang backpacker juga orang gak bakal percaya, mana ada orang backpacker pake sepatu pancus :D. Tapi yaudahlah pikirku, aku lanjut jalan aja. Biarlah aku seperti berjalan di catwalk, semua mata tertuju padaku πŸ˜€

Asik juga sih ternyata jalan-jalan sore gini di kota Medan. Walau macet di tengah jalan, tapi di tepi jalan bisa melaju gas terus. Langit yang masih terang dan cerah pun enak untuk di pandang. Aktivitas orang-orang di sore hari pun masih kelihatan penuh gairah, karena memang banyak yang memulai aktivitasnya di sore hari, terkhusus yang berjualan. Melihat hal-hal yang lebih detail lagi, karena memang selama ini aku lihat pas di angkot, tapi pas berjalan aku malah lihat banyak hal yang gak aku perhatikan selama ini. Lumayanlah perjalanan sore ini untuk merefresh kembali otak yang sudah cukup capek berpikir ini.

Beberapa menit kemudian tibalah aku di lampu merah ringroad. Walau sudah agak capek, tapi ini sudah sangat dekat ke rumahku. Aku pun lanjut berjalan terus sampai akhirnya tiba di simpang pemda. Di simpang pemda, langit sudah tidak terlalu cerah, karena jam sudah menunjukkan pukul 18.20. Kulanjutkan berjalan, akhirnya sampailah aku di rumah pukul 18.35. Ternyata aku sudah berjalan sekitar 1 jam.

Wow, gak nyangka ternyata bisa juga aku jalan kaki pulang dari kantor. Memang gak pernah terpikir untuk pulang dengan berjalan kaki, apalagi jarak rumah ke kantor tidak dekat, berjarak sekitar lebih kurang 4 KM. Tapi yeah, i made it. Berjalan menaiki gunung mungkin lebih menarik dan memang aku tadi gak naik gunung dan akhirnya poto di puncak dengan tulisan di kertas. Tapi setidaknya aku melakukan sesuatu yang mungkin dirasakan orang “kurang kerjaan” ato “tah apa-apa” dan ya, aku melakukannya. Memang aku suka hal yang anti mainstream πŸ˜€

Demikianlah kisahku hari ini. Aku merasa perlu menuliskannya, karena secara pribadi ini menarik bagiku. Berjalan menikmati sore di kota Medan. Semoga kaki ini masih tetap kuat. Soalnya gak tau di hari esok, dompet masih kering atau sudah musim penghujan. Kalo tetap masih belum gajian, kayaknya bakal sering aku jalan kaki pulang dan pergi ngantor ini πŸ˜€ *Impossible, masak kembali ke zaman dahulu aku πŸ˜€

Selamat malam untuk kita semua.
Selamat beristirahat.

Salam dari Jakup, di kejauhan 4 Km dari kantor di tasbi :’D

Kartini Dan Avengers: Age of Ultron


image

Selamat hari Kartini.
Selamat hari premier avenger 2.

Pas hari ini tanggal 21 April 2015, dua event ini terjadi.

21 april adalah hari kelahiran pahlawan nasional kita, R.A. Kartini.
Pejuang yang memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia.
Karena perjuangannya, akhirnya hari lahirnya dijadikan hari nasional, untuk memperingati bagaimana wanita juga memiliki derajat yang sama dengan pria.

21 april juga adalah hari premier avenger 2 di Indonesia. Bersama 11 negara lain, Indonesia beruntung bisa menjadi negara yang memutar premier Avenger 2 lebih awal.

Aku rasa tidak kebetulan kedua hal ini ada dalam waktu bersamaan, karena keduanya punya beberapa persamaan.
Apakah itu?
Yok kita cekidot.

Avenger 2 : Age of Ultron,
R.A. Kartini : Age of Emancipation

Jadi kedua hal ini sama-sama memperjuangkan sesuatu.
Avenger memperjuangkan kelangsungan eksistensi manusia yang terancam dengan kehadiran Ultron. Tetap sama-sama memperjuangkan, tapi hal yang diperjuangkan oleh ibu Kartini adalah bagaimana wanita dipandang sama dengan pria, tidak selalu dianggap sebagai kaum yang lemah dan sering dipandang sebelah mata.

