cinta


Cinta.
Memang pas bikin gila.
Hati bikin otak tak bekerja.
Melakukan hal yang tak terduga.

Cinta.
Kadang kala tak tau jalannya.
Berpetualang kemana-mana.
Mencoba-coba tanpa takut akibatnya.
Kena akibat, masih mau coba juga.
Karena gila bikin hilang logika.

Cinta.
Tak sekedar fisik belaka.
Harus mengenal siapa dan mengapa.
Karena tanpa bertanya-tanya.
Mungkin hanyalah kekaguman belaka.
Yang sebentar tinggal sirna.

Cinta.
Perjalanan bersama sang Mahakuasa.
Belajar merasa dari si Pemilik cinta.
Belajar mencinta dari Pribadi yang sanggup memberikan fakta.
Bukan teori atau retorika.

Cinta.
Berharap mengerti segera artinya.
Mencinta bukan bertumpu pada yang fana.
Tapi atas dasar yang sebenarnya.

Cinta.
Rasa yang diberi sang Pencipta.
Tak semua orang dapat merasa.
Tapi disaat kita meminta.
Dia akan memberikan-Nya.

Kinda miss someone


I don’t know if the grammar is true or wrong, but this night i kinda miss someone when i see someone.

So this someone was look like someone, so it made me miss someone. This someone has been with someone now, so it’s hard to see this someone.

This someone is a good one and the nice one, so it fun when i remember this someone.

Good night someone.

Gerakan Anti-Semit Nazi dan Fisika Masa Lalu


keren 🙂

Probably a Nowhere Man...

1389.2 Holocaust G Ilustrasi anti semit Nazi, April 1933. Poster tersebut mengajak boykot terhadap toko-toko orang Yahudi (source:wiki.leeds.co.uk)

Revolusi fisika yang terjadi pada paruh pertama abad ke-20 kebetulan berada pada waktu dan tempat yang bersamaan dengan pergolakan politik di Eropa pada paruh abad tersebut. Di masa ini, terjadi banyak peristiwa-peristiwa penting seperti perang dunia I dan II serta gerakan anti semit oleh Nazi yang berhubungan dengan dunia fisika.

View original post 1,155 more words

Sebuah Apresiasi Untuk Para Pengantar


Para pengantar?
Siapa mereka?

Beberapa hari lalu, aku diantar pulang oleh rekan satu tim di paskah alumni dan mahasiswa.
Ini bukan pengalaman pertama aku diantar.
Aku yang pecinta angkot ini memang sering kehabisan angkot kalo sudah malam, jadinya harus minta tolong diantar pulang. Kebanyakan ngantar pake kereta a.k.a sepeda motor *di medan sebutan sepeda motor itu kereta 😀
Dari sekian ratus x aku diantar ke rumah, akhirnya di saat itulah aku tiba pada satu pertanyaan.

“Apa yang dirasakan yang mengantar ini setelah dia pulang sendiri?”

Aku mulai berpikir. Selama diperjalanan aku yang dibonceng sering bercerita dengan yang mengantar. Walau malam sudah larut, tapi kalau bercerita pasti tak terasa. Tapi kalau tak ada teman bercerita, apa yang terjadi?

Aku sebagai yang diantar sudah bisa menikmati makanan dan minuman sambil nonton ataupun berbicara dengan keluarga?
Tapi bagaimana dengan si pengantar?
Dia masih harus kembali ke tempat tujuannya, sendiri. Hanya berpikir sendiri, menanti di lampu merah sambil berdiam diri. Berusaha untuk mengingat kembali jalan pulang, karena memang masih asing dirasakan. Bukan tak lelah membawa kereta, setidaknya begitulah penuturan kawanku di kuliah dulu.

Bahkan di kondisi yang sekarang begal lagi marak-maraknya dan dulu geng motor, pasti ada perasaan was-was di dalam hati.

Biasa kalo aku diantar, hanya mengucap terima kasih. Tak membayar, karena nanti macam ojek pulak jadinya. Jadi mungkin inilah yang bisa kukasi dulu ya.

