Dokter dan Sistem Pendukung Keputusan (Pengalaman di Penang Part-2)


Aku baru saja pulang dari Penang, karena menemani mamakku check up. Ada beberapa bagian tubuh mamakku yang dirasakan kurang baik selama ini, sehingga mamak mau check up memastikan apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuhnya. Dan salah satunya bagian hidung dan telinga mamak yang di cek.

Kami pun pergi ke dokter THT di rumah sakit Gleneagles Penang. Berkonsultasi dengan kerabat yang membantu kami selama disana (Bi Ruth Ginting dan Kak Sarce Sopamena) akhirnya kami diarahkan untuk menjumpai dr Palaniappan, dokter spesialis THT.

Segera kami mengatur jadwal bertemu dengan dokter di bagian bawah rumah sakit. Setelah mendaftar, kami bergegas ke lantai tempat ruangan dokter berada.

Ternyata tidak banyak yang mengantri untuk berjumpa dengan dokter, sehingga kami pun bisa cepat jumpa dengan dokter.

Masuk ke dalam ruangannya, kami mendapati dokter yang berada di depan laptopnya yang sudah kelihatan β€œberumur” atau lama. Juga kami dapati perawat di dalam, juga di depan computer, tapi komputernya lebih canggih dari laptop pak dokter. *dari mataku memandang ya :D.

Dipersilahkan duduk, mamakku pun mulai bercerita tentang apa yang dirasakannya dan disinilah kegunaan laptop akhirnya tersingkap.

Kupikir laptop ini hanya digunakan dokter untuk internetan saja. Ternyata pada waktu mamak menyampaikan keluhan, dokter selalu mengetik sesuatu di laptopnya. Cukup lama dokter mengetikkan sesuatu hingga akhirnya mamak diperiksa secara fisik. Aku pun tiba dalam satu kesimpulan, bahwa yang digunakan dokter itu adalah sebuah software Sistem Pendukung Keputusan.

Memang aku tidak melihat langsung softwarenya, karena seganlah, masak aku pergi ke samping dokter untuk melihat-lihat apa yang diketiknya. Nanti malah dikiranya aku mau minjam laptopnya untuk kupakai main games. Memang pengen pinjam juga sih, soalnya udah lama gak main game karena laptopku sedang rusak -___-. Ehh, tapi bukan itu poinnya. Jadi walaupun aku belum melihat langsung softwarenya tapi aku menduga itu Sistem Pendukung Keputusan.

Apa itu Sistem Pendukung Keputusan?

Sistem Pendukung Keputusan atau yang sering disingkat di kampus kami SPK adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. (wikipedia)

Jadi SPK yang di gunakan si dokter akan memudahkan dia untuk mengambil keputusan, apa sebenarnya yang terjadi dalam tubuh mamakku. Walaupun tidak digunakan sebagai keputusan mutlak, tapi setidaknya itu bisa menjadi bahan perbandingan antara kesimpulan diagnosis dokter dan yang SPK simpulkan.

Apa yang kita pelajari dari sini?

Dokter butuh software yang bisa membantu dia dalam mendiagnosis penyakit pasien. Siapa yang bisa membuat software itu? Ya pasti mahasiswa dan lulusan Ilmu Komputer lah.

Disini saya mau kembali mengajak teman-teman yang sedang membuat skripsi dan tugas akhir untuk membuat penelitian yang berdaya guna dan kalau bisa aplikatif. Karena memang secara fakta itu sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, salah satu contohnya adalah kedokteran ini. Dengan tingkat keakuratan yang tinggi yang kita percaya itu bisa terealisasi dengan penelitian yang serius, maka setiap peelitian yang anak Ilmu Komputer lakukan bisa β€œsangat” berdampak terhadap hidup seseorang.

Mengapa tidak membuat skripsi yang berguna dan berdampak bagi banyak orang?

Semangat pejuang skripsi πŸ™‚

Sumber gambar:http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2013/04/23/article-2313401-19717D6F000005DC-994_468x286.jpg

Kendala Utama “Pejuang Skripsi”


Seringkali yang menjadi permasalahan utama dari mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi, bukanlah ketidaktahuan dan ketidakmengertian atas skripsi yang dikerjakan. Ataupun permasalahan kekurangan bahan referensi ataupun bahan penelitian. Tapi yang jadi permasalahan utama seringkali adalah kemalasan, ketakutan dan putus asa dalam diri sendiri. Setidaknya itu yang aku dapat dari diriku sendiri saat mengerjakan skripsi. Juga dari teman-temanku yang pernah aku bantu dalam proses pengerjaan skripsinya.