Black Widow: Agen Rahasia Yang Tangguh,
R.A. Kartini: Intelektual Yang Tangguh

Di seri avenger , tampak 1 tokoh wanita yang punya banyak andil dalam perjalanan avenger. Dialah Black Widow. Agen rahasia yang memiliki nama asli Natasha Romanoff ini, memiliki segudang kemampuan yang tak bisa diremehkan. Dia adalah mata-mata dengan kemampuan interogasi level tinggi, bertarung tangan kosong (dengan bantuan sedikit gadget2), stealth dan banyak lagi. Begal pun segan kalo jumpa sama dia di tengah jalan. Malah begal yang ngasi barangnya sama dia πŸ˜€
Walau mungkin ibu Kartini bukan petarung dan mata-mata, tapi dia adalah seorang wanita dengan intelektual tinggi. Banyaknya buku yang dibaca dan dipahaminya, membuat pola pikirnya berevolusi sehingga akhirnya di tengah zaman yang memandang wanita sebelah mata, ia tetap berdiri teguh memperjuangkan prinsipnya. Ucapan dan pandangan di masa itu tak cukup kuat untuk menahannya berdiam diri saja. Ketangguhannya yang akhirnya menginspirasi banyak wanita, hingga terbentuklah Yayasan Kartini di tahun 1912 dan dibangunlah 1 sekolah wanita di masa itu.

Avenger 2 dan R.A. Kartini : Disukai pria dan wanita
Waktu avenger 1 ditayangkan di bioskop, aku terkejut juga melihat banyak wanita yang suka film ini. Karena memang komik superhero lebih banyak disukai kaum adam. Tapi mungkin karena avenger adalah proyek jangka panjang yang sudah ditata sedemikian rupa, mulai dari film hulk, ironman, captain america dan thor, yang sebelumnya berdiri sendiri, hingga akhirnya digabungkan dalam 1 film, bisa saja membuat kaum wanita pun tertarik untuk menontonnya. Ditambah dengan ide cerita yang cukup gampang dicerna plus visual efek yang sangat keren, membuat film avenger 2 pun aku rasa bakal dinanti-nanti tidak hanya kaum pria saja tapi juga wanita.
Kalo berbicara tentang bu Kartini, tentu kita semua sepakat untuk menjadikannya sebagai seorang sosok inspirasi. Setiap lelaki dapat mengambil teladan dari ibu Kartini, dalam hal berani ambil sikap di tengah zaman yang tidak bersahabat. Istilah zaman sekarang melawan arus. Berapa banyak sekarang, lelaki yang adalah pemimpin berani mengambil sikap melawan arus kemerosotan yang semakin deras mengalir. Sekarang ini berlaku benar malah dicemooh. Jadinya enggan untuk melakukan hal yang benar, karena merasa tidak mau menjadi berbeda. Tentunya sikap dan prinsip kokoh yang ditunjukkan oleh bu Kartini, mengevaluasi kita (terutama saya) untuk bisa memiliki prinsip dalam hidup (prinsip yang benar) dan dapat memperjuangkannya.

Itulah beberapa hal yang ada dalam pikiranku.
Sebenarnya udah pengen kali nonton avenger 2 ini, tapi cemanalah tak sempat-sempat.
Karena tak sempat-sempat, nulis blog lah aku jadinya.

Selamat hari Kartini, untuk seluruh wanita di Indonesia.
πŸ™‚

(Posting ini sebenarnya kubuat di 21 april kemarin, tapi telat posting karena tak sempat-sempat. Cemanalah πŸ˜€ )

Review Buku “Facing Your Giants”


Judul : Facing Your Giants
Penulis : Max Lucado
Penerbit : Gloria Graffa
Tahun Terbit : 2006
Tebal : 255 Halaman

β€œGoliat anda tidak membawa pedang atau perisai; ia mengacungkan pisau pengangguran, pengasingan, penganiayaan seksual, atau depresi. Raksasa Anda tidak berjalan-jalan naik-turun bukit-bukit Tarbantin; ia melompat-lompat melalui kantor, tempat tidu, kelas Anda. Ia membawa tagihan yang tidak dapat Anda bayar, kenaikan tingkat yang tidak dapat Anda raih, orang-orang yang tidak dapat Anda puaskan, wiski yang tidak dapat Anda tinggalkan, pornografi yang tidak dapat Anda tolak, karier yang tidak dapat Anda hindari, masa lalu yang tidak dapat Anda hapus, dan masa depan yang tidak dapat Anda hadapi.” (hal 14)