“Sebuah apresiasi”

Setelah pertanyaan ini muncul, dan akhirnya berpikir seperti penuturan diatas, aku tahu bahwa aku harus mengucap syukur kepada Tuhan, bahwa ada orang yang masih mau seperti ini. Sudah lelah badan terasa, siap ngantar putar balik lagi menuju ke rumah/kosan, dan itu sendiri.
Sesungguhnya aku percaya orang-orang seperti ini pasti Tuhan sudah siapkan kado-kado atas setiap pengorbanan yang dikerjakan.
Itu yang aku pikirkan. Tuhan punya rencana yang baik untuk orang-orang ini.
Memang bisa saja malas melanda, tapi mereka memilih bersedia.

Inilah yang bisa kuberikan, sebuah apresiasi.
Tak ada maksud membuat post ini agar:”makin sering aku diantar pulang nanti, karena udah kuapresiasi dan kupuji”
Hahaha
Aku selalu mengusahakan lebih memilih angkot, karena angkot punya banyak cerita.
Jadi kalo udah gak realistis lagi dapat angkot, barulah cari bala bantuan 😀

So, mungkin kalian masih akan punya “quests” atau petualangan-petualangan lagi dalam mengantar orang ke depannya.
Tapi biarlah kalian terus bersemangat.
Karena percayalah selalu ada orang yang bersyukur untuk kalian, dan Tuhan senang disaat kalian menjadi berkat bagi sesama.

Bagi yang sering diantar pulang, mari tetap ingat menyampaikan terima kasih kepada para pengantar.

See ya 🙂

sumber gambar: https://achmadsyaroni.files.wordpress.com/2013/01/mbahe-rossi.jpg

[Bazaar Online] Pembatas Buku Corak Karo Dari Undangan Bekas


Pesta. Siapa yang tidak suka dengan pesta. Suatu acara yang meriah yang dilaksanakan untuk merayakan suatu sukacita besar seperti pernikahan atau ulang tahun.
Bukan pesta namanya kalau hanya dihadiri oleh satu orang. Tentu ada orang-orang yang diundang ke pesta tersebut. Dan hampir semua orang dari semua kalangan pernah mengikuti pesta, terlepas semeriah apa pun pesta itu dibuat.

Di suku Karo juga ada banyak pesta yang diadakan. Ada pesta untuk merayakan pernikahan seorang anak di tengah keluarga, pesta kelahiran buah hati, pesta memasuki rumah baru dan sebagainya. Pesta-pesta ini memiliki alurnya masing-masing yang sudah diatur lewat peraturan adat suku Karo.

Di rumahku ada banyak undangan pesta suku Karo. Setiap minggunya bisa ada 1 atau 2 undangan yang diantar ke rumah. Undangan-undangan tersebut biasanya undangan pesta pernikahan saudara atau kenalan orangtuaku, namun ada juga undangan pesta yang lain. Karena tiap minggu selalu ada undangan yang datang, jadinya setiap tahun ada banyak tumpukan undangan yang ada dirumah. Dan jika digabungkan dengan undangan-undangan dari tahun-tahun sebelumnya maka sudah ada ratusan undangan yang ada di rumah kami. Rata-rata kondisi undangan ini masih bagus. Sayang rasanya kalau undangan ini ujung-ujungnya harus dibakar. Aku berpikir apa ya sesuatu yang bisa dibuat dari undangan-undangan ini?

IMG_2029copy

Aku pun mengamat-amati undangan-undangan tersebut. Aku melihat selalu ada gambar corak suku Karo di undangan tersebut. Dan juga hampir di semua undangan yang aku lihat, selalu ada gambar kain tradisional Karo seperti uis gara di sebelah kirinya. Uis gara adalah sebuah kain yang biasa dipakai oleh wanita Karo dalam acara suku Karo. Tiba-tiba terlintas ide di pikiranku. Mengapa aku tidak membuat pembatas buku dari undangan bekas ini. Corak suku Karo yang ada di undangan ini bisa aku gunakan sebagai gambar untuk pembatas buku. Jadinya aku bisa buat pembatas buku bercorak Karo.

Aku pun mencoba membuat beberapa desain pembatas buku, dan akhirnya sudah jadi beberapa. Pembatas buku ini terdiri dari dua bagian, bagian depan dan belakang. Bagian depan adalah gambar corak kain tradisional Karo dan pernak-pernik suku Karo lainnya. Di bagian belakang, aku tuliskan kata-kata motivasi serta ayat Alkitab. Pembatas yang sudah jadi aku laminating, agar lebih menarik dan tahan lama.

