Sebuah Puisi Tentang:”Jangan Menyiakan Matahari”


image

Ada kalanya sinar matahari tak tampak lagi
Hanya ada sedikit sinar yang sampai ke bumi
Membuat kita sering mencari-cari
Kemanakah gerangan engkau matahari

Di pagi hari
Kuharap aku dibangunkan oleh kicauan merpati
Tapi faktanya aku terbangun karena suara televisi
Sebenarnya tidak masalah yang manapun yang membanguni
Asalkan matahari memancarkan sinarnya kembali

Kupandang sekitar sudut ruang sepi
Karena di kamarku aku tidur sendiri
Pemandangan tak indah juga tak berseri
Pemandangan tumpukan kain yang mau dicuci

Kupergi ke kamar mandi
Membawa cucian yang tak lagi wangi
Kuambil air dan ember ku isi
Sambil menuangkan detergen dengan jemari
Kutatap langit tanpa pelangi
Ternyata matahari tidak menunjukkan sinarnya lagi

Dengan sedih kurendam kain ini
Cucuran air mata jatuh dari pipi
Siapa juga sih yang semangat nyuci
Kalo matahari tak bersinar lagi

Kain pun mulai kucuci
Dengan hati yang tak utuh lagi
Semuanya kini tinggal mimpi
Karena sinar matahari tak kunjung kembali

Menyesal sungguh, sungguh kusesali
Seandainya ada matahari
Jemuran kainku pasti bisa kering sehari
Kalau sudah begini
Seminggu pun bisa tak kering yang ku cuci

Ooh matahari
Kini kuberjanji tak akan menyiakanmu lagi
Jika pancaran sinarmu suatu saat muncul kembali
Kupastikan tak menyiakanmu dan akan langsung ku cuci

——-
Beginilah suara hati, kalo mau nyuci mendung-mendung aja langit 😀

Tas Juga Mengandung Banyak Cerita


tas

 

 

Tas ini yang menemaniku kuliah sejak aku kena penyakit tipus di semester 2

Tas ini yang menemaniku ikut kelompok PA saat harus kembali mengulangnya

Tas ini yang menemaniku yang dengan perasaan takut saat pertama kali melayani di kampus

Tas ini yang menemaniku menunggu angkot saat berangkat dan saat pulang

Tas ini yang menemaniku menjumpai dosen pembimbing

Tas ini yang menemaniku saat berjumpa dengan orang yang aku cinta

 

Tas ini yang menyimpan bukuku saat aku mau kuliah

Tas ini yang menyimpan laptopku saat aku mau belajar laboratorium

Tas ini yang menyimpan tugasku saat harus di kumpul kepada dosen

Tas ini yang menyimpan Alkitab dan bahan PA ku saat aku mau ikut ibadah dan kelompok PA

Tas ini yang menyimpan setiap kadoku kepada orang yang aku cinta

Tas ini yang menyimpan skripsiku dari mulai bimbingan sampai aku sidang

 

Tas ini yang melindungi pakaian yang kubawa saat aku pulang kampung

Tas ini yang melindungi setiap titipan yang kubawa kemana-mana

Tas ini yang melindungi semua arsip penting milikku

Tas ini yang melindungi makanan dan minuman yang kubawa saat aku pergi

Tas ini yang melindungi setiap berkasku saat aku mau melamar pekerjaan

Tas ini yang melindungi kepalaku saat aku berjalan di tengah hujan

 

Kini…

 

Tas ini sudah robek di bagian talinya

Tas ini sudah ditambal di bagian luarnya

Tas ini sudah bolong di bagian punggungnya

Tas ini sudah rusak resletingnya

Tas ini sudah waktunya untuk pensiun

 

Terimakasih Tuhan, untuk tas yang kuat yang bisa kupakai dalam hari-hariku 🙂

Kulintasi Malam Kota Medan


Sendiri ku berjalan
Di tengah malam tanpa awan
Melintasi jalanan kota Medan
Lebih tepatnya di daerah pinggiran

Pinggiran bukan berarti tak menawan
Banyak cerita yang digambarkan
Ada yang lagi pacaran
Ntah memang pacar betulan
Ato cuma lagi nunggu hasil fotokopian

Kembali kuberjalan
Kembali kulihat sejumlah kawan
Bermain gitar di depan rumah sewaan
Sambil badan keringatan
Karena medan panasnya tak tertahankan

Kupandang ke seberang jalan
Anak kecil lagi jajan
Memilih berbagai jenis cemilan
Dengan muka penuh harapan
Berharap dapat banyak yang gratisan

Aku bersyukur pada Tuhan
Di beri kekuatan untuk berjalan
Dari simpang sampai ke halaman
Menikmati ciptaan-Nya yang mengagumkan
Memandang berbagai kehidupan
Ada yang dalam kebimbangan
Serasa penuh dalam kegalauan

Tak usah khawatir kawan
Selalu ada pengharapan
Di dalam Dia si pemilik kehidupan
Yang menolong jiwa yang tertawan
Yang penuh kegelisahan
Menuju satu kebebasan
Menjalani hidup dengan senyuman

(Simpang Pemda – Gg.Sehati 22
Perjalanan yang sangat kunikmati malam ini
24 Juni 2014
22.00)

Hari terakhir di kotaku


Hati rindu pada bibit bunga yang diizinkan untuk ditanam

Hati rindu pada bunga yang kurang mendapatkan perhatian

Hati rindu pada bunga yang tak elok

Hati rindu pada bunga yang berlalu

Hati rindu pada sekumpulan bunga yang indah

Hati rindu pada bunga yang tak dimiliki lagi

Hati rindu melihat bunga menunjukkan keindahannya

Hati rindu pada penanam bunga yang baru

Namun,
Adakah hati rindu pada pemilik bunga itu??

Evaluasi diri..