Ya memang di zaman sekarang ini, kita tidak lagi menemukan manusia bertubuh raksasa layaknya Goliat (tingginya 2,97 meter). Tapi rasa takut, rasa tidak mampu, rasa putus asa, rasa kesepian, rasa ingin mengakhiri hidup, yang sama seperti Goliat, seperti raksasa yang terus memburu dan mengejek kita, melemahkan kita, mungkin masih kita rasakan hingga saat ini. Raksasa yang kita hadapi serasa tak mungkin untuk dikalahkan dan ditaklukan, sama seperti Daud yang kelihatan sangat mustahil dapat mengalahkan Goliat dengan hanya mengandalkan umban batu saja. Tapi Daud dapat menaklukkannya. Apa rahasianya?

Buku ini membukakan perspektif yang seharusnya bagaimana kita memandang setiap raksasa yang ada dalam hidup kita. Dengan contoh dan pengalaman penulis, kita jadi lebih gampang untuk merefleksikan dan memposisikan diri kita sebagai orang yang sedang menghadapi raksasa besar.

Anda malu dengan kegagalan-kegagalan yang anda alami saat melawan raksasa-raksasa dalam hidup? Penulis melalui buku ini, mampu membuat saya bisa menerima diri sendiri apa adanya, tanpa saya harus dihakimi atas kegagalan dan kesalahan saya yang sering kali ke dalam satu lubang kesalahan yang sama, yang sangat sulit untuk saya taklukan. Melalui buku ini, saya juga mengerti bahwa memiliki kesalahan ataupun kegagalan yang dalam hal ini digambarkan sebagai raksasa bukanlah suatu hal yang hanya saya alami sendiri saja. Semua orang pun punya raksasa masing-masing dalam hidupnya, bahkan seorang tokoh Alkitab sekaliber Daud yang kisah dan mazmurnya masih terus mengagumkan hingga kini. Oleh karena itu saya lepas dari rasa tertekan, karena ternyata ada banyak orang merasakan hal yang sama.

Perjalanan seorang Daud, tak berhenti hanya saat dia berhasil mengalahkan Goliat. Tapi raksasa yang menakutkan terus bermunculan mulai dari dia dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh, saat dia jatuh ke dalam dosa perzinahan dan juga disaat dia memiliki konflik dengan keluarganya sampai-sampai anak kandungnya sendiri ingin mengkudeta dan. membunuhnya. Walaupun kisah Daud ini sudah beribu tahun yang lalu, namun penulis mampu menggali dan menjelaskan dengan baik hingga tetap relevan dengan kondisi dan permasalahan yang kita alami di hidup kita dalam zaman ini.

Jadi apakah anda sedang mempunyai raksasa dalam hidup anda?

Anda sedang dikejar-kejar oleh rasa bersalah, rasa gagal, rasa emosi, rasa depresi atau rasa-rasa yang ingin membuat anda cepat-cepat meninggalkan dunia ini karena serasa tak akan mungkin untuk mengatasinya?

Mungkin buku ini bisa membantu anda untuk memperoleh kemenangan atas raksasa anda dalam hidup sehari-hari πŸ™‚

Gbu πŸ™‚

buku ini dapat dipesan disini:

http://www.bukurohanigloria.com/product/view/212/facing_your_giants.html#.VPc1fS4YNf0

Jalan Jones Di Kota Penang (Pengalaman di Penang Part-1)


3 hari berada di kota Penang, ada banyak hal baru dan berbeda dari yang kuketahui di Indonesia. Walaupun ini kali kedua aku ke kota Penang dan keduanya adalah menemani mamakku check up bukan wisata *katanya kalo berobat ke Penang ini termasuk wisata juga lho, wisata medis. Soalnya udah banyak kali orang Indonesia berobat ke Penang ini, sambil jalan-jalan juga kayaknya πŸ˜€

Sampai di bandara Internasional Penang, sepertinya masih biasa-biasa saja. Karena dimana-mana pun bandara canggih-canggihnya semua. *KualaNamu juga canggih coy :). Barulah saat keluar dari bandara dan di perjalanan menuju rumah sakit, aku melihat banyak hal yang baru.

