Gak Foto Makanan Bukan Berarti Makan Jadi Kurang Bermakna


Kebiasaan anak muda sekarang kan foto2 makanan ya.
Apalagi kalo dia emang food blogger, ya sudah wajiblah itu.

Jadi tadi, aku ditraktir makan sama kakakku di tempat makan yang ada dimsum2nya gitu di Sun Plaza. Ya, kalo makan begini kan pasti photoable kan 😀
Udah nyampe dimsumnya, aku kepikiran foto gak ya, foto gak ya.
Tapi aku memang gak biasa foto2 begitu, biasa orang lain inisiatornya, jadi agak aneh kurasa kalo aku yang foto2 makanan di rumah makan 😀
Lagian aku juga bukan food blogger.
Walaupun begitu, aku galau juga, padahal jarang makan dimsum2an, ya potolah ya.
Sampai akhirnya aku sampai di satu kesimpulan:
“Ya kalo mau makan dan bareng orang, intinya ya makan dan cerita2lah sama orang itu.”

Tak jadilah kufoto makanan yang udah kumakan tadi, makanya tak ada foto makanan di post kali ini 😀
Kami pun makan dan aku sangat menikmati pembicaraan kami hari ini, walaupun tak ada foto-foto 😀

NB:
Buat pojok wb, maaf pendek kali postnya ya.
Aku masih gagal moveon buat ledakan imajinasi yang baru, karena aku baru ngalami beberapa kegagalan dalam merealisasikan ledakan imajinasiku 😀

Kantong Plastiknya Gak Bayar Kok


image

Semalam, habis melewati tanggal 42, aku memutuskan untuk belanja perlengkapan tempur semacam sampo, sabun, dsb di salah satu minimarket ternama di Indonesia.

Pas sudah kubawa barangnya ke kasir untuk membayar, si kasir langsung ambil plastik. Aku bilang “tidak usah pakai plastik”, tapi si mbak bilang “gak bayar kok bang”.

Aku tidak pakai plastik kalau belanja, ya bukan karena gratis plastiknya. Tapi dari langkah kecil seperti ini, bisa berdampak besar pada kondisi bumi kita.
Kalau masih bisa dipegang atau muat di tas, ngapain boros2 pake plastik?

Sayur Pakai Kaldu


image

Sebenarnya agak malas makan sayur.
Tapi karena memang perlu untuk kesehatan ya harus makanlah.

Kemarin diajari kakakku cara masak sayur yang gampang, cuma pakai garam yang dicampur ke air mendidih.
Rasanya agak beda, karena setengah masak.

Membuat sayur seperti ini, aku jadi teringat orang2 korea itu. Yang mereka buat kompor ditengah, lalu dimasak kaldu disitu. Dan semua sayur dimasukkan, kemudian dimakan dari situ. Enak kayaknya ya.

Speak Up And Dance With Others


Aku sedang suka mendengar lagu “Shut Up And Dance” yang dibawakan band (kalau tidak salah) Walk The Moon.

Liriknya menarik, karena si cowok dan si cewek klop.

Tapi sayangnya sepertinya liriknya sedang tak cocok dengan realita.

She said “just speak up and dance with others”
This woman maybe not my destiny.
I said uuu huuu..

cinta


Cinta.
Memang pas bikin gila.
Hati bikin otak tak bekerja.
Melakukan hal yang tak terduga.

Cinta.
Kadang kala tak tau jalannya.
Berpetualang kemana-mana.
Mencoba-coba tanpa takut akibatnya.
Kena akibat, masih mau coba juga.
Karena gila bikin hilang logika.

Cinta.
Tak sekedar fisik belaka.
Harus mengenal siapa dan mengapa.
Karena tanpa bertanya-tanya.
Mungkin hanyalah kekaguman belaka.
Yang sebentar tinggal sirna.

Cinta.
Perjalanan bersama sang Mahakuasa.
Belajar merasa dari si Pemilik cinta.
Belajar mencinta dari Pribadi yang sanggup memberikan fakta.
Bukan teori atau retorika.

Cinta.
Berharap mengerti segera artinya.
Mencinta bukan bertumpu pada yang fana.
Tapi atas dasar yang sebenarnya.

Cinta.
Rasa yang diberi sang Pencipta.
Tak semua orang dapat merasa.
Tapi disaat kita meminta.
Dia akan memberikan-Nya.

Kinda miss someone


I don’t know if the grammar is true or wrong, but this night i kinda miss someone when i see someone.

So this someone was look like someone, so it made me miss someone. This someone has been with someone now, so it’s hard to see this someone.

This someone is a good one and the nice one, so it fun when i remember this someone.

Good night someone.

Bagaimana Memory Bekerja (Surat Untuk Kawan – SMANSAKA)


(Post ini sebelumnya telah diposting terlebih dahulu di grup whatsapp choeys – XII IPA 1 SMA Negeri 1 Kabanjahe 2009 pada tanggal 13 Juni 2016)

image

Bagaimana Memory Bekerja

Tadi jam 7 kurang, aku ngantar flashdisk ke rumah eka p.
Pas nyampe di rumahnya, eka masih pake pakaian biasa.
Habis itu muncul dalam benakku, wah sepertinya senang rasanya bekerja di kabanjahe ya.
Otakku secara otomatis mengeluarkan statement itu, tanpa aku mengerti mengapa sebenarnya bekerja di kabanjahe memang akan betul2 lebih menyenangkan.
Padahal kalo kita tanya eka, vini, kristiana, mungkin mereka pun merasakan hal yang sama juga dengan yg kita (bekerja di luar kabanjahe) rasakan.
Merasakan tekanan dunia pekerjaan, tekanan atasan, dan kelelahan secara pikiran.
Ntah pun mereka juga sudah merasakan biasa2 aja kerja di kabanjahe.
(Tapi gak tau juga ya, apakah emang betul gitu, ini hanya opini saja :D)

Jadi menurutku mengapa otakku tiba2 memunculkan respon demikian, mungkin karena memori yang bekerja pada saat itu.
Memori yg bagaimana maksudnya?
Tentu memori yang indah, termasuk hal-hal yang terjadi bersama kalian semua.
😀

Demikian yang ada di benakku saat ini.
Aku pun bingung kenapa harus menulis ini di pagi hari.
Tapi mungkin saja ini memang perwujudan pikiran melakonlis yang aku rasakan, selalu di saat sebelum meninggalkan kabanjahe.
Apakah teman2 juga merasakan hal yang sama saat berangkat dari kota kecil tercinta kita ini? 😀

Selamat pagi choeys.
Dari mobil murni express.
From kabanjahe with mbergeh.
😀
Gbu