Seringkali bahan penelitian sudah ada. Seringkali referensi juga ada. Tapi kenapa ya enggan untuk menyentuhnya?

Mungkin juga bahan penelitian belum dapat. Referensi juga masih kurang. Tapi kenapa ya malah jadi malas mencarinya?

Skripsi sudah dikerjakan. Dan saat dibawa ke dosen, malah banyak revisi. Padahal kita sudah yakin dengan draft kita. Jadinya malas bimbingan lagi. Mungkin juga kena marah habis-habisan, jadinya takut ah bimbingan sama bapak/ibu itu lagi.

Atau mungkin saat bimbingan dan juga seminar, revisinya tidak sulit-sulit amat. Tapi kenapa ya kita memilih untuk β€œistirahat dulu ah” dan menundanya sampai akhirnya melewatkan banyak waktu?

Apakah anda merasakannya?

Kalo aku ya.

Dari pengalaman diriku sendiri dan akhirnya dari pengalaman beberapa temanku yang aku pernah bercerita dengan mereka, aku mendapati bahwa ini adalah permasalahan yang tidak bisa ditanggung sendiri oleh si mahasiswa.

Seringkali saat kita putus asa, kita butuh orang lain bisa membantu kita melihat bahwa masih ada harapan dan hal-hal yang bisa dikerjakan bersama

Saat kita malas, kita butuh orang lain bisa membantu kita mengingatkan akan orang tua kita yang telah bekerja agar kita kuliah dan juga mengingatkan akan dampak bila kita tidak segera menyelesaikan skripsi

Saat kita takut, kita butuh orang lain yang bersedia menemani kita dan tetap bersama kita saat kita merasa tidak sanggup rasanya mengalahkan ketakutan itu. Kita butuh orang yang meyakinkan, bahwa kita bisa.

Kita butuh penolong-penolong di sekitar kita.

Ya mungkin saja, ada beberapa orang yang memang bisa berusaha sendiri dan selalu punya semangat. Tetapi sebagai manusia yang memang tercipta sebagai mahluk sosial, mau tidak mau kita memang membutuhkan orang lain. Dan ada satu titik nanti di saat kita sama sekali tidak bisa menyelesaikan permasalahan itu sendiri. Kita butuh bantuan teman kita.

Dan yang terutama kita tentu membutuhkan penolong yang paling bisa diandalkan.

Ya Dia adalah sang Pencipta kita. Dia berotoritas atas semua yang terjadi dalam hidup kita, karena Dialah pencipta semuanya dan Dialah penguasanya. Dia mampu menyelesaikan setiap masalah yang kita punya, karena Dialah sang Maha Kuasa.

Teman-teman kita juga punya keterbatasan. Mungkin dari segi waktu dan pemikiran tidak selamanya kita dapat dibantu. Tapi ya, Tuhan kita selalu punya waktu bagi kita. Punya waktu mendengar keluhan dan kesusahan kita dan punya waktu untuk menunjukkan kuasa-Nya. Biarkan Dia menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang ajaib dan luar biasa, bekerja dalam hidup kita.

Ambil waktu sejenak, jika mungkin pada saat ini kita sedang malas, sedang takut, sedang putus asa dalam pengerjaan skripsi kita. Ambil waktu berdoa kepada Tuhan, dimana saja. Apakah di depan laptop apakah di tempat tidur. Tutup mata sebentar, dan berbicaralah kepada Tuhan, sampaikan pada-Nya bahwa kita takut, kita malas, kita putus asa, kita tidak tahu mau mengerjakan apa, kita tidak sanggup menghadapi masalah-masalah ini. Jujurlah di hadapan Tuhan, dan biar Dia yang bekerja dengan kuasa-Nya. Mari nantikan kuasa-Nya πŸ™‚

Setelah itu mari kita pikirkan siapa kira-kira orang yang dapat membantu kita dalam proses skripsi ini. Apakah itu sahabat yang kita percaya, teman yang kita sering bersama, pacar atau keluarga. Sampaikan saja kepada mereka untuk bisa membantu kita. Mungkin pacar atau keluarga bukanlah orang yang mengerti dengan skripsi kita, karena mereka tidak sebidang dengan kita. Tapi tidak apa-apa semangat dan kehadiran mereka bisa sangat membantu kita.