Dari segi ketertiban berkendara, disini semua pengendara sangat tertib mengikuti aturan berkendara serta rambu lalu lintas. Kalo berhenti ya berhenti, maju ya maju. Tidak ada yang menyerobot. Jadinya perjalanan terasa aman *kalo masalah macet, walaupun disini semua sudah taat peraturan, tapi di saat jam sibuk tetap macet, karena mungkin semua kendaraan sudah keluar. Beda dengan kampungku, kalo lampu merah jalan, lampu hijau berhenti πŸ˜€

sumber : http://wongchunwai.com/images/stories/metd_az_0709_WCW10_jalan%20jelutong.JPG

Kebersihan disini juga sangat baik. Hampir jarang aku melihat sampah bertumpuk atau berserakan di tepi dan tengah jalan. Setiap jalan ada tempat sampah dan tanda peringatan β€œKetahuan Buang Sampah Sembarangan Didenda RM 500” atau senilai Rp 1.750.000. Jadinya jalanan bersih dan sah ini jadi luar negeri. Sebenarnya kalo kulihat, Penang dengan Medan gak jauh bedanya, mirip-mirip. Tapi yang paling membedakan adalah kebersihannya. Kalo di kampungku, kalo buang sampah pada tempatnya malah yang didenda. Didenda dengan rasa sedih karena dibilang β€œSok baik kali pun” πŸ˜€

sumber: https://lh6.googleusercontent.com/-VHeVgAHWPnI/VEXweWunFNI/AAAAAAAAAAw/uz1pBt5b1d0/s250-c-k-no/Toko%2BGerbang

Yang berbeda lagi kulihat adalah dari segi teknologi. Pernah aku mau beli air mineral di sebuah took kelontong. Kalo nengok tokonya, ya sama aja macam took di Medan ini kulihat. Ada ibu-ibu yang jaga ditemani orang tuanya yang lagi duduk di sekitar tumpukan beras. Persis samalah macam took kelontong disini. Gerbangnya juga gerbang biasa, macam gerbang rumahku. Tapi yang berbeda adalah, saat aku mau masuk ke toko itu gerbangnya tertutup, dan tidak ada dari ibu-ibu tersebut yang mau membukanya. Bah gak dianggap aku jadi pelanggan bah pikirku *sing: Sebagai pelanggan yang tak dianggap aku hanya bisa, mencoba bersabar.. Pelanggan Yang Tidak Dianggap by Pingkan Mambo. Tenyata aku salah sangka. Rupanya gerbangnya terbuka secara otomatis, karena sudah dipasang teknologi untuk membuka tutup sendiri saat sensor menangkap ada yang mau masuk ke dalam. Kalo di Medan, yang begini-begini cuma ada di mall. Jadi di Penang ini atau di Malaysia lah kubilang mungkin, teknologi sangat dipergunakan di berbagai tempat.

Ya masih ada banyak hal yang berbeda kudapatkan di kota Penang ini. Tetapi ada satu hal yang paling baru dan berbeda, yang kudapatkan di kota Penang ini. Apakah itu?

Ada satu nama jalan yang aku lihat di dekat penginapan kami, yang berbeda dengan jalan lainnya. Jalan ini sangat sepi dan jarang kulihat orang lewat. Saat aku berjalan di jalan ini, rasanya tenang sekali karena mewakili apa yang sedang aku rasakan. Rasanya hati ini tidak terintimidasi dengan perkataan orang lain, karena aku merasa diterima disini. Jalan ini serasa sangat indah dan membuat ketagihan datang kesini. Jalan apakah itu? Jalan Jones namanya

1425084711-picsay

Jalan Jones ini salah satu jalan di kota Penang. Aku rasa jalan ini berpeluang untuk jadi salah satu objek wisata baru di Penang, khusus buat jones-jones yang sering terintimidasi atau tak kunjung mendapat pasangan. Disini jones akan merasa diterima dan akan mendapatkan semangat baru. Moga gubernur Penang bisa baca postinganku ini, supaya bisa dipertimbangkan untuk menjadi objek wisata baru ini jalan.