IMG_1828copy IMG_1829copy IMG_1827copy IMG_1825copy IMG_1840copy IMG_1839copy

Sekarang aku memang masih menganggur. Dan aku rasa ini ide bagus untuk memulai usaha. Tapi karena aku sebenarnya lulusan jurusan ilmu Komputer ,aku sedikit bingung dalam memulai merintis usaha ini. Aku punya blog, ya blog ini yang sudah berumur 5 tahun. Aku suka menulis blog ini di masa-masa pengangguranku ini :D. Aku berpikir mungkin aku akan memulai dulu dari memposting bakal usahaku ini di blog pribadiku. Ya mungkin bisa dibilang usaha onlinelah.

Aku berharap usaha ini bisa laku di pasaran. Karena selain bisa menjaga dan melestarikan suku Karo melalui pembatas buku bercorak suku Karo, aku juga bisa mendaur ulang kertas undangan bekas yang mungkin seringkali hanya berakhir dalam pembakaran. Jadi bisa menjaga lingkungan sedikit-sedikit.

Demikianlah ide usaha online yang aku pikirkan.

Kontes Bazaar Online – Pamerkan Bisnismu bersama Ladaka Handicraft dan Layana Shop

Sebuah Puisi Tentang “Job Review”


Terhenti dalam kesendirian
Ketika menyadari belum punya pekerjaan
Mencoba mencari di berbagai lowongan
Mulai dari internet sampai ke halaman koran

Mencari dan terus mencari
Pekerjaan yang cocok tak kunjung didapati
Ada pekerjaan yang asik tapi gaji bikin sakit hati
Ada gaji tinggi, tapi kerjanya susah dipahami

Hidup harus terus berjalan
Kebutuhan keluarga selalu menekan
Mau tak mau harus punya penghasilan
Pekerjaan tak dapat membuat pikiran tak nyaman
Refreshing dululah buka blog kesayangan

Buka blog ternyata ada komentar dari teman
Tak enak rasanya kalau tidak balik berkunjung halaman
Mulailah blogwalking ke halaman kawan
Tiba-tiba ketemu satu artikel tentang pengalaman

Pengalaman job review judul artikelnya
Apa sih ini? Hatiku bertanya
Mulai kubaca dari baris pertama
Sampai habis kubaca semuanya
Hatiku senang dan kuberpikir mungkin inilah jawabnya

Mereview produk adalah tujuan job review ini
Produknya kebutuhan keluarga ataupun perlengkapan rumah tangga terserah advertiser yang memberi
Pokoknya tugas kita cuma buat penjelasan yang rinci
Ditambah gaya menulis yang bisa menarik hati
Supaya orang tertarik untuk memakai dan membeli

Tujuan utamanya untuk promosi
Makin banyak yang lihat pasti makin banyak yang beli
Oleh karena itu perlu direview di blog dengan traffic yang tinggi
Page rank dan alexa rank juga harus ikut mengimbangi
Gimana caranya buat traffic tinggi?
Ya posisinya di search engine harus di optimasi

Bingung cari produk yang mau dibahas
Bosan nunggu advertiser datang ngasi tugas
Tenang, gak usah khawatir sampe lemas
Soalnya ada website yang khusus yang boleh dipakai bebas

http://www.reviewme.com, http://www.blogsvertise.com, http://www.sponsoredreviews.com beberapa contohnya
Ada banyak lagi macam websitenya
Tinggal cari “paid to review” website keywordnya
Disini yang punya produk dan yang mereview bisa kumpul bersama
Mencari produk yang mau direview pun gampang jadinya

Lega perasaan kini
Karena kerja pun sudah bisa lewat hobi
Dulu sering buat posting tentang curhat pribadi
Nah sekarang udah buat posting tentang peralatan mandi
Gak cuma nambah posting, tapi juga dapat gaji
Oh, jadi semakin indah rasanya hidup ini
Semenjak ikut job review semua jadi pasti

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog “Blogger dan Job Review” oleh Petrus Andre yang didukung oleh Ajeng Angelina dan Elisa Fariesta.”

Aku Teringat Bapakku


Dulu, waktu aku kelas 1 SD, aku pernah ikut les di sekolah. Nah karena les, jadinya aku gak pulang kerumah makan siang.
Tapi ternyata aku tidak dikasi bontot (bekal) untuk makan siang. Oleh karena itu bapakku lah yang jadinya mengantar bekal makan siang samaku.