Jangan malu meminta bantuan orang lain. Memang kita mahluk sosial yang gak bisa hidup sendiri, ya mau bagaimana lagi? Ya memang harus saling membantu kita πŸ™‚

Ya itulah beberapa hal yang aku pikirkan. Kalau ada yang mau kasi tanggapan, silahkan ditulis komentar. Biar kita punya pemikiran yang semakin luas πŸ™‚

Semangat dalam pengerjaan skripsinya

Abangku bang Ijong (bg Octavianus Sianturi, dkk)
Teman-temanku (Septian Dcp, Septian Maihadi, Reza, Adi, Rizky dan 2009 lainnya)
Adek-adekku (Hengky, Rivai, Johannes, Yansen, Sunfirst, Westhy dan 2010 lainnya, Mey, Winda, Anandhini, Vera, Satya, dan 2011 lainnya)

Semangat Pejuang Skripsi:)

Skripsi (Saat Keatas Satu-satunya Cara Lepas Dari Himpitan)


Halo semua..

Apa kabarnya ini?

Kali ini aku mau posting tentang beberapa hal yang aku lihat di media sosial beberapa hari ini. Ada yang lucu dan ada yang membuat hatiku sedih. Tapi tetap saling berkaitan. Apakah itu?

Kayaknya rata-rata pernah liat gambar ini kan?

Gambar ini pertama kali aku lihat, saat temanku di kampus membagikan gambar ini yang diposting di FP Meme Comic Indonesia. Karena temanku ada yang namanya kurniawan juga, jadi dimentionlah si kurniawan itu. Lucu ya kata-katanya, biar gak cepat habis, kata mama si kurniawan, jangan diborosi dan disembunyikanlah indomi kalo datang temannya.

Aku sih gak tau, apakah surat itu adalah surat betulan yang dibuat seorang ibu, ato emang buatan fans MCI. Tapi yang jelas, surat itu jelas-jelas menggambarkan fakta, bahwa memang tidak semua orang tua punya banyak uang untuk diborosi. Tidak semua kondisi ekonomi setiap orang sama.Β  Bagi yang mahasiswa rantau, orangtua dalam pikirannya sering ya anaknya kuliah di sana. Jadi dia fokus kerja cari nafkah. Terkadang sampai menggadaikan barang atau meminjam uang kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan kuliah anaknya.

Kalo dari gambar ini aku ngelihat, ya mungkin memang kondisi keuangan orangtuanya sedang tak baik. Mungkin bukannya mau pelit orang tuanya, tapi karena memang kalo terlalu diboros ato cepat habis itu indomie, mungkin akan terus minta ke kampung padahal keuangan juga harus dijaga. Apalagi bagi yang punya saudara yang masih sekolah. Kebutuhan anak sekolah sekarang kan mahal-mahal semua. Kalo dapat di sekolah negeri ya mungkin gak terlalu berat, tapi kalo swasta?

Dan ini gambar kedua.

Gambar ini aku dapat dari berita yang aku lihat tadi malam. Ini dia link beritanya, bukan link spam kok πŸ™‚

http://www.merdeka.com/peristiwa/diduga-stres-gara-gara-skripsi-mahasiswa-usu-gantung-diri.html

Dari berita itu, yang kutangkap sih sahabat ini stres karena data skripsinya hilang, karena laptopnya hilang juga. Dia juga dikenakan deadline 3 bulan lagi untuk menyelesaikan skripsinya kalo tidak mau di DO pihak kampus. Ya siapa juga gak kalang kabut, dengan kondisi tinggal 3 bulan lagi waktu, selama ini skripsi sudah dikerjakan dan tak disangka hilang laptop itu beserta datanya.

Aku gak tahu apa alasan kenapa dia agak lama mengerjakan skripsinya. Tapi mungkin saja dia juga sudah dapat pertanyaan kapan tamat kuliah atau tuntutan dari kampung oleh orang tua untuk segera menyelesaikan skripsinya. Ya wajar saja. Semangat orang tua kan bertambah kalo memikirkan anaknya sudah tamat kuliah. Artinya tanggungannya dalam hal biaya sudah sedikit berkurang, karena pastinya diharapkan dapat menghasilkan uang sendiri kalo sudah tamat.Β  Ya hampir berkaitan dengan gambar pertama tadi, bagaimana tampak bahwa memang uang tidak mudah untuk didapatkan sehingga harus berhemat.

Mungkin dia terhimpit dari segala sisi.

Dari orang tua yang menanyakan dan meminta untuk segera menyelesaikan skripsi.
Dari pihak kampus yang memberikan deadline 3 bulan lagi sebelum DODari melihat teman-temannya sudah tamat duluan
Dari kejadian terakhir, laptopnya hilang padahal disitu semua data skripsinya.

Wah, memang suatu kondisi yang kalau tidak dapat berpikiran positif memang bisa berdampak fatal ya.