Jangan ngaku udah ke Penang, kalo belum datang dan foto di jalan ini πŸ˜€
Yang mau tau alamat lengkapnya di mana ato posisinya bisa di cek di Google maps ini:
https://www.google.com/maps/place/Jalan+Jones,+Georgetown,+10250+Pulau+Pinang,+Malaysia/data=!4m2!3m1!1s0x304ac3a815b3ee1d:0x88964b961e1ddce7?sa=X&ei=XCjxVMrAHc3iuQTLzoKADQ&ved=0CB0Q8gEwAA

Yap, itulah hal-hal yang baru yang aku dapatkan di kota Penang. Moga kita semua bisa mengambil pelajaran yang baik dari sini. Tak perlu menjelek-jelekkan Indonesia secara berlebihan. Yang penting kita belajar dan mengubah Indonesia bisa lebih baik lagi.

Daa πŸ™‚

Bangga Dan Keren Melihat BASARNAS, TNI dan POLRI


Apa ada yang sepakat dengan judul postinganku diatas?
Ato cuma aku yang terlalu lebai bilang mereka itu keren dan membanggakan?

Jadi kali ini aku mau membahas tentang bagaimana aku bangga dan keren saat melihat BASARNAS, TNI, POLRI.

image

Sumber: http://mix.co.id/wp-content/uploads/2014/12/airasia.gif

Seperti yang kita ketahui, minggu lalu salah satu pesawat dari maskapai penerbangan Air Asia QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura kehilangan kontak dengan pusat informasi bandara. Akhirnya setelah dilakukan proses pencarian, diketahuilah bahwa pesawat ini jatuh di sekitar daerah Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Siapakah yang melakukan proses pencarian? Ya, merekalah BASARNAS dan kawan-kawan.

BASARNAS adalah kepanjangan dari Badan SAR Nasional. SAR adalah singkatan dari bahasa Inggris Search And Rescue. Sesuai dengan arti dalam bahasa Indonesia, instansi ini memiliki tugas untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban yang terjadi pada suatu kecelakaan ataupun bencana. Bersama dengan TNI dan POLRi juga bantuan ahli dari luar negeri, mereka bekerjasama dalam proses pencarian dan evakuasi korban tragedi Air Asia ini.

image

Sumber: http://1.bp.blogspot.com/-ltwCxI2cTFA/UjlSHOScP1I/AAAAAAAAAI4/bDxiT-fZz7g/s1600/LOGO+BASARNAS.png

Kenapa Aku Bangga?
Selama beberapa hari ini, aku terus memantau bagaimana mereka bekerja. Mulai dari bagaimana mereka merencanakan dan bertindak. Bukan tanpa halangan mereka bekerja dalam proses pencarian dan evakuasi ini. Cuaca yang buruk serta ombak dan arus laut yang kuat, cukup menjadi ujian bagi tim ini. Ditambah dengan harus bertanding dengan waktu yang semakin hari semakin mempengaruhi kondisi fisik korban yang masih belum berhasil di evakuasi. Bertambahnya waktu, membuat kondisi fisik korban semakin sensitif, apalagi jika tidak dikerjakan dengan hati-hati maka akan memperburuk kondisi fisik korban. Oleh karena itu, ditengah kondisi cuaca yang kurang stabil, tim harus tetap fokus dan berhati-hati dalam mengevakuasi korban.

Di satu video yang kulihat di TV, dimana dilakukan proses evakuasi melalui helikopter. Jadi jenazah diturunkan dengan tali dari atas helikopter menuju kapal. Di tengah kondisi angin yang berembus yang membuat tali bergoyang, pelan-pelan jenazah mulai diturunkan. Salah sedikit saja, bisa fatal akibatnya yang akan membuat kerusakan pada tubuh korban.

image

Sumber: http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/09/kopaska-7-e1410393656662.jpg

Tak menunggu sampai kondisi cuaca dan ombak stabil betul, tim penyelam KOPASKA TNI AL dan yang lainnya pun akan langsung segera memulai pencarian dan evakuasi kembali agar seluruh korban yang berjumlah 162 orang bisa secepatnya ditemukan, sehingga bisa sedikit memberikan penghiburan kepada keluarga korban disaat korban sudah berhasil dievakuasi. Disiplin yang tinggi serta istirahat yang cukup harus dikerjakan, karena setiap hari mereka harus mencari. Lelah pasti dirasakan oleh mereka. Tapi itulah yang namanya Pengabdian diri pada negara. Selalu ada resiko dan tantangan, serta harus berkorban.