Bapakku sudah datang sebelum aku keluar jam belajar di sekolah. Jadi bapakku menunggu di TK dekat SD ku. Bapakku duduk di ayunan. Mungkin disangka bapak itu Taman Kota bukan Taman Kanak-kanak makanya dia duduk disitu.

Ada kisah lucunya juga disitu. Disaat bapak duduk disitu, banyak murid yang menyangka bapak adalah guru SD ku, karena mereka melihat kumis bapak mirip dengan kumis guru olahragaku pas SD, Pak HG.

Setelah kami keluar dari kelas, bapak datang ke kelasku sambil membawa makan siangku. Saat kulihat, ternyata bapakku membawa BPK. Wah senangnya hatiku, makan siang pake BPK.

—-

Kemarin, setelah mencuci seprei tempat tidur, aku bercerita dengan kakakku. Katanya ponakanku belum sarapan karena telat bangun. Dan ternyata dia ada les juga hari ini, tapi tidak ada membawa bekal.

Kakakku pun menanyakan apakah bisa aku mengantarkan bekal ke sekolahnya sambil menjemput dia pulang sesudah pulang dari les nanti. Aku pun mengiyakan dan segera bersiap. Karena jam sudah menunjukkan pukul 12.10 sedangkan ponakanku akan masuk les jam 13.00 aku pun jadi tak mandi cuma cuci muka saja kesana.
Tak apalah, masih tetap ganteng kok pikirku. Jam 12.15 aku siap, dan berangkat sambil membawa bekal ponakanku.

Aku naik becak ke SD nya. Ponakanku sekolah di SD Asisi Medan. Dia duduk dikelas 2A. Aku pun sampai di sekolahnya dan mulai mencari dimana kelasnya. Saat kulihat di atas pintu ada tulisan 2A, aku pun berjalan kesitu dan bertanya kepada gurunya apakah Enda Kezia ada disitu. Ternyata ada. Ponakanku terkejut, karena jarang-jarang aku muncul di sekolahnya. Dia pun menjumpaiku dan mengambil bekalnya. Dia makan di dalam kelas, oleh karena itu aku pun meninggalkannya.

image

Saat aku meninggalkannya, tiba-tiba ponakanku berjalan menjumpaiku sambil menangis. Ternyata dia muntah, karena terlalu banyak minum sebelum makan. Dia pun menangis dengan sedihnya dan bilang tidak mau makan. Aku pun mengajaknya untuk duduk dan meyakinkannya harus tetap makan supaya punya tenaga untuk belajar.
Dia pun akhirnya makan.

Saat menemaninya makan aku melihat banyak anak SD berlari-lari, main bola, kejar-kejaran dll. Emanglah kalo masih SD gak ada beban apa-apa ya.

Sesudah dia makan, dia pun kembali ke kelas. Dan aku berjalan berkeliling sekolahnya, kuamat-amati bangunan sekolahnya.
Di sekolah ini ternyata ada SMP nya juga. Di waktu aku lewat di kelas SMP, banyak siswi SMP yang malu-malu kucing melihatku. Ini karena aku terlalu ganteng ato karena tak mandi, kurang jelas juga aku. Aku pun terus berjalan, sampai akhirnya aku pun duduk di kantin, menunggu ponakanku yang keluar pukul 15.00.

Di kantin aku duduk bersama para ibu-ibu yang juga sedang menunggu anaknya pulang les. Mereka cerita banyak hal. Mulai dari masalah sekolah sampai masalah pribadi. Cuma aku laki-laki disitu. Sahlah aku jadi yang paling tampan di kantin.

Aku memilih tidak bergabung dalam cerita ibu-ibu itu. Karena aku juga kurang kenal. Memang dari rumah aku sudah membawa buku, karena aku tau aku akan menunggu. Jadinya aku membaca buku sambil menunggu ponakanku.

—-
Sudah 14 tahun bapakku tiada. Tanggal 18 di bulan februari ini akan jadi 15 tahun. Tapi akhirnya semalam aku teringat lagi sama bapak. Tidak banyak kenangan yang kuingat bersama bapak, tapi aku bersyukur saat aku menunggu ponakanku di sekolah kemaren, aku jadi ingat bagaimana bapak menungguku di sekolah juga dulu.

We miss bapak 🙂

image