Dari judul postku diatas, kita bisa melihat kalimat “Saat Keatas Satu-satunya Cara Lepas Dari Himpitan”, yang kumaksud bukanlah untuk mengakhiri hidup dan pergi meninggalkan dunia ini.
Tapi yang kumaksud adalah, disaat di dunia ini sepertinya tak ada lagi pengharapan atau pertolongan yang bisa didapatkan di dunia ini atau berharap sesuatu yang mustahil akan terjadi, maka sebenarnya pada pencipta dunia ini ada pertolongan itu.
Allah yang menciptakan segala termasuk kita. Dan dia sangat mengasihi kita ciptaanya yang mulia.
Kasih-Nya yang begitu besar nyatalah dalam Tuhan Yesus yang mau mati untuk menebus kita dari dosa yang berujung pada maut.
Jika mengorbankan nyawa-Nya pun Dia berkenan, dan pada hari ketiga telah bangkit pula menaklukkan maut, maka tidak mungkin kuasa-Nya tidak nyata disaat ada pergumulan yang terjadi di dunia ini, termasuk dalam perkuliahan dan juga proses skripsi ini.

Mari teman-teman.
Jikalau saat ini ada yang sedang mengalami masalah serupa atau masalah lain dalam skripsi dan perkuliahan.
Ambil waktu sejenak untuk berdoa, menyampaikan segala kesusahan hati, kesesakan, pergumulan yang sepertinya tidak ada jalan keluar, kepada Tuhan.
Biarkan Kristus hadir dihidup kita dan Dia menjawab segala permohonan kita.

Mazmur 118:5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.

Pertolongannya sangat nyata teman-teman saat kita sudah menaikkan doa. Rasakan bagaimana Tuhan menjawab doa kita. Ada damai dalam hati, dan pikiran pun positif untuk memikirkan apa yang mau dikerjakan selanjutnya.

Dan juga jangan lupa backup skripsinya. Apakah itu ke laptop teman, ato ke flashdisk, ato ke dvd. Kita gak tau masalah apa yang terjadi kedepannya.

Akhirnya, mari kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan dan orang tua kita ini.
Tetap semangat teman-teman.

NB: Tujuanku buat posting diatas bukan mau menghakimi. Banyak dari hal diatas merupakan suatu perenungan juga dari diriku saat mengerjakan skripsi dulu. Aku juga tidak tamat tepat waktu, tapi Tuhan tetap bekerja hingga akhirnya aku tamat. Sekarang lagi proses mencari kerja, mohon doanya πŸ˜€ Gbu

 

Syair Skripsi – Part 1 (remake)


hari demi hari

program ini tak kunjung memberi solusi pasti

setiap pola karakter yang dimasuki

akan selalu di uji

namun setelah di uji

ternyata gagal mengenali

 

oh matahari

jika engkau seorang mahasiswi

pastilah engkau akan mengerjakan skripsi

kapankah kau tamat kira-kira oh matahari

mengikuti wisuda sambil menari

karena S.Kom mu sudah pasti

 

kini ku di sini

mengutak-atik program berhari-hari

walau tak jelas kapan selesai

tapi ku tak akan menyesali

setiap metode yang ku miliki

 

aku akan semangat kembali

karena Bapa ku yang di sorga punya janji

Dia mendatangkan kebaikan yang indah sekali

kepada orang yang percaya pada-Nya kini

hingga sampai mati..

 

Syair Skripsi – Part 2


9 bulan yang lalu ku memulai

suatu perjalanan yang bikin ngeri

baik untuk mahasiswa ataupun mahasiswi

yaitu ngerjakan skripsi

 

dulu ku selalu bermimpi

skripsiku bakal selesai

membuat bisa menatap hari-hari

dengan lebih pasti

 

tapi satu yang tak ku cari

ngerjai skripsi lama kali

karena masalah banyak sekali

mulai dari metode tak memadai

sampai kena marah ibu pertiwi

 

namun kini ku menari-nari

karena sudah selesai presentasi

tinggal beberapa yang diperbaiki

 

dan akhirnya ku bernyanyi

terimakasih atas perjalanannya wahai kau skripsi

kesabaranku telah teruji

walaupun kadang bikin naik tensi

tapi aku bisa tersenyum sampe nampak gigi

karena banyak pelajaran yang kau beri

 

tetap berjuang wahai pejuang skripsi

walau akhir perjalananmu belum kunjung pasti

tapi satu yang kita yakini

bahwa Tuhan tetap menyertai

 

Semangat Pejuang Skripsi πŸ™‚

Revsi – Coret dan Ganti


revsi??

Apa itu revsi??

Penasaran??

Ya, sebenarnya aku mau ngetik judul revisi di postingan ku kali ini..Β  Tapi aku salah ketik, jadi judul posting pasti bakal dicoret dan disuruh ganti..

Coret dan ganti..

Itulah kata-kata khas di kala seorang mahasiswa tingkat akhir lagi bimbingan sama dosen..

Penulisan salah.. coret
Analisis gak tepat.. ganti
Kesimpulan tidak menjawab.. coret..

Yang paling parah kalo sampe dicampakkan itu skripsi..
Ya, namanya skripsi, banyak hal akan diuji saat kamu ngerjai skripsi apalagi pas revisi..

Belum lagi dari markas besar juga serangan tidak henti2nya mendesak percepatan penyelesaian skripsi (red:keluarga) tambahlah ujian itu..
:O

Tapi bersyukurlah ada banyak kemampuan diri yang bertambah..

Makin sabar..
Makin teliti..
Makin banyak berdoa..
Dan makin terbuka, karena sering nyesek dalam hati siap di revisi..

Hahaha

Tapi itulah seninya skripsi dan revisi..

Tetap semangat pejuang skripsi πŸ™‚

Sesuatu itu adalah Photoshop-ing Pake Mouse yang Rusak [Skripsi Again]


Meja makan (diiringi lagu karo)
30 Desember 2013
00.31

Apa kondisi sekarang??
Hoayaaam…
Dengan ditemani lagu karo yang aduhai,akhirnya selesai beberapa data aksara karo yang mau di olah pake photoshop..
(200 sampel data dari total sekitar 600an data yang mau dikumpulkan @_@)
FYI: skripsiku tentang software pengenalan aksara karo.
Sebelum diedit, gambar aksara karonya di scan dulu dari tulisan tangan banyak orang. Jadi yang diedit itu udah dalam bentuk .jpg.

Nah, inti dari postinganku kali ini adalah, gimana berjuangnya daku mengedit gambar pake photoshop, dengan kondisi mouse yang “lasak” a.k.a “liar”..

Gimana sih mouse yang lasak??
mouse yang lasak itu, kalo kita gerakkan sikit ke kiri, malah ke kiri kali dia..
Ato misal kita gerakkan, dia ngadat, “mogok gerak”, jadi terpaksa beberapa x digerakkan mousenya baru dia mau gerak -__-
Ini diakibatkan, mousenya terlalu sering “bungee jumping” alias jatuh ke lantai πŸ˜€

Lalu kenapa rupanya??
Ada jugakah yang sedang mengalami kondisi yang sama dengan aku skrg??
Yok kita curhat2an..
Berbagi suka duka pake mouse lasak kayak gini..
Muak juga saya..
udah ngeditnya perlu tingkat detail yang baik, gambarnya banyak x pulak yang mau diedit..
Ditambah lagi dengan kondisi si mouse yang tidak bersahabat..
Ditambah aku gak jago photoshop..
Dan ditambah juga skripsi yang belum the end sampe skrg..
*tarik nafas dalam2
Tapi gak apalah.. jadinya makin banyak hal yang mau diceritakan ke anak cucu nanti πŸ˜€

Kesimpulan dan Saran
Eseh macam udah bab V aja ya.. (padahal awak masih bab III dari duluu :D)
Yak, kesimpulannya:
“Mouse lasak itu menyebalkan”
Walaupun udah sering pake dan terbiasa, tapi ya tetap aja gak nyaman pakenya..
Tapi ya mau gimana, namanya juga mahasiswa..
Selagi masih bisa dipakai, kenapa harus beli yang baru..
Lumayan uangnya dipake buat yang lainnya πŸ˜€

Saranku:
Kalo mau ngerjai skripsi, diusahakan kondisi perangkat pendukung kita bekerja dengan baik..
Mau itu notebooknya, mousenya, keyboardnya, softwarenya..
Karena ngerjai skripsi itu menguras pikiran..
Mikiri skripsi aja udah pening, apalagi ditambah perangkat yang suka ngulah..
Lebih baiklah, tidak ditambahi rumusan masalah, kalo emang gak diperlukan..
So siapkan semua dengan baik ya, supaya agak semangatlah sikit yang mengerjakan skripsi itu..
Haahahaha..

Finally
Demikian postinganku kali ini..
Kayaknya agak amburadul ya susunan dan sistematikanya..
Tapi maklum aja ya..
Hati rindu ngeblog, tapi apa daya otak gak terlalu setuju..
Hahaha

See you in the next post..
Gbu πŸ™‚