Begitu pula dengan tim DVI dari POLRI. DVI adalah singkatan dari Disaster Victim Identification. Mereka adalah tim identifikasi korban bencana atau kecelakaan. Mereka berjuang keras dalam mengidentifikasi identitas setiap korban. Bukan hal gampang ternyata dalam mengumpulkan data identifikasi, yaitu data Ante Mortem dan Post Mortem yang sebenarnya aku baru kali ini dengar. Kondisi jenazah yang tidak utuh serta banyak penumpang yang keluarganya ikut menjadi korban membuat proses pencocokan DNA sulit dilakukan, karena harus data vertikal yang dicocokkan (orangtua ke anak). Itulah mengapa walaupun sampai saat ini sudah ada 34 korban yang berhasil dievakuasi namun tidak semua berhasil diidentifikasi. Karena itu tim DVI pun harus memutar otak bagaimana caranya mengidentifikasi korban tersebut.

image

Sumber: http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/dvi-indonesia_20141230_181407.jpg

Suatu hal yang membanggakan disaat internasional pun menunjukkan apresiasinya kepada Tim SAR Indonesia.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/12/30/195119726/Internasional.Puji.SAR.Indonesia.sebagai.Tim.Terbaik.di.Asia

Kenapa Keren?
Aku tidak tau, apakah karena aku suka main game seperti Counter Strike, Call of Duty, Battlefield dsb yang membuat aku merasakan keren proses pencarian dan evakuasi ini. Namun memang itulah yang aku rasakan. Saat melihat di TV bagaimana mereka melakukan briefing sebelum menyelam, aku melihat perhitungan yang mereka lakukan sangat detail. Butuh ketelitian dalam membuat perhitungan yang tepat. Juga saat mereka memulai proses pencarian dan penyelaman. Tentu tidak sembarang orang bisa ambil bagian disini.

Begitu pula dengan peralatan dan kendaraan yang dipakai saat pencarian dan evakuasi, tidak kalah kerennya. Ada sistem pelacak sonar untuk menangkap sinyal, robot ROV untuk melihat dan memeriksa bawah laut, sistem SAR untuk perhitungan lengkap area serta waktu pencarian. Juga dari kendaraan ada KRI, pesawat amfibi rusia, pesawat seahawk amerika dan hercules milik Indonesia. Semua keren, kayak di game-game itu kulihat.

Aku dan kamu mungkin bukanlah BASARNAS, TNI, POLRI ataupun yg lainnya yang terlibat dalam pencarian ini. Tapi tetap kita bisa mengerjakan hal yang sama dengan apa yang mereka kerjakan. Apakah itu?
“Pengabdian Kepada Negara”
Yap, aku berharap nanti aku bisa mengabdikan diriku sebagai ahli Ilmu Komputer yang bisa berguna dan membuat bangga negeriku. Apakah anda adalah orang-orang dibidang statistika, biologi, kuliner, politik, ekonomi, hukum, budaya dan lainnya, kalian juga bisa mengabdikan diri pada negara ini. Memberikan yang terbaik dalam bidang kita adalah bentuk cinta tanah air. Mari bersama membangun negeri ini menjadi lebih baik.

Terlepas dari banyaknya keburukan yang masih terjadi di negeri ini, aku akan tetap katakan bahwa kalian (BASARNAS dkk) keren dan membanggakan. Tetap setia bekerja sampai semuanya tuntas.
Dan tak lupa kita semua bersama berdoa agar proses pencarian, evakuasi dan identifikasi ini bisa secepatnya selesai, dan juga bagi keluarga yang ditinggalkan, Tuhan tetap memberikan penghiburan dan kekuatan.
Tuhan masih melihat dan akan bekerja.

Tetap semangat semuanya.
Selamat mengabdi pada negara.
πŸ™‚

PS:
Have a great adventure for you. πŸ™